
" QUENNNN/CAHAYU ” Teriak Sean dan Jho bersamaan lalu berlari ke arah podium Sedangkan Ricard dan Devano langsung bergerak mencari pelaku penembakan
BRUKKKK
Tubuh Cahayu langsung Ambruk jika saja Queen tidak menahan Tubuhnya
" Cahayu Are you oke " Tanya Queen dengan Khawatir
" Syukurlah kamu tidak apa-apa kali ini aku berguna untuk mu " kata Cahayu dengan tersenyum
" Apa yang kau lakukan Haaa" Teriak Queen dengan kesal melihat dan mendengar pengakuan Cahayu
" Cihh Bajingan mana yang berani menembakku " lanjut Queen
" Cahayu/Queen kalian tidak apa-apakan " Tanya Sean dan Jho Kompak
" Ayo ikut gue. anak buah gue udah siapin mobil " tanya Jho langsung mengangkat tubuh Cahayu lalu berlalu pergi menuju mobilnya.
Mereka berempat meninggalkan lokasi menuju Rumah sakit Meninggalkan Ricard dan Vano yang mencari pelaku penembakan tadi
" Berani sekali mereka menyerang wanitaku. " Batin Jho mengeraskan rahangnya
" lihat apa yang akan kalian terima karena sudah berani mengusik ketenangan ku " Batin Queen Smirk menyeramkan
Sedangkan Sean yang melihat Smirk Queen langsung mengernyitkan alis
" Apa yang akan dia lakukan " Batin Sean sambil menatap Queen di kaca Spion mobil
" Queen kau harus menyisakan Bagian ku yah. " ucap Cahayu
Memang dari tadi Cahayu Nampak baik-baik saja bahkan terkesan santai padahal dia baru saja tertembak di perutnya
" Lebih baik kau menutup matamu saja atau apa perlu aku yang menutupnya " Kata Queen dengan dingin dan menunduk menatap wajah Cahayu yang berada di pangkuannya
Mendengar Nada menyeramkan itu Cahayu dengan buru-buru Menutup matanya layaknya orang yang pingsan atau Sekarat
Sean yang mendengar dan melihat kepatuhan Cahayu hanya bisa menyimpan tanda tanya di hatinya. Sebab ia tidak berani bertanya dalam keadaan Queen seperti ini. Sedangkan Jho hanya tersenyum tipis
Sesampainya di Rumah Sakit Jho dengan Sigap menggendong Cahayu dengan model bridal style
Skip kini mereka bertiga sedang menunggu di depan ruang operasi Cahayu
Ceklek
pintu terbuka lalu muncullah dokter di ikuti beberapa perawat di belakangnya
" Bagaimana keadaannya dok " Tanya Queen dan Jho secara bersamaan
" Pasien sudah melalui masa kritisnya dan sekarang pasien sedang istirahat karna pengaruh bius beberapa jam juga dia akan sadar " jawab dokter itu
" Terima kasih dok " ucap Queen
" Apa kami bisa menjenguknya " lanjut tanya Queen
" Bisa tapi hanya satu orang saja guna tidak mengganggu istirahat pasien " Jawab dokter itu
" Baik dokter " Jawab Queen
Dokter itu langsung pergi dari ruangan Cahayu sedangkan Queen langsung masuk ke dalam Ruangan Cahayu Tanpa mempedulikan keadaan dua pria yang di luar
Sedangkan Jho dan Sean saling melirik lalu
" Dia sudah di bawah ke markas
" Saatnya bermain " Smirk Jho
__ADS_1
Mereka berdua pergi dari rumah sakit menuju markas King Dragon.
Skip.......
" Dimana bajingan itu " tanya Jho ke Ricard dan Vano yang sedang bersantai
" Ruang penyiksaan nomor 5 " jawab Ricard
" Jho dan Sean langsung meleset pergi ke Ruang penyiksaan tangan mereka sudah gatal untuk bermain darah
Sesampainya disana mereka di suguhkan dengan seorang pria yang duduk di kursi tapi dalam keadaan terikat
" jadi ini orang yang berani mencelakai Wanita ku " Kata Sean Dingin
" Sayangnya yang menjadi korban mu adalah wanita ku Dude " Lanjut Jho dengan Dingin
" King kali ini biarkan aku yang menghabisi kecoa ini " kata Jho ke Sean
" Lakukanlah. aku hanya akan duduk menonton " Ucap Sean
" Mafioso ambilkan aku air panas " Kata Jho. Mafioso yang menjaga langsung berlari mengambil air panas
" ini Air panasnya Wakil ketua " kata salah satu Mafioso pada Jho sambil menundukkan kepalanya
" Siramkan " Perintah Jho pada Mafioso yang langsung di kerjakan oleh Mafioso itu
BYURRR
" AAAAAAAAA PANAS PANAS. SIAPA YANG MENYIRAMKU BRENGSEK " Teriak kesakitan orang itu di tambah lagi dia tidak bisa bergerak bebas sebab kedua tangan dan kakinya di ikat.
" Aku. kenapa " kata Jho dengan Dingin.
Orang itu langsung melihat ke arah suara betapa kagetnya dia melihat wakil ketua King Dragon berdiri di depannya.
" Apa Salah ku brengsek " ucap kasar orang itu pada Jho
" Salah mu adalah KAMU MEMBUAT WANITAKU TERLUKA BRENGSEK " teriak Jho dengan emosi yang sudah di ubun-ubun
Brakk
Jho menendang tubuh pria itu hingga kursi yang ia duduki ikut terjatuh karna tubuh pria itu di ikat juga dengan kursi.
" Bangunkan " Perintah Jho menatap penjaga yang dekat nya. Mafioso itu segera mendudukkan pria itu kembali
Bugh
" karna mu Wanitaku terluka "
Bugh
" Karna mu juga wanitaku masuk Rumah sakit "
Bugh
" Karna mu Wanitaku terbaring disana Brengsek " Teriak Jho langsung membabi buta menghajar pria itu
" Ambilkan peralatan ku. CEPATTT" Teriak Jho Dengan emosi
Tak
Seorang Mafioso menyimpan sebuah kompor di atas meja. Jho langsung menuju koper itu lalu membukanya
Sreek
Jho membuka koper itu yang ternyata isinya adalah senjata tajam semua dari yang paling kecil sampai yang paling besar
__ADS_1
" HMMMMMM mana dulu yah " ucap Jho memegang dagunya seperti orang yang berpikir
" Aa bagaimana jika ini dulu " Kata Jho
Sedangkan pria yang duduk di kursi langsung menggelengkan kepalanya melihat benda itu
" jangan tuan " pinta orang itu lemah
" No no no ini masih awal kawan " ucap Jho
" Lepaskan ikatan tangannya " perintah Jho Setelah pengikatnya terlepas.
Jho mulai mengambil Jari tangan pria itu dan menyimpannya di atas meja kecil di sampingnya
" Pegangin tangannya " Kata Jho dengan kesal.
" Baiklah ini tidak akan lama kawan " ucap Jho Setelahnya hanya terdengar suara Teriakan
" Aaaaaaaa " Teriak
Tak Tak Tak Tak
Suara pisau Jho memotong jari tangan pria itu.
" Ya habis baiklah mari kita beralih ke yang lain " kata Jho lagi
" Ampun Tuan. ampuni saya " kata pria itu tapi tidak di pedulikan oleh Jho
Jho mengambil sebuah pisau kecil namun panjang lalu
Syat Syat Syat
Jho menyayat seluruh tubuh pria itu hingga kini pria sudah compang camping
" Ampuni saya tuan " katanya lirih
" Kau ingin di ampuni " kata Sean Tiba tiba
" Iya tuan " ucap pria itu dengan lemah
" Baiklah kau akan aku ampuni " Kata Sean dengan Dingin. pria itu langsung tersenyum mendengar itu
" Lihat saja ketika aku bebas aku akan membalas kalian " Batin pria itu tersenyum licik
" Apa yang kau lakukan Sean " kata Jho dengan emosi langsung memanggil Nama Sean bukan lagi King.
Sean hanya menatap Sekilas Jho lalu menatap kembali orang itu
" Kau akan aku ampuni tapi dengan satu syarat " kata Sean
" Baik apa pun syarat nya saya akan lakukan asalkan tuan melepaskan saya dari sini " potong orang itu dengan Cepat
" Syaratnya adalah Dimana Markas utama mafia White Snake " Kata Sean dengan Smirk yang menyeramkan
" APAAAA " Teriak orang itu
"Kenapa keberatan. kalau kau tidak memberi tahukan letaknya jangan harap kamu akan bebas dari Neraka yang di buat Dia " kata Sean menunjuk Jho yang masih berdiri tidak jauh dari mereka
Orang itu langsung diam mendengar Syarat kebebasannya adalah markas White Snake Sedangkan ia sendiri anggota Kelompok itu. jika ia memberi tahukan letaknya lalu menyerang kelompok itu maka pasti kelompok itu kalah telak
" lebih baik aku pikirkan nanti yang terpenting sekarang aku harus keluar dari Sini dulu. tentang sekutu aku bisa mencari ya apalagi aku tau wajah Wanita para ketua dan wakil ketua King Dragon " Batin orang itu dalam hati tersenyum licik
" Baiklah aku akan memberi tahukan letaknya. tapi tuan janji akan melepaskan aku " kata orang itu
" Tenang saja aku selalu menepati janji yang telah ku buat " Kata Sean. Orang itu terdiam cukup lama hingga ia membuka mulutnya
__ADS_1
" Letaknya ada di....... "