
" APAAA" Teriak Queen langsung terduduk di kasur ranjang. matanya yang tadi sudah sangat berat kini mata itu membulat sempurna
" Kamu tenang saja kami sudah mengirim beberapa anggota untuk menjaga bibi dan paman. Selain itu untuk sekarang mereka tidak akan bergerak dulu karna mereka di serang oleh mafia King Dragon" jelas orang sebrang
" King Dragon" Guman pelan Queen
" Kenapa " Tanya Queen
" Kami belum tau dek tapi Tenang saja aku dan Dony kami akan berusaha sebisa mungkin melindungi Paman dan bibi. kamu dan cahayu cukup jaga diri disana baik-baik " Ucap orang sebrang yang ternyata adalah Alaric
" Baiklah. berhati-hatilah kak" pinta Queen dengan pelan
" Yah jaga diri kalian. kakak tutup telponnya dulu" Jawab Alaric mematikan ponselnya
Queen menatap ponsel itu dengan tatapan kosong
" Kenapa aku mencintai pria yang begitu jahat " ucap Queen dengan mata kosongnya
" Karna ku seluruh orang dalam bahaya. Bunda Ayah Cahayu Kak Dony Kak Laric semua karna ku hiks hiks " Queen Senggugukkan
Queen menangis dan meraung-raung di atas ranjangnya menekan dadanya yang begitu sesak hingga ia tertidur.
Deg
Sean memegang dadanya yang tiba-tiba sakit dan pikirannya langsung tertuju pada Queen.
" Baby" Guman Sean menekan dadanya
" kenapa bos" Tanya Jho
" Tidak ada " Jawab Sean berlalu pergi meninggalkan Asistennya menuju pesawat.
Hari ini Sean akan kembali di New York Namun perasaannya sangat tidak tenang pikirannya tertuju pada Queen.
2 jam kemudian
" Kenapa pesawat ini terbang begitu lambat" Gerutu Sean Sedangkan Jho yang berada di samping Sean langsung mengerutkan keningnya pasalnya mereka baru terbang 2 jam masih membutuhkan sekitar 19 jam baru sampai di bandara internasional New York
" tapi pesawat ini yang tercepat dari pesawat lainnya Bos " kata Jho
mendengar itu Sean bukannya mengerti tapi dia malah tambah mengomel tidak jelas dan Jho yang melihat itu hanya bisa melongo.
__ADS_1
" ini yang kau sebut Cepat bahkan terbangnya sama seperti jalan siput " Omel Sean
" Bahkan jika di bandingkan dengan mobil Sport yang ku miliki pasti lebih Cepat mobilku " lanjut omel Sean
" Tau begini aku naik pesawat pribadi saja" ucap Sean dengan kesal. sedangkan Jho hanya diam dari tadi
Sean terus mengomel dengan berharap dia akan sedikit mengurangi Sesak di dadanya mengingat Queen.
" ku harap kau baik-baik saja baby" Batin Sean Menekan dadanya
" Tunggu aku baby" lanjut Sean Menatap layar ponsel menunjukkan wajah Queen yang tertawa lebar lalu memeluk ponsel itu berharap itu Queen
" Jho aku merindukan Queen" ucap pelan Sean
" Apa kau tak merindukan Cahayu" tanya Sean. Jho langsung membuka matanya
" Aku sangat merindukannya bos" Jawab Jho
HAAAAAA
" Kuharap mereka memberi kita kesempatan" Ucap Jho dengan pelan
" Aku akan terus berjuang walau dia menolak ku bahkan jika dia menikah dengan orang lain aku akan menculiknya" Smirk Sean
di bandara internasional di New York terlihat Sean yang baru turun dari pesawat di ikuti Jho di belakangnya.
" Jho ke mension" Ucap Sean dengan dingin
Jho langsung menuju Mension Sean. Sesampainya disana Jho langsung keluar dan membukakan pintu untuk Sean.
" Istirahatlah di sini malam ini. besok kita ada meeting pagi " Ucap Sean
" Baik bos " Jho langsung menurut bukan karna apa tapi ia malas menyetir dia terlalu lelah baik tubuhnya atau pun pikirannya.
Sean langsung menuju kamarnya yang di lantai dua sedangkan Jho langsung ke kamar tamu yang biasa ia tiduri jika dia menginap di rumah ini
Sesampainya di kamar Sean langsung menelfon seseorang.
" kamu terus mengawasi wanitaku kan" Tanya Sean
" 24 jam bahkan gue memasang CCTV di kamar mandinya" Ucap orang itu
__ADS_1
" Brengsek apa yang Lo lakuin Haaa" Teriak Sean
" gue nyuruh Lo buat lindungi dia bukan memata-matai dia mandi dude" maki Sean
" Tapi kau tidak mengatakan itu dulu bro" ucap orang itu dengan santai
" Jangan menguji Kesabaranku Devano " Kata Sean dengan Nada yang amat dingin. orang yang di telfon oleh Sean adalah Devano karna dia bertugas untuk mengawasi semua gerak gerik Queen
" Berhenti mengomel lebih baik kau istirahat. Besok akan ada Suprise yang sangat besar untuk mu " Ujar Devano
" Apa maksudmu" tanya Sean tapi Devano tidak menjawab melainkan mematikan telfonnya.
" Devano" Guman Sean mengeraskan rahangnya mengingat Devano memasang CCTV di kamar Queen
Sedangkan di sisi Devano. Devano tengah tertawa terbahak-bahak mendengar respon Sean dia yakin pasti wajahnya memerah menahan Emosi.
Pagi harinya Sean dan Jho langsung bersiap Untuk ke perusahaan karna pagi ini ada meeting.
Sesampainya disana Jho melakukan hal yang sama seperti kemarin yaitu membukakan pintu mobil untuk Sean. Sean dan Jho langsung menuju lift tanpa memperdulikan tatapan memuja para karyawati
Kini Sean sampai pada lantai ruangannya dia langsung masuk ruangannya begitu juga Jho langsung menuju Ruangannya mempersiapkan semuanya Sebelum meeting.
Sean langsung duduk di kursi kebesarannya dan menatap pemandangan di bawah sana
" Ada apa dengan diriku kenapa aku merasa gugup begini dan Jantung sialan berhentilah berdebar" Guman kecil Sean Menekan dada kirinya.
" Kenapa ini tidak berhasil malah tambah berdebar begini " Lanjut Sean
" Apa aku sekarang terkena penyakit jantung"
Sean mencoba mengingat Siapa saja di keluarganya yang mempunyai penyakit jantung tapi tidak ada satupun itu membuatnya bingun karna Setaunya ada kemungkinan penderita penyakit jantung karna juga keturunan genetik.
" Apa Aku sakit keras" Sean terus melamun hingga tiba-tiba
Tok Tok Tok
" Masuk " ucap Sean dari dalam.
Ceklek pintu terbuka memperlihatkan gadis mungil yang begitu cantik dengan pakaian kantornya Tapi Sean tidak melihat itu karna dia sedang membelakangi Gadis itu
" Tuan meeting akan di lakukan 10 menit lagi " Ucap Gadis itu
__ADS_1
Deg.....