My Crazy Devil

My Crazy Devil
Episode 27


__ADS_3

" JHONATAN " Teriak Sean


Mereka bertiga menoleh kearah Suara. Mereka langsung membelalakkan mata melihat keadaan Sean yang bermandikan Darah dan masih membawa sepotong katana di tangan kanannya. Mereka bertiga dengan Susah payah menelan Salivanya


" Ada apa Bos " Dengan takut takut Jho bertanya. Walau mereka latihan bersama beberapa bulan ini tapi kekuatan Sean masih jauh di atasnya.


" Mana penghianat yang aku perintahkan kau cari tadi pagi " kata Sean Dengan dingin


" Ada di Ruangan Nomor 1 Bos. " Ucap Jho


Sean langsung pergi setelah mendapat Jawaban Jho.


" Huuu Syukur tadi gue cepat bergerak kalau tidak habis gue malam ini " Batin Jho mengingat perintah tadi pagi


# Flashback


Jho Mengamuk tidak mendapat Cahayu dalam Ruangannya. Setelah pikirannya mulai Tenang ia merogoh ponselnya yang ada di kantong Celananya.


" Cari karyawan yang berkhianat dengan memberikan produk dan Desain Perhiasan perusahaan ke perusahaan lain" Perintah Jho langsung mematikan ponselnya tanpa mendengar sahutan Lawan Telfonnya.


Setelah menelfon Anak buahnya untuk menjalankan tugas Jho lalu keluar dari ruangannya menuju Ruangan Bosnya.


# Flashback off


" Jadi Tawanan yang di bawah tadi siang itu penghianat Perusahaan " tanya Ricard karna dia sempat melihat ada tawanan baru tadi


" Maybe " Jawab Singkat Jho


" Bravo. Berani Banget tu orang Cari masalah Mah kembaran dewa kematian " kata Devano


" Nggak tau apa seberapa mengerikannya tuh Monster Ngamuk" Lanjut Devano lagi sambil Bergidik Ngeri


" Gue mau lihat Aa " Kata Ricard berlalu pergi meninggalkan Jho dan Devano.


Baik Jho maupun Devano hanya bisa melongo melihat kelakuan Si psikopat itu. Memang kekejaman Ricard menyamai 70% kejamnya Sean karna dia adalah Seorang Psikopat.


" Dasar Psikopat " Guman Devano dan Jho Barengan.


" Sudahlah biarkan saja. lagian dia nggak akan dapat bagian di saat kondisi Sean kayak gini " Kata Jho mendudukkan bokongnya di sofa.


Sedangkan di tempat lain Terlihat seorang pria yang sedang menyiksa Korbannya.


" Ampun tuan " Ucap lirih korban


" Maafkan saya tuan. saya khilaf" lanjut Korban tapi tidak di dengar oleh pria yang sedang melihat-lihat koleksinya


Ctarr Ctar Ctarr


" AAAAAAAA TUAN AMPUN" Teriak korban


Ctarr Ctar Ctar


" Aaa maafkan saya tuan " kata korban lagi tapi tidak di pedulikan oleh si pecambuk


Ctar


" Kau kira dengan Maaf mu kerugian ku akan kembali" kata Pecambuk

__ADS_1


Ctar


" Kau kira dengan memaafkan mu Nama perusahaanku akan kembali seperti semula " lanjut Orang itu


Ctar Ctarr


" Aa Baiklah Aku mulai bosan dengan ini. Mari kita ganti dengan yang lain " kata Pencambuk. membuang Cambuknya dan mengambil sebuah pisau dapur.


" Ampun Tuan. Jangan bunuh saya " kata korban Namun tidak di pedulikan oleh pecambuk itu


" ini tidak akan sakit. aku hanya ingin mendengar jeritanmu saja " kata Pria itu mengambil Jari jari korban


Tak Tak Tak


" AAAAAAAA TUAN " Teriak korban saat jarinya di potong potong oleh pria itu


" Nikmat Bukan " tanya pria itu


" Tuan ampuni saya " Ucap korban dengan lemah


" No ini belum Selesai " kata pria itu


" Ummm Bagaimana jika aku mengukir Disini " Kata Pria itu menekan paha korban dengan pisaunya


" AAAAAA "


" Aa Baiklah. rupanya kau sudah tidak tahan ya " kata pria itu.


Pria itu mulai mensayat korban Namun bukan hanya paha tapi dada dan Wajah ia ikut Sayat


" Jangan Menggangguku Ricard jika kau tidak ingin duduk disini menggantikannya " Kata pria itu dengan dingin.


" Ayolah Sean tanganku gatal " Kata Ricard mengosok-gosokkan tangannya.


" Pergi atau gantikan dia " Ucap Sean Dengan dingin lalu melihat Ricard dan menunjuk korbannya.


Ricard langsung pergi dia tidak ingin menjadi korban selanjutnya dari kembaran Dewa kematian itu.


Skip....


Terlihat Empat Pria tampan sedang duduk melingkar di Sofa


" Udah Tenang " Tanya Si pirang


" Hmm " kata pria yang di tanya


" Jadi mau mundur tanya lagi si pirang


" Dalam mimpimu" Tekan Pria itu


" Queen hanya milik SEAN ABRAHAM LUCIFER Bukan milik orang lain " Tekan Sean Mereka berempat adalah Sean Dan para Sahabatnya


TAK


Ricard melempar sebuah map Kuning di atas meja. Sedangkan Ketiga pria lainnya langsung menatap Ricard


" Apa maksudnya " Tanya Devano

__ADS_1


" Baca Aja " Suruh Ricard. Devano langsung mengambil Map itu lalu membukanya.


" Alaric Jahaya yatim piatu Wakil ketua Geng Lili merah dan Kaka Angkat Queen " Baca Devano langsung ke intinya.


Mendengar informasi itu Sean yang menutup matanya langsung membuka mata lalu menatap Devano dan Ricard bergantian


" Gue Nggak mungkin dapat info palsu walau membobol data mereka cukup sulit " Kata Ricard seakan mengerti arti tatapan Sean


" Alaric Wakil ketua dan Kaka Angkat Queen " Kata Devano


" Tapi Ku akui Geng mereka Cukup kuat Walau mereka bukan kelompok seperti kita tapi moto mereka hampir sama kita Selain itu mengusik Kesayangan mereka. Mereka akan bantai orang itu tanpa pandang bulu " Kata Ricard


" Kesayangan" Ucap Devano


" QUEENZA ANATASYA WIJAYA Adalah princess nya Lili merah walau dia tidak masuk dalam kelompok itu Namun dia di kenal dengan Dewi kematian di jalanan. Dia akan turun bila ada yang menantang lili merah tapi itupun di jalur Balapan Liar " Papar Ricard Membuat Devano Kaget


" BALAPAN LIAR. DEWI KEMATIAN SERIUS LO RIC " Teriak Devano


Sedangkan Jho hanya diam karna sesungguhnya dia sudah mengetahui beberapa tentang Queen dari Cahayu tapi dia diam karna mengingat janji dia ke Cahayu.


" kau semakin menarik sayang " Smirk Sean


" Hmm Bahkan Jika di bandingkan dengan Si Boss. Si boss tidak ada apa-apanya " Jelas Ricard


Mereka bertiga langsung kaget mendengar itu


" Jangan becanda Ric Si Bos Ini Raja Jalanan " Kata Devano


" Si boss Raja tapi dia Dewi Silahkan bandingkan. jika tidak percaya kita bisa datang di lokasi Xxy Untuk melihat langsung Aksi Dewi kematian di jalanan " Jelas Ricard


" Kapan " Tanya Sean penasaran


" Malam ini pukul 10 : 00" jawab Ricard


" Lo mau ikut tanding Bos " Tanya Jho


" Tidak. gue percaya dia lebih hebat dari gue cuma gue mau lihat wanita gue beraksi " Jawab Sean.


" Lebih baik kita siap-siap Ini sudah pukul 9 " ucap Devano.


Mereka berempat mulai masuk kamar masing-masing di markas King Dragon.


30 Menit kemudian


Mereka berempat berkumpul di gerbang Markas


" Sudah siap " Tanya Sean yang di angguki mereka bertiga


" Jangan lupa bawah Senjata " lanjut Sean Lagi


" Kita bawah kok. kita nggak tau kapan musuh menyerang " kata Devano


" Ya Sudah kalau gitu kita berangkat " kata Ricard yang di angguki oleh ketiga sahabatnya


" Biar gue yang pimpin jalannya " lanjut Ricard Lagi


Mereka semua menaiki Motor masing-masing dan meleset Meninggalkan markas menuju lokasi Balapan Liar

__ADS_1


__ADS_2