My Dandellion

My Dandellion
Bab 11


__ADS_3

Part ini adalah part flashback keluarga Adam.


Happy reading...


“An unresolved past never really goes away until you find the courage to revisit all the pain and accept that there’s nothing you can do to change the past. What’s happened has happened, and what’s done is done.” 


~ Anonim


21 tahun yang lalu


Ami merasakan air matanya melihat pemandangan menyakitkan yang ada didepannya. Suaminya berpelukan dengan seorang pengusaha wanita yang baru terkenal di beberapa majalah bisnis. Sekarang semua kecurigaan Ami terbukti benar. Apa yang harus dia lakukan dengan semua ini?


@@@@@


Ami dan Hendrawan menikah dua tahun sebelumnya karena dijodohkan oleh orang tua mereka. Sebelum orang tua Ami meninggal karena kecelakaan pesawat, mereka sempat membicarakan perjodohan anak-anaknya. Ami menerima perjodohan ini juga untuk melaksanakan keinginan terakhir orang tuanya. Mereka menikah tanpa didasari cinta tapi mereka berusaha menjalani pernikahan ini dengan sebaik-baiknya.


Satu tahun yang lalu bahtera rumah tangga mereka diterpa badai karena desakan untuk memiliki keturunan.


Masalah klasik memang tapi sangat berpengaruh. Menurut pemeriksaan dokter ada sedikit masalah dengan rahim Ami tapi itu bukan masalah besar yang membuatnya tidak bisa mengandung seorang anak.


Hendrawan dan Ami terus tertekan karena desakan dari pihak keluarga khususnya ibunda Hendrawan yang sudah sangat ingin menimang cucu. Selain karena sudah tua dan ingin menimang cucu, beliau juga beralasan kalau perusahaan besar yang dimiliki keluarga Hendrawan membutuhkan seorang pewaris yang akan meneruskan kepemimpinan perusahaan.


Namun siapa sangka, perusahaan besar yang berjaya itu hampir jatuh bangkrut karena pengkhianatan orang dalam


yang menggelapkan uang perusahaan. Berita kebangkrutan itu bersamaan dengan tumbuhnya kecurigaan Ami akan perselingkuhan Hendrawan dengan wanita lain.


Hendrawan menunjukkan beberapa tingkah aneh semenjak Ami divonis memiliki rahim yang bermasalah. Dia selalu


pulang malam dalam keadaan mabuk, bajunya tercium parfum wanita, dan selama di rumah dia selalu sibuk dengan ponselnya.


Ketika Ami menanyakan tentang hal ini Hendrawan selalu beralasan kalau dia bertambah sibuk sejak perusahaan mengalami collaps. Hendrawan selalu marah-marah tak jelas jika pertanyaan Ami mulai menjurus pada kecurigaan.


“Seharusnya kamu mendukungku di saat-saat seperti ini bukannya mencurigai aku. Aku bekerja siang malam untuk


keadaan ekonomi keluarga kita. Tapi aku selalu pulang disambut dengan pandang penuh kecurigaan,” bentak Hendrawan saat Ami bertanya tentang bau parfum wanita yang menempel di bajunya.


Mendengar suara bentakan Hendrawan, Ami memilih mengalah agar mereka tidak sampai bertengkar. Ami sadar


kalau disaat-saat seperti ini mereka harus saling mendukung karena kejadian ini merupakan cobaan untuk rumah tangga mereka.

__ADS_1


Di suatu pagi, Ami terbangun dengan badan yang tidak fit dan rasa mual yang hebat. Dia berlari ke kamar mandi tapi yang dimuntahkannya hanya cairan bening. Melihat perubahan pada dirinya yang terjadi akhir-akhir ini, entah kenapa Ami memiliki firasat kalau dia sedang mengandung. Dia mengambil beberapa alat testpack yang selama ini selalu dia simpan dan melakukan tes urine saat itu juga. Karena menurut informasi yang dia baca di internet, hasil akurat akan ditunjukkan oleh testpack kalau kita menggunakannya di pagi hari.


Air mata bahagia Ami jatuh ketika alat testpack menunjukkan garis dua. Dia positif hamil. Akhirnya Tuhan


mendengar doa-doanya. Dia sudah tidak sabar untuk mengabarkan kabar gembira ini pada suaminya.


@@@@@


Di dalam sebuah taksi menuju kantor suaminya, senyum bahagia Ami tidak pernah luntur. Dia menenteng makan


siang spesial yang berisi makanan-makanan kesukaan Hendrawan. Dia terus membayangkan bagaimana ekspresi bahagia Hendrawan ketika mendengar berita ini. Dia memang belum memerikasakan diri ke dokter kandungan karena dia ingin pergi bersama Hendrawan.


Saat sampai di gedung besar perusahaan suaminya dia turun setelah membayar ongkos taksi. Dia berjalan pelan


dan riang. Tapi langkahnya terhenti ketika dia melihat Hendrawan sedang bergandengan mesra dengan seorang perempuan sambil bercanda tawa. Mereka menaiki mobil Hendrawan dan segera pergi dari situ.


Ami langsung gerak cepat dengan mencegat taksi untuk mengikuti mobil Hendrawan. Dia menyuruh supir taksi untuk mengikuti mobil Hendrawan yang ternyata berhenti tepat di sebuah restoran mewah. Ami tetap mengikuti Hendrawan dan wanita itu sampai mereka mendapatkan tempat duduk. Ami memilih tempat duduk di meja bagian belakang Hendrawan dan wanita itu.


Wajah wanita itu familiar karena Ami pernah melihatnya di beberapa majalah bisnis. Namanya adalah Clara Sutedjo. Dia adalah seorang pengusaha baru yang sukses dan berbakat di bidang tekstil. Tahun ini usahanya mulai merambah di bidang fashion.


Hendrawan dan Clara bertingkah laku sangat mesrah seperti layaknya sepasang kekasih. Ami merasa sakit hati


melihat mereka. Ternyata semua kecurigaannya terbukti. Selama ini Hendrawan berbohong padanya. Ami merasa yakin kalau wangi parfum wanita yang tercium di semua baju suaminya setiap malam adalah milik Clara.


menghindari kecurigaan, dia memesan minuman saja. Miris, duduk dalam sebuah restoran mewah sambil menenteng sebuah kotak makan yang masih penuh hanya untuk mengintai suaminya yang sedang selingkuh.


Akhirnya pasangan itu keluar dari restoran setelah satu jam lebih menghabiskan waktu di dalam. Di depan restoran, Hendrawan dan Clara pulang secara terpisah. Tapi sebelum mereka berpisah, mereka sempat berpelukan dan Hendrawan mencium kening Clara.


Ami langsung berbalik pulang dengan hati yang hancur. Selama berada dalam taksi, dia berusaha keras menahan


air matanya. Dia hanya menatap jalanan pulang dengan tatapan hampa. Tapi kemudian dia teringat dengan anak dalam kandungannya.


“Tolong antar saya ke rumah sakit Medika Utama ya pak... Saya nggak jadi pulang,” kata Ami kepada supir taksi.


“Baik bu,” jawab supir taksi.


Meskipun nanti Hendrawan meninggalkannya, masih ada si kecil yang akan menemani hidupnya. Dia tidak akan


merasa takut menyongsong masa depan.

__ADS_1


@@@@@


Ami keluar dari ruang pemeriksaan kandungan dengan senyum cerah. Entah karena mood swing ibu hamil atau kabar gembira yang dia dengar di dalam membuatnya hatinya sangat gembira. Kesedihan yang tadi baru saja dirasakannya hilang entah kemana.


Ami duduk di bangku taman rumah sakit sambil menatap foto USG bayinya yang baru berusia 4 minggu. Memang belum terlalu kelihatan tapi rasa sayang Ami pada janin sudah mulai timbul. Dia sudah tidak sabar bertemu dengan anaknya 8 bulan lagi.


@@@@@


Ami pulang ke rumah dan berniat untuk menyembunyikan semuanya termasuk tentang perselingkuhan suaminya. Dia tidak akan bertanya apa-apa sampai suaminya mengakui semuanya dengan jujur. Dan semoga Ami bisa dengan sabar dan kuat menunggu hari itu tiba.


Hari demi hari berlalu sampai kandungan Ami berusia 9 minggu. Dia menyembunyikan semuanya dengan baik termasuk saat dia sedang mengalami ngidam. Ami akan berusaha memenuhi keinginan si jabang bayi tanpa melibatkan Hendrawan.


Sampai saat itu Hendrawan belum mengatakan apa-apa tentang perselingkuhannya. Keadaan perusahaan juga tambah merosot jauh dan bisa dipastikan tidak dapat diselamatkan lagi. Semuanya diperparah dengan kematian Ibunda Hendrawan akibat serangan jantung.


Klien dan sahabat-sahabat yang dulu selalu ada saat perusahaan mereka masih berjaya kini hilang ditelan bumi. Tidak ada orang yang mau membantu mereka saat keadaan mereka jatuh. Clara, selingkuhan Hendrawan meninggalkannya begitu saja semenjak perusahaan dinyatakan bangkrut. Sampai hubungan dengan kekasih gelapnya kandas, Hendrawan tidak pernah berkata apapun pada istrinya Ami.


Kehidupan mereka yang mewah kini tinggal kenangan. Mereka harus rela pindah dan tinggal di rumah kontrakan yang sempit. Di saat sedang mengemasi barang-barang mereka untuk pindah, Hendrawan menemukan surat keterangan dokter dan foto USG yang disembunyikan Ami di laci meja rias.


Hendrawan segera mengkonfirmasi kabar gembira ini pada Ami yang langsung dijawab jujur oleh Ami. Hendrawan


merasa amat bahagia karena dibalik semua cobaan, ada sebuah kabar baik yang membuat dia tetap semangat menjalani hari.


Dengan tabungan yang lumayan, mereka tinggal di rumah kontrakan yang sederhana. Hendrawan tetap semangat mencari nafkah karena ada kehadiran buah hati yang sudah lama mereka tunggu. Menurutnya, tidak apa-apa dia kehilangan semuanya asal istri dan anaknya berada di sampingnya. Ami tetap setia mendampingi Hendrawan tanpa mengungkit lagi tentang perselingkuhan Hendrawan di masa lalu.


Yang mereka berdua tahu, masalah di masa lalu mereka sudah selesai tanpa harus dibicarakan. Entah apa yang akan terjadi di masa depan.


.


.


.


.


.


To be continued...


Author’s note :

__ADS_1


Hallo semuanya... Semoga suka dengan cerita ini. Jangan lupa dukung saya dengan like,vote,komen, dan rate. Simpan cerita ini sebagai cerita favorit kalian agar tidak ketinggalan update episode terbaru. Terima kasih.


Sampai jumpa di part selanjutnya.


__ADS_2