
" Sudah.... berhenti Ngomelnya ini pertama dan terakhir kali gue becanda bawa-bawa Nama Queen. Niat hati ingin membuat dia Semangat berperang tau-tau Gue yang jadi sasaran empuknya... Sialan memang " Gerutu Ricard
" Hahahaha"
" sudah kita Obati dulu Luka mu sekarang. Wajah yang kau banggakan tampan ini sudah sama seperti muka Babi tau " Ucap Jho membuat Ricard tambah kesal tapi nggak bisa membalas karna Bibirnya Perih setiap kali di gerakin
" Dasar Sean Kampret Gue cuma becanda juga...malah di babat benaran " Umpat Ricard dalam hati
karna Emosi Sean Mereka akhirnya menunda beberapa jam untuk menyerang Markas pembunuh bayaran yang telah bekerja sama dengan Riko Atmaja untuk menyingkirkan Adam Wijaya yaitu Ayah Queen
" Sudah Siap " Kata Sean melihat Anggotanya yang hanya Beberapa orang saja namun mereka semua adalah para pasukan yang paling handal
" Siap King " Sorak mereka
" Kita Berangkat " Kata Sean Lalu menaiki motornya begitu pula yang lain.
Jangan salah walau mereka memakai motor tapi senjata mereka lengkap semua sehingga mereka tidak ragu untuk Maju
Setelah 30 menit berkendara mereka akhirnya sampai di markas Musuh
" Langsung menuju Posisi " Perintah Sean lewat Earphone di telinganya
" Baik king " jawab mereka lalu menuju Posisi masing-masing
" Rencana A Maju "
Beberapa orang mulai menyelinap masuk dalam markas itu walau Penjagaan ketat tapi anak Buah yang di bawah Sean adalah bawahan yang handal jadi tidak ketahuan.
10 menit kemudian orang-orang itu kembali pada posisi mereka masing-masing
" Utara Siap "
" Selatan Siap"
" belakang siap "
Lapor dari para bawahan Sean
" Ikuti aturan ku "
" Hancurkan " perintah Sean
hanya butuh 1 menit setelah perintah Sean gedung di depan mereka terdengar ledakan besar
Duar.....
Duar....
Duar.....
" Maju "
__ADS_1
Sean dan para Anggotanya mulai berlari masuk ke dalam markas lawan padahal kobaran api ada dimana-mana
30 menit kemudian Sean dan para Anggotanya keluar dari kobaran api tanpa mengisahkan 1 nyawa pun
" Kalian kembali saja ke markas aku ada urusan sebentar " Kata Sean lalu Pergi menaiki motornya
" Jho itu..."
" Biarkan saja. King tidak lemah Seperti mu " Potong Jho lalu meledek Ricard
" Bukan lemah tapi si king aja yang kekuatannya kayak Hulg " batin Ricard kesal
Mereka semua segera menaiki motor masing-masing lalu pergi meninggalkan Markas lawan yang sudah rata dengan tanah karna akibat dari ledakan tadi
Skip...pagi hari
Seorang pria dengan malas membuka matanya lalu melihat keadaan di luar yang sudah terang. pantas sinar matahari terasa panas ternyata sudah mau siang pikir pria itu. Dengan malas pria itu beranjak turun dari kasur empuk miliknya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri Namun sampai di depan pintu kamar mandi Pria itu membalikkan lagi badannya menuju kasur mengambil ponselnya lalu mengotak-atik dan menyimpannya kembali. pria itu segera berjalan ke arah kamar mandi
beberapa menit kemudian Pria itu keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggangnya menunjukan dadanya yang berotot dan menggairahkan
" Baru mandi Bos "
" hm. Mana pesanan ku " tanya Pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Sean sedangkan pria yang duduk di sofa adalah Jho sang asisten Sean
" Nih " Jho menyodorkan sebuah Paber bag kepada Sean yang langsung di Ambil Oleh Sean lalu berjalan ke arah Walk in close untuk memakai pakaian yang baru di bawakan oleh Jho
" Kita ke kantor sekarang " kata Sean yang baru keluar dari walk in Close
Jho hanya bisa menurut lalu mengikuti langkah Sean di belakang.
" Jho....." Teriak Sean
" Iya tuan " jawab Jho Cepat
" Bawah berkas-berkas yang harus aku tanda tangani dan atur pertemuan ku dengan Adam Wijaya " kata Sean kepada Jho
" Baik tuan " Jho lalu keluar dari Ruangan Sean
" HAAAA "
" Aku harus segera menyelesaikan pekerjaan mu disini secepat mungkin agar aku bisa segera bertemu dengan Queen " Guman Sean senyum-senyum sendiri membayangkan akan bertemu Queen
*****
" Sayang kamu ingin makan apa " Tanya Sean menatap penuh cinta wanita di depannya yang membuat ia begitu tergila-gila
" Apa aja sayang yang penting aku terus bersama mu " jawab gadis itu yang tak lain adalah Queenza
Sean segera memanggil pelayan untuk memesan makanan.
" Sayang kamu tau nggak aku sangat bahagia karna kamu dan aku sekarang sepasang kekasih " kata Sean dengan senyum indah di wajahnya dan mencium punggung tangan Queen dengan mesra
__ADS_1
" Yah aku juga bahagia sayang " kata Queen sambil tersenyum malu karna perlakuan Sean yang romantis.
" Sa.."
Baru saja Sean ingin bicara namun pelayan tiba-tiba datang membawa makanan yang mereka pesan. dengan terpaksa Sean menunda apa yang ingin dia sampaikan
" Ayo makan sayang " Kata Sean
Queen hanya tersenyum lalu memulai mencicipi makanan yang di depannya
" Enak "
" Em enak banget " jawab Queen dengan mengangguk-anggukan kepalanya dengan mata berbinar-binar
Melihat itu Sean sangat bahagia karna wanita yang dia cintai menyukai apa yang dia pesan. dengan hati yang berbunga-bunga Sean mulai memakan makanannya.
" mau pulang sekarang " tanya Sean kepada Queen
" Em ya ini sudah larut " jawab Queen
" Ya sudah ayo aku antar " Kata Sean yang di Jawab anggukan kepala oleh Queen
Sean dan Queen berjalan keluar restoran dengan tangan yang saling menggenggam membuat orang yang melihat mereka menjadi iri akan keromantisan mereka berdua
" Silahkan masuk Tuan putri " Sean dengan manis membukakan pintu untuk Queenza Sedangkan Queen hanya bisa tersipu malu dan masuk ke dalam mobil
Selama perjalanan Sean tidak pernah melepaskan tangan Queen yang berada di genggamannya. Sesekali Sean akan mengecup punggung tangan Queen dengan mesra.
" Sampai....."
" Aku turun dulu yah " Pamit Queen lalu mendorong pintu mobil namun
sret
" Baby " Desis Sean mengukung Queen dengan tubuhnya
" A...ada a...apa " tanya Queen gugup pasalnya wajahnya dan wajah Sean hanya berjarak beberapa Centi saja
" Tidak ingin memberiku sebuah ciuman selamat malam " kata Sean menatap dalam wanita yang ada di depannya itu
" A....aku..."
" Baiklah. Biar aku yang memberimu ciuman selamat malam " Potong Sean semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Queen Sedangkan Queen hanya bisa mematung dan menutup pelan matanya. Melihat Queen yang seakan pasrah Sean semakin bahagia lalu memiringkan kepalanya untuk mencium bibir Queen
TAK
" TUAN......."
****
*Untuk Readers yang minta Novelnya untuk di lanjutkan Author pikir-pikir dulu yah😔 Soalnya udah lama Nggak Up apalagi penulisannya ancur bangattttttt.
__ADS_1
Mohon bersabar ya😄
WASSALAM 🙏*