
" Jho" panggil Sean dengan nada yang amat dingin di ikuti dengan mata tajam miliknya.
Episode sebelumnya
*******
" Iyah bos " Jawab Cepat Jho
" Kamu tau yang harus kamu lakukan bukan" Kata Sean dengan Dingin
" Iyah bos" jawab Jho beranjak meninggalkan Ruangan
' Bawah Kehadapanku dalam 1 kali 24 jam" kata Sean menghentikan langkah Jho
" Baik bos" ucap Jho melanjutkan langkahnya.
" Baru juga tiba sudah ada masalah lagi " gerutu Jho
" Kalau gini kapan PDKTnya coba" lanjut Jho
Jho langsung mencari Cahayu Tapi dia tidak menemukannya di ruangannya.
" Kemana Dia " Kata Jho dengan pelan
Sedangkan di tempat Sean. Sean Sedang kalang kabut karna Queen menghilang.
# Flashback
Setelah kepergian Jho Sean langsung meninggalkan Ruangan Rapat menuju ruangannya karna dia yakin pasti Queen kesana karna dia dan Queen satu Ruangan.
Tetapi sampai disana tidak terdapat siapa pun di dalam Ruangan itu. hanya menyisakan kursi meja yang biasa di duduki kini kosong. Sean Seketika Langsung Mengamuk
# Flashback off
" Dimana kamu Queen" Kata Sean.
Kini ruangan Sean seperti kapal pecah saja. kertas yang berhamburan dan pecahan kaca dimana-mana.
Tok Tok Tok
" Masuk" Sahut Sean
" Bos Dimana Queen" Jho yang baru masuk langsung mencari keberadaan Queen tapi tidak menemukannya
" Bos Mana wanita mu" Tanya Jho sekali lagi
" Pergi" jawab singkat Sean
" Cahayu juga tidak ada " Ucap Jho dengan pelan
" ikut aku" Kata Sean .
Sean keluar dari Ruangan nya di ikuti Jho di belakangnya.
BRAKKKKK
Sean langsung mendobrak pintu memasuki Ruangan itu dan menatap tajam orang yang duduk di kursi mengerjakan Berkas
" Devano" Geram Sean. langsung menuju Devano dengan langkah lebar
" Sean" Cicit Devano melihat kemarahan di mata Sahabatnya itu membuat nyali Devano menciut
" Sean masalah tadi...."
__ADS_1
Bugh Bugh
" Lo bakal jadi samsak tinju gue Dude" ucap Sean. Sedangkan Jho yang melihat Sean menyerang Devano dengan Brutal Mengernyitkan Alis tanda tanya
" Ampun Sean gue cuman becanda doang" Teriak Devano karna dia tidak bisa membalas serangan Sean Alhasil dia hanya bertahan Walau tubuhnya kini rasanya Remuk
Sean Berhenti memukul Devano setelah melihat Devano sudah tidak berdaya.
" Sorry bro gue serius cuma becanda bilang pasang CCTV di kamar mandi Queen " kata Devano Dengan menahan sakit di seluruh tubuhnya
" Hahahaha" Jho langsung tertawa terbahak-bahak melihat kebodohan Devano
" tapi karna becanda Lo itu juga buat Lo Seperti babi ngepet hahaha " ucap Jho yang di ikuti tawa di akhir kalimatnya.
" Sialan Lo " Umpat Devano pada Jho
" Terus kalian Ngapain ke ruangan gue. nggak mau berduaan gitu " Tanya Devano mengarah ke arah Queen dan Cahayu
" pergi" jawab Jho karna Sean tidak akan mungkin menjawab . mengingat moodnya benar-benar buruk hari ini
" pergi kemana" tanya Devano lagi
" Gak tau pas gue balik udah hilang aja sama si Queen juga gak ada " jelas Jho
" Oooh gue baru ingat ini hari waktunya mereka masuk kuliah. jadi kalian nggak akan menemukan mereka disini kecuali Apartemen tempat mereka tinggali berdua
" Alamat" bukan Jho yang menjawab tapi Sean. walau tadi dia hanya sibuk main ponsel tapi percayalah Dia memasang telinganya itu.
" Jalan kejora xx nomor 107" Kata Devano.
Setelah mendengar perkataan Devano Sean langsung berdiri dan meninggalkan Ruangan Devano Di ikuti Jho. Sean dan Jho langsung turun menuju Lobby perusahaan.
BRAkkK bunyi mobil yang di tutup
" Kita kemana Bos " Tanya Jho ke Sean
" Suka Bos " Jawab Jho dengan bingun
" kita ke supermarket sekarang " Perintah Sean Pada Jho.
Jho langsung menjalankan Mobilnya menuju Supermarket Di simpangan 4 lampu merah. Tiba-tiba Lewatlah Seorang Nenek tua berjalan kaki untuk menyebrang banyak yang akan membantunya Namun dia tidak mau
Sedangkan gadis yang ada di samping kiri simpangan melihat semua perlakuan dan penolakan Nenek-nenek itu menolak bantuan orang sekitarnya.
Gadis itu langsung Membawa motornya di pinggir sekali setelah itu ia langsung turun membuka helmnya dan berlari ke Nenek itu Sekolah-olah Sedang berjalan menyebrang.
Setelah dengan sang Nenek Gadis itu mengambil ponselnya yang berada di samping jaketnya. Gadis itu setia berada di belakang Nenek sampai Sang Nenek bisa menyebrang.
Melihat Nenek itu sudah Aman Queen buru-buru kembali ke parkir motornya. Aksinya itu di lihat banyak orang. seorang pria yang duduk di dalam Mobil terus menatap Queen sampai Queen sampai motornya.
" Kau Semakin menarik Queen" Smirk orang itu
Skippp.......
Kini Sean dan Jho sampai di Supermarket
" Ayo kita masuk" Ajak Sean pada Jho yang hanya mematung di tempatnya
Sean langsung masuk di ikuti oleh Jho di belakangnya. Sean langsung berdiri di dekat Keranjang belanja.
" Jho dorong Troli itu. lalu Cari Daging dan Sayur yang masih Segar kita akan makan di Apartemen Queen" Ucap Sean dengan Dingin
Jho langsung semangat mendengar mereka akan pergi ke Apartemen pujaannya. Dengan Semangat via mengambil troli lalu pergi mencari bahan yang di butuhkan Sedangkan Sean yang tidak tau apa-apa hanya bisa mengikuti kemana Jho melangkah Seperti Anak itik mengikuti induknya.
__ADS_1
Setelah membeli Semua bahan yang di butuhkan Sean dan Jho langsung meninggalkan Supermarket menuju tempat tinggal pujaan mereka.
Sesampainya disana Baik Sean maupun Jho begitu semangat menurunkan belanjaan mereka lalu Naik ke Apartemen pujaannya.
Sedangkan Di apartemen Cahayu dan Queen sedang asik melihat Drakor di ruang Tv
Ting tong
Cahayu dan Queen saling pandang Siapa yang bertamu begitu pikir mereka
" Lo tunggu sini dulu jangan bergerak sebelum gue teriak" Kata Cahayu yang di balas anggukan kepala oleh Queen
Cahayu berdiri dari duduknya lalu berjalan ke pintu untuk membukanya.
Ceklek pintu terbuka
" Kalian" Ucap Cahayu
Cahayu sudah mulai ingin mengeluarkan kekesalan jika saja tidak
" Lihat kita bawah Daging dan Sayur yang Segar untuk kalian" ucap Jho Cepat Sebab dia tidak ingin Cahayu mengomeli mereka Sedangkan penghuni Apartemen lain mulai Rame.
Mendengar Daging Dan Sayur mata Cahayu langsung berbinar. mereka tadi cuma makan Roti sebab mereka belum belanja bulanan.
Cahayu langsung mengambil semua belanjaan Sean dan Jho lalu ia menutup pintunya kembali.
Sedangkan Sean dan Jho melongo di depan pintu
" Kita nggak di ajak masuk gitu" Guman Jho dan Sean
" Kenapa kamu tadi tidak menghalangi pintunya sih" Gerutu Sean.
di dalam Apartemen dengan bahagianya Cahayu memasukan semua belanjaan itu ke dalam kulkas mereka.
" Astaga gue lupa suruh mereka masuk" Cahayu menupuk Jidatnya. Cahayu langsung berlari ke pintu dan langsung membukanya.
Ceklek....
" Syukurlah kalian belum pergi" Cahayu mengelus dadanya
" Silahkan masuk" ajak Cahayu membuka pintu lebar-lebar.
Dengan senang hati Baik Jho atau pun Sean masuk ke dalam apartemen pujaan mereka.
" Cahayu biarkan aku yang memasak " Ucap Jho bermaksud memamerkan kepandaiannya memasak
" Kau bisa memasak " Tanya Cahayu dengan mata menyelidik yang di angguki Oleh Jho
" Lalu dia" tanya Cahayu beralih menatap Sea. Namun Sean membalas dengan Gelengan yang berarti tidak
" Padahal Queen mengidamkan pria yang pintar memasak" Ucap Cahayu Tersenyum licik
" Sepertinya kamu tidak akan mendapatkan Queen Sean karna Queen mencari laki-laki yang pandai memasak" provokasi Cahayu
" Tenang Saja Aku akan belajar" ucap Sean
" Ayoh Jho kita memasak untuk mereka" Sean langsung menarik Jho.
" Jangan kacaukan Dapur kami" Teriak Cahayu berjalan ke ruang Tv
Beberapa menit kemudian
Prannggg
__ADS_1
Cahayu dan Queen langsung terperanjat mendengar itu. Cahayu dan Queen langsung berlari ke Dapur Sampai di dapur mereka Membelalakkan mata melihat dapur Mereka. Cahayu langsung emosi
" SEANNNNNN " Teriak Cahayu