
Brukkk
" JHO ..." Teriak Sean
" Kau ingin mati ya mati sendiri saja jangan mengajakku aku masih ingin hidup mendapatkan Queen saja belum " Emosi Sean di ubun-ubun menatap tajam Jho.
Sedangkan Jho hanya Cengengesan lalu menggaruk kepala belakangnya tidak gatal
" Sorry Bos.. tadi itu Reflek... lagian untuk apa ke Indonesia Masalah kerja sama kita sama perusahaan Wijaya Company kan berjalan lancar " Ucap Jho menjalankan kembali mobil menuju bandara
" Kata siapa Tidak ada masalah Haa.... Kita ini kecolongan Anak buah kita disana tidak ada yang becus kerjanya bagaimana bisa mafia yang di takuti mempunyai anggota bodoh seperti itu he... " Sahut Sean
" Maksud Bos mereka bagaimana " Tanya Jho
" yah Memang bodoh mereka kalah cepat dengan pergerakan Genk Lili Merah.. Asal kau tahu Orang tua Queen di serang oleh kelompok pembunuh bayaran Tapi kita sampai sekarang tidak mendapat informasi itu sama sekali Sedangkan Cahayu dapat mengetahui informasi itu dengan jelas dari anggota Lili Merah " Jelas Sean dengan kesal
" Lihat saja jika aku sampai disana habis mereka semua " lanjut Sean
" Bos tidak berencana untuk turun...."
" Jelas aku sendiri yang akan membasmi kecoak-kecoak itu. " Potong Sean dengan Smirk yang amat mengerikan.
" Astaga kelompok mana yang bodoh menyerahkan dirinya di Saudara dewa kematian ini. " Jho Bergidik Ngeri melihat tatapan mata Sean yang buas haus akan darah.
" Sesampainya di bandara mereka langsung di sambut oleh Ricard dan Devano yang Sedari tadi menunggu kedatangan mereka berdua.
" Bos " Panggil Ricard dan Devano menundukkan kepala
" Apa semua siap " tanya Sean
" Sudah Bos "
" Baik kita berangkat " Sean beranjak dari situ menuju Jet pribadi yang sudah di siapkan oleh Ricard dan Devano. Baru lima langkah Sean menghentikan langkahnya lalu membalik badannya menghadap Ricard dan Devano.
" Ricard kali ini kamu ikut dengan saya karna saya membutuhkan mu nantinya " kata Sean dengan Dingin
" Baik Bos " Patuh Ricard
" Aku bos " tanya Devano menunjuk diri sendiri dengan penuh harap
__ADS_1
" kamu tetap disini memantau Markas dan perusahaan selama Ricard dan saya pergi " Jawab Sean membalik badannya Melanjutkan kembali jalannya di ikuti oleh Ricard dan Jho
Sedangkan Devano hanya Melongo melihat Sean meninggalkan dirinya setelah mengucapkan kata keramat yang di takuti Devano.
" Bos Edan......... Sean gila.... huhuhu Sean jahat " Devano pura pura menangis dengan Dramatis.
" Kapan aku mempunyai waktu luang ya tuhan ...... jika begini terus dapat di pastikan aku akan menikah dengan tumpukan Berkas baik berkas perusahaan atau Berkas misi-misi dari dalam markas." keluh Devano
Devano hanya bisa membalik badannya dengan lesu lalu beranjak pergi menuju mobil Ricard yang terparkir karna mereka berdua datang kemari memakai mobil itu.
Sedangkan di Rumah sakit terjadi pembahasan yang serius antara dua orang gadis cantik
" kau sudah yakin jika mereka adalah pelaku penyerangan itu " tanya gadis berambut pendek duduk bersandar di ranjang
" Kau meragukan kerja mereka bahkan cara mereka melampaui kerja kelompok King Dragon " kata gadis berambut panjang duduk santai di sofa melipat tangan di dada.
" Gue bukan meragukan mereka Queen gue cuma tanya apa itu murni mereka dendam atau ada unsur lain " tanya gadis berambut pendek
" bisa iya bisa tidak " jawab gadis berambut panjang yang ternyata adalah Queen. Sudah bisa menebak bukan jika gadis berambut pendek itu adalah Cahayu.
" Jelas aja Napa " Rungkut Cahayu kesal
" Selain dendam pribadi Mereka juga menerima misi dari seseorang jika berhasil mereka akan mendapatkan imbalan yang sangat tinggi " jelas Queen
" Stevano Atmaja " Tekan Cahayu
" Ya. dia dan Bokapnya berencana untuk menjatuhkan perusahaan ayah. dengan cara menyuruh orang untuk membunuh ayah lalu kursi CEO kosong disitu dia akan muncul seperti pahlawan padahal dia adalah dalang semuanya " jelas Queen
" Bodoh sekali aku dulu buta akan cinta hingga tidak mengenal seperti apa karakter mereka " lanjut Queen Menatap Langit dengan Sendu
" Sudahlah yang penting sekarang kau sudah tau semuanya dan Cobalah buka hatimu untuk Sean. Gue rasa Sean cukup Serius Lo liat sendirikan apa yang dia lakukan untuk Lo " Sahut Cahayu
" Hm lihat saja nanti " Queen Senyum tipis lebih tepatnya Smirk
Cahayu Mengerutkan dagu mendengar jawaban Queen di tambah melihat mimik wajah Queen yang menurutnya Aneh
" Lo nggak akan macam-macam kan " tanya Ragu-ragu Cahayu. karna Cahayu tau pasti bagaimana sifat Queen aslinya
Mendengar itu Queen terkekeh kecil " tidak macam-macam kok paling satu macam" kata Queen dengan tersenyum memperlihatkan gigi putihnya
__ADS_1
" Terserah Lo deh yang penting nggak bahayakan diri Lo sendiri " Sahut Cahayu
" Entah rencana apalagi yang di pikirkan oleh otak kecilmu itu Queen " Batin Cahayu hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Mending Lo istirahat aku ada urusan sebentar " Ucap Queen beranjak pergi
" Jadi Lo Ninggalin gue sendiri gitu.... Lebih baik gue ikut saja deh " kata Cahayu kesal Karna dia sudah cukup bosan berada di Rumah sakit ini Terutama bau Obat-obatan tercium di seluruh penjuru Rumah sakit
" Astaga ya sudah aku gak pergi lebih baik kita tidur ini sudah larut " ucap Queen. Setelah itu ia lalu Merebahkan dirinya di Sofa. begitu pula Cahayu yang mulai menutup mata.
Sedangkan Sean Terlihat serius membahas Sesuatu bersama kedua sahabatnya.
" Ini Markas utama Mereka. Sedangkan di kota A dan B hanya markas Cabang Jadi kita akan menyerang markas Utama sedangkan untuk masalah markas Cabang biarkan Anggota kita yang membereskannya " Jelas
" Maksud Kamu kita bertiga Serang markas utama Mereka gitu " tanya Jho yang mulai paham
" Maybe " sahut Sean
" Ah.....aku suka ini sudah lama aku tidak bermain-main " Smirk Ricard menjilat bibir bawahnya Membayangkan akan bermain darah
" Tentu aku juga sudah lama tidak bermandikan darah " Smirk Sean
" Astaga.... Psikopat dan Saudara Dewa ini sudah kambuh lagi tau begini tadi aku tidak akan ikut....mereka menakutkan saat seperti ini..." Batin Jho menatap Ngeri Sean dan Ricard secara bergantian
" Berhentilah kalian tersenyum menyeramkan seperti itu.... disini tidak ada orang lain selain kita.....kalian membuatku takut Saja " Ucap Jho
" Bagaimana jika kamu dulu yang menjadi mainan kami " Sahut Sean Dan Ricard Secara bersamaan
Sontak saja Jho langsung kaget buru-buru menjauh dari kedua sahabat gila itu
" kalau mau bermain kalian saling bermain saja jangan mengajakku aku masih ingin hidup dan menikah lalu memiliki anak bersama Cahayu Nanti Tidak seperti kalian yang jomblo karatan " Ejek Jho berlalu pergi
" Jho Setan kampret memang " maki Ricard
" Bagaimana Hubungan mu dengan Queen " tanya Ricard
" Aku sedang berusaha membuatnya yakin dan percaya padaku " sahut Sean menatap Awan di samping Jendela
" Jangan bilang kau ke Indonesia karna masalah Queen " tebak Ricard
__ADS_1
" Yah Queen ingin aku membereskan kelompok itu sampai ke akar-akarnya dengan itu dia bersedia kembali padaku " Jawab Sean Jujur
Ricard hanya terkekeh kecil " Ternyata Ratu kita di masa depan........