
" Apa hebatnya sih kelompok King Dragon itu " Guman Stevan pergi dari tempat itu.
Tanpa mereka ketahui Ada orang yang mendengar Semua ucapan mereka barusan tadi Bahkan ada foto mereka Serta gelang Naga.
" Aku harus melaporkan pada ketua " Batin orang itu lalu berlalu pergi Menuju markasnya.
di tempat Sean. Sean begitu Senang melihat berita yang terpampang di layar Tv di depannya.
" Kerjamu sangat bagus Jho di tambah kau libatkan juga Wartawan Aku yakin mereka pasti sedang kalang kabut Sekarang" Ucap Sean
Yeah .! Jho sengaja melibatkan Wartawan dengan begitu berita kebakaran itu akan langsung meledak dan itu terbukti Sekarang Selain itu mereka pasti akan mempunyai masalah tambahan Nantinya.
" Tapi bos aku tidak mengerti kenapa kita harus meninggalkan jejak " Tanya Jho dengan heran.
Pasalnya selama ini setiap mereka bergerak atau menyerang tak pernah meninggalkan Jejak.
" Menurutmu" Tanya balik Sean menyesap Winenya
" Meraka akan bisa melacak kita dengan itu Bos" Kata Jho
" Dan itu yang aku inginkan" ucap Sean
" Aku ingin melihat siapa musuh yang berani bergerak jika mereka tau lawan mereka adalah aku " Lanjut Sean.
Jho langsung mengangguk anggukan kepalanya mengerti kini dia tau maksud Sean menyuruh dirinya meninggalkan jejak.
" Baiklah Aku Mengerti. lantas kapan kembali masalah Disini semua sudah selesai.". tanya Jho
" Besok malam " jawab singkat Sean
" Aku kembali ke kamar. aku butuh istirahat setelah kau menyiksaku Semalaman Tanpa waktu istirahat" Kata Jho
" Hmmm pergilah " kata Sean menggerakkan tangannya mengusir.
Jho langsung keluar dari kamar Sean menuju kamarnya. Sesampainya di kamar Jho langsung menjatuhkan tubuhnya di atas Ranjang. Tanpa membersihkan diri terlebih dahulu
" Akhirnya aku bisa istirahat dengan tenang " Guman Jho pelan karna matanya sudah menutup.
Sedangkan Di tempat lain Terlihat seorang pria duduk di depan komputer yang menampilkan gambar seseorang.
" Lapor ketua " kata pria itu
" ******"
" Rencana di tunda tapi mereka mendapat Serangan secara serentak ketua " lanjut
"*********"
" gudang penyimpanan mereka terbakar dan saya Melihat Gelang Naga yang menjadi petunjuk mereka ketua " ucap pria itu
__ADS_1
"************"
" Itu lambang mafia King Dragon ketua " Lanjut pria itu
"************"
" Mereka juga mengawasi Tn dan Ny Wijaya ketua "
"***********"
" Anggota Lili Merah sudah masuk di kediaman Wijaya dengan menyamar Ketua "
" ********"
" Baik ketua" Kata Pria itu berdiri dan meninggalkan Ruangannya untuk menjalankan tugas selanjutnya dari ketua.
Di ruangan yang Bernuansa Hitam dan corak abu-abu terlihat seseorang yang menatap ponselnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Ku harap kau bukan musuh" Guman pelan Orang itu. dia langsung keluar dari tempat itu Setelah mendengar ada langkah seseorang mendekat ke pintu kamarnya.
Skip.......
" Bagaimana apa ada pergerakan dari musuh" Tanya seorang pria yang duduk di atas meja
" Tidak ada ketua. Tapi pemimpin perusahaan itu mendapat masalah yaitu gudang penyimpanannya terbakar semalam. di duga itu di sengaja " lapor Anak buahnya
" Benar Wakil. berdasarkan hasil penyelidikan itu adalah ulah King Dragon. " Ucap Anak buah itu
( *Anak buah kita ganti jadi Mafioso yah)
" KING DRAGON*" Teriak ketua dan wakilnya
" Benar ketua" Lanjut Mafioso
" Astaga Don gimana ini " Tanya Wakil dengan panik
" aku juga nggak tau. tapi kalau di ingat-ingat kita tidak pernah mengusik mereka apalagi moto mereka hampir sama dengan kita" jelas Dony
" Jadi mustahil mereka nyerang kita kalau kita nggak usik mereka Ric " lanjut Dony
Ternyata mereka adalah Dony dan Alaric yaitu ketua dan wakil Geng motor Lili Merah
" Kenapa tambah Runyem gini sih masalahnya " Frustasi Alaric
" Kalau mereka bukan musuh kita itu akan baik apalagi kalau mereka bisa jadi sekutu kita itu akan tambah baik tapi kalau mereka musuh Keselamatan Queen makin terancam apalagi dia ada di luar Negeri " Lanjut Alaric
Mereka bukan mengkhawatirkan Nyawa mereka tapi mereka takut tidak bisa menjaga adik kecil mereka itu
" Baiklah. Kamu segera kembali kesana jangan sampai ada yang Curiga" Perintah Dony pada Mafioso untuk kembali ke kediaman Wijaya.
__ADS_1
" Ku harap mereka teman bukan musuh " Guman Dony tapi masih di dengar oleh Alaric
" Ku harap juga begitu. dengan begitu Queen akan aman " ucap Alaric
" Ric kamu saja yang kasih tau Queen dia harus tau kabar ini agar ia bisa lebih waspada disana" perintah Dony
" Kenapa bukan kamu. biasanya kan kamu " tanya balik Alaric
" Lakukan saja tidak usah membantah" Ucap Dony dengan Dingin
Mendengar nada bicara Dony mulai seram Alaric hanya Cengengesan saja
" O-oke" kata Alarik agak gemetar. Dony langsung pergi menuju kamarnya meninggalkan Alaric begitu saja.
" Ada apa dengan nya" batin Alaric menatap punggung Dony. Lalu Alaric Segera menuju kamarnya
"Bagaimana caraku menyampaikan ke Queen kalau keluarganya dalam bahaya pasti kabar ini akan membuat dia khawatir" ucap Pelan Alarik mondar mandir dalam kamar.
Sedangkan di belahan dunia lain yaitu New York Terlihat Queen baru masuk dalam Apartemennya yang langsung di sambut Cahayu.
" sudah pulang kamu" Tanya Cahayu
" Hmmm." Queen hanya membalas dengan Deheman karna dia benar-benar lelah kali ini
" kenapa kok kelihatan lelah sekali" Tanya Cahayu lagi
" Iyah. tadi pak Devano ngajak aku buat temani dia lihat pembangunan proyek yang di jalan Xxx itu" Jelas Queen
" Ya sudah kamu makan gih gue udah masak udang asam manis kesukaan kamu" Ucap Cahayu mengusap kepala Queen
" Uum yah" Queen langsung menuju meja makan karna dia memang lapar.
Cahayu hanya bisa menatap sendu punggung Queen.
" Apa aku harus berhenti kuliah dan fokus saja pada pekerjaanku dengan begitu Queen tidak perlu lagi bekerja" batin Cahayu
" Nanti aku bicarakan dengan Queen kayaknya malam ini dia terlalu lelah. " Lanjut Cahayu menuju kamarnya.
Sedangkan Queen setelah menyelesaikan makannya dia langsung ke kamar. sesampainya di kamar Queen langsung membersihkan diri lalu segera tidur.
Ting Ting Ting
Baru saja ia menutup matanya ketika ponselnya berbunyi hampir iya membanting ponselnya jika tidak melihat Nama memanggil.
" Hallo. Ada apa kak laric"
" *******"
" APAAA " Teriak Queen
__ADS_1