My Dandellion

My Dandellion
Bab 1


__ADS_3

“Tanpa tujuan, kita tidak akan ada”


~ Agen Smith, Matrix


 


“Dio ...“ Suara lirih bersamaan dengan terbukanya mata beriris cokelat seorang perempuan muda yang meringkuk di sudut kamar.


Tok ... tok ... tok


“Ara ... Bangun Nak, sudah pagi. Katanya hari ini ada kuliah pagi. Nanti telat lho ...“ sahut seorang wanita paruh baya dari luar kamar Arabelle.


“Ia Mbok ... Ara baru mau mandi,“ jawab Ara seraya merenggangkan badan dan masuk ke dalam kamar mandi.


Sesampainya di kamar mandi, Ara melepas semua pakaiannya dan menghadap cermin. Tampak sebuah luka memanjang di bagian perutnya. Dengan tangan bergetar dia menelusuri luka tersebut sambil mengingat rasa sakitnya. Luka itu ada sebagai pengingat rasa sakit terakhir dari masa lalu yang masih dia rasakan sampai saat ini.


“Semangat Ara ! Jalanilah hari ini seperti hari kemarin. Kau akan baik-baik saja,” Tegas Ara pada bayangannya di cermin.


*****


“Pagi Mbok cantik ... “ sapa Ara sambil mencium pipi mbok Ina yang sedang sibuk menyiapkan nasi goreng untuk Ara.


“Pagi juga Nak ...“ mbok Ina membalas sapaan Ara.


Ara memakan sarapan yang sudah disiapkan mbok Ina. Nasi goreng selalu menjadi favorit Ara saat sarapan.

__ADS_1


“Tak terasa ya nak kuliahnya sudah mau habis. Tinggal sedikit lagi kamu wisuda. Mbok nggak sabar liat kamu pakai toga,” kata mbok Ina sambil menerawang dengan mata berbinar-binar.


“Ia Mbok... Ara usahakan selesai secepatnya biar bisa jadi dokter. Kalau nanti Ara sudah jadi dokter, kita akan pindah dari sini ya Mbok ... “


“ Ia Nak ... Udah selesaiin sarapannya biar nggak telat. Setelah itu Mbok sisir rambutnya ya. Udah besar juga masa nggak bisa nyisir rambut sendiri sih,” gerutu mbok Ina yang dibalas dengan cengiran Ara.


Setelah selesai makan, mbok Ina menyisir rambut panjang Ara dan diikat ekor kuda. Ditambah dengan kacamata bulatnya, Ara terlihat seperti seorang kutu buku. Apalagi ditambah dengan modul kuliah Sistem Urogenital yang tebal.  Tapi menurut Ara, dia nyaman dengan penampilannya itu.


“Ohya Mbok, nanti siang Mbok pergi kerja ya?“ tanya Ara sambil membereskan penampilannya.


“Nggak, mbok cuti sampai hari ini. Besok baru mbok mulai kerja.”


Mbok Ina bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga kaya selama 10 tahun. Rencananya, mbok Ina akan berhenti bekerja saat Ara sudah menyelesaikan kuliahnya di fakultas kedokteran.


“Oke deh Mbok. Selamat berlibur ya meskipun di rumah aja,” kata Ara sambil tersenyum.


“Dadah Mbok ... Ara berangkat dulu ya” ucap Ara sambil menyalim tangan mbok Ina.


“Hati – hati ya Nak ... Belajar yang rajin.”


Mbok Ina menyaksikan kepergian Ara pagi itu sampai siluetnya menghilang di ujung jalan. Tak terasa air mata mbok Ina jatuh.


@@@@@


Suasana yang berbeda terjadi dalam sebuah keluarga yang saat ini sedang menikmati sarapannya juga. Hanyalah bunyi alat makan yang ada dalam ruangan tersebut. Ini bukan hal baru dalam keluarga tersebut. Adam sudah biasa.

__ADS_1


Adam meninggalkan meja makan ketika makanannya belum habis. Kedua orang tuanya tidak ada yang peduli akan hal itu. Saat akan membuka pintu mobilnya, ponsel Adam berbunyi. Sontak Adam melihat layar ponselnya, dan dia


tahu kekasihnya Aurel menelponnya. Panggilan itu diabaikan. Tetapi sepertinya sang penelepon tidak menyerah. Telepon Adam berbunyi sekali lagi.


“Hmm ...” jawab Adam dengan nada malas.


“Pagi Sayang ... Hari ini ke kampus nggak? Jemput aku dong yank ... “ sahut Aurel manja.


Sayangnya, sapaan manja tersebut dibalas dengan bunyi tanda penerima telepon mengakhiri pembicaraan. Si penelepon hanya bisa menggerutu kesal karena merasa diabaikan. Padahal, hal itu sudah biasa terjadi. Sedangkan


Adam mendecih kesal karena pagi harinya yang tidak indah dirusak oleh suara cempreng kekasihnya.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, Adam tiba di kampusnya. Mobil mewahnya terparkir rapi di parkiran kampus. Dia keluar dari mobilnya dan bersiap memulai hari yang membosankan seperti hari-hari kemarin.


.


.


.


.


To be continued...


Author's Note :

__ADS_1


Sistem Urogenital atau sistem genitourinari adalah gabungan sistem organ dari sistem reproduksi dan sistem kemih. Keduanya digabung karena letaknya yang saling berdekatan dam memiliki asal embriologis yang sama.


__ADS_2