My Dandellion

My Dandellion
Bab 8


__ADS_3

“ We need a great will to change bad habits. “


~ Nathaniel Adam


Happy Reading...


“ Lo mau nggak bantuin gue. Kali ini bukan elo yang nawarin bantuan tapi gue yang mohon supaya lo bisa bantu gue. Karna jujur, lo orang pertama yang menyadarkan gue tentang barang haram itu. “ Adam berkata sambil menatap Ara dengan binar harapan yang terlihat jelas di matanya.


Ara tersenyum senang sambil mengangguk berulang kali untuk menjawab permohonan Adam. Terlihat jelas kalau dia sangat bersemangat dan antusias dengan hal ini.


“ Aku akan bantuin kamu dengan senang hati. Pertama-tama, kita tukaran nomor hp. Tapi ini bukan lagi modus ya, ini supaya kalau kamu butuh bantuan mendesak kamu bisa menghubungiku. “ Ucap Ara riang sambil menyodorkan ponsel bututnya.


Adam hanya melihat Ara dan ponselnya bergantian sambil menaikkan sebelah alisnya. Dia masih heran dengan ekspresi riang yang ditunjukkan Ara saat dia meminta bantuan.


“ Sebenarnya apa alasan loe dengan semua ini ? Waktu itu loe bilang karna rasa bersalah dengan seseorang. Siapa dia ? Gue kenal ya sama orangnya ? “ Adam mengajukan rentetan pertanyaan tentang alasan Ara membantunya.


“ Kamu nggak kenal siapa orangnya tapi keadaan kamu sekarang sama seperti dia dulu. Dia dulu juga seorang pecandu narkoba yang meninggal karena overdosis. Itu semua salahku. “ kata Ara sambil mengingat kembali masa


lalu dengan wajah keruh.


Keadaan kembali hening. Ara dengan ingatan masa lalunya dan Adam dengan rasa penasarannya yang masih tinggi karena jawaban Ara belum menjelaskan semuanya.


“ Aku akan cerita semuanya kalau kamu sudah sembuh. Itupun kalau kamu masih ingin tahu tentang alasanku. Tapi aku yakin kamu nggak akan menyesal dengan langkah besar yang kamu ambil hari ini.” Janji Ara sambil tersenyum riang seolah tadi dia tidak bersedih.


Adam hanya melihat Ara dengan tatapan yang sulit terbaca. Tiba-tiba Adam mengambil ponsel butut Ara dan mengetikkan nomor ponselnya. Setelah dia langsung menelpon dengan ponsel tersebut supaya nomor ponsel Ara


bisa tersimpan di hpnya.


“ Ok. Nomor ponsel sudah. Setelah itu, katakan sejujurnya pada orang tuamu kalau kamu adalah pecandu narkoba dan minta mereka mengantarmu ke panti rehabilitasi. Dukungan keluarga sangat penting untuk proses penyembuhanmu.“ jelas Ara sambil menjelaskan to the point tindakan yang harus dibuat Adam.


Adam hanya menatapnya datar seakan berkata “ apa kamu yakin ? “ atau “ tidak ada cara lain ? “. Sedangkan Ara yang ditatap seperti itu hanya bisa kebingungan sambil mengerjapkan mata cokelatnya.


“ Lo dengar baik-baik ya. Kalau yang lo bilang tadi bisa gue lakuin, dari awal gue nggak akan minta bantuan lo. Bonyok gue nggak akan peduli dengan apapun yang terjadi sama gue selama hal itu nggak merusak nama baik keluarga dan perusahaan. Terus soal panti rehablitasi. Banyak saingan bisnis bokap gue yang bisa menjatuhkan nama baik perusahaan kalau berita tentang gue sampai tersebar. Memangnya lo nggak tahu siapa gue ? “ jawab Adam menjelaskan pada Ara tentang posisinya.


Ara hanya bisa menghela napas pelan menanggapi penjelasan Adam. Semua yang dikatakan Adam masuk akal tapi mereka harus bagaimana. Ara mulai berpikir keras untuk mencarikan solusi bagi Adam. Cukup lama mereka


berdua terdiam sambil berpikir keras mencari jalan alternatif selain panti rehabilitasi.

__ADS_1


“ Ok. Kalau gitu kita revisi lagi. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memutuskan hubungan dengan orang yang selalu kasih kamu heroin. Hapus nomor teleponnya dan jangan temui dia lagi. Gimana ? Deal ? “ kata Ara.


Adam menganggukkan kepala mendengar ide Ara pertanda kalau dia setuju dengan ide tersebut. Adam langsung mengambil ponselnya, mencari nama kontak Rendi dan memblokir serta menghapusnya. Rendi adalah seorang teman yang dikenal Adam di sebuah club malam yang sering dia kunjungi. Pada waktu pertama kali bertemu, Rendi yang melihat Adam datang dalam keadaan stres akut mencoba menawarkan putaw yang disambut baik oleh Adam. Awalnya Adam hanya ingin coba-coba karena Rendi mengatakan kalau beban yang dirasakan Adam akan berkurang tapi sekarang Adam tidak bisa lepas dari barang haram ini. Ya, memang semua pecandu narkoba berawal dari rasa ingin coba-coba. Entah hanya untuk melepas stres atau mencari jati diri.


“ Sudah ? “ tanya Ara memastikan. Adam hanya mengangguk menjawab pertanyaan Ara.


“ Seharusnya kamu laporkan dia ke polisi. Pengedar akan mendapatkan hukuman berat karna tindakan mereka benar-benar sudah keterlaluan. “ ucap Ara berapi-api.


“ Lo gimana sih ? Kalau gue laporin dia ke polisi yang ada nama gue bisa keseret. Lo ngerti nggak sih yang dari tadi gue jelasin panjang lebar. “ kata Adam yang gemas dengan cara berpikir Ara.


“ Oh ia ya. Maafkan kekeliruan hamba, paduka raja. “ ucap Ara sambil cengengesan melihat wajah Adam yang sudah berubah merah karena jengkel.


“ Ya udah sekarang langkah kedua. Buang semua persediaan heroin yang ada dalam tas kamu. “


“ Nanti kalau gue sakau disini gimana dong ? “


“ Kapan terakhir kali kamu make ? “


“ 2 jam yang lalu kalau gue nggak salah. “ jawab Adam dengan nada yang tak yakin.


“ Udah buang aja. Kamu harus punya tekad yang kuat. Kalau kamu merasa sakau, cari tempat tersembunyi dan berusahalah untuk menahan rasa sakitnya. Ini konsekuensinya kalau kamu menggunakan barang-barang haram


Dengan berat hati, Adam mebuka tasnya dan mengeluarkan beberapa alat suntik yang berisi heroin. Dia menatap Ara sebentar kemudian membuka benda-benda tersebut ke lantai dan menginjaknya sampai hancur. Ara langsung


merebut tas ranselnya dan memeriksa apakan masih ada yang tersisa. Ternyata semuanya sudah dihancurkan Adam.


“ Beres. Semuanya sudah. Berarti tinggal yang dirumah kamu. Pasti kamu memiliki cadangan di rumahmu. Ingat, begitu sampai rumah musnahkan semuanya jangan sampai ada yang tersisa. Kalau kamu masih ketahuan menyimpan dan menggunakan barang haram ini aku akan memberitahukannya pada orang tuamu. Kalaupun mereka nggak perduli akan aku ancam untuk sebarin berita ini ke media. “ kata Ara sambil mengancam Adam.


“ Ok sekarang gue pulang buat hancurin sisanya sebelum sakau kembali datang dan buat gue berubah pikiran. Kalau lo masih belum puas, gue bakal kirim buktinya lewat video tapi hp lo kan butut nggak bisa nerima kiriman


video. “ ucap Adam sambil mengejek Ara.


“ Udah. Aku nggak perlu bukti video. Aku percaya kamu akan melakukannya.Kalaupun nggak kamu lakuin, aku tetap akan tahu dengan melihat keadaanmu. Jangan lupa, aku ini seorang calon dokter. “ kata Ara sambil tersenyum sendu menatap Adam. Dia benar-benar percaya kalau Adam akan menghancurkan sisa obat yang tersedia di rumahnya.


“ Eh tapi, sebentar malam telepon aku dan laporkan keadaanmu. Kalau kamu sakau, telepon saja dan aku akan menemanimu melewati rasa sakit.” Kata Ara memberi perintah pada Adam.


“ Ia ia. Ternyata lo cerewet juga ya. Ya udah gue pulang sekarang. Ayo sekalian. “ ajak Adam.

__ADS_1


“ Nggak. Kamu duluan. Aku nggak mau kalau kita terlihat bersama. Nanti malah timbul gosip, aku bisa dibully sama pacarmu. “ ketus Ara yang ternyata belum tahu kalau Adam sudah memutuskan hubungannya dengan Aurel.


Adam hanya terkekeh sambil meneruskan langkahnya. Saat akan meraih pegangan pintu, Adam kembali mendengar suara Ara.


“ Adam, apapun yang terjadi orang tuamu harus tahu keadaanmu. Mungkin saja respon mereka berada di luar perkiraanmu. Kalau kamu nggak melakukannya, semuanya akan sia-sia. Usahamu untuk sembuh bisa gagal


total. Pertimbangkan saranku dan lakukan. “


Adam berhenti sejenak tanpa berbalik memandang Ara. Kata-kata itu membuatnya tertegun dan sadar bahwa mungkin langkah awal dari semuanya adalah berkata jujur kepada orang tuanya.


.


.


.


.


.


To be continued...


Author’s note :


Menurut situs resmi BNN, terdapat 5 tingkatan penyalahgunaannarkoba yaitu :


1.  Coba-coba


2.  Senang-senang


3.  Menggunakan padasaat atau keadaan tertentu.


4.  Penyalahgunaan


5.  Ketergantungan.


......

__ADS_1


Hallo semuanya, semoga kalian suka dengan cerita ini. Jangan lupa dukung saya dengan like, komen, vote, dan rate. Oh ya, simpan cerita ini di favorit kalian supaya tidak ketinggalan update-update terbaru. Terima kasih.


__ADS_2