
Part ini masih merupakan lanjutan flashback keluarga Adam.
Happy reading...
"Penghianatan dan ketidakjujuranmu akan menjadi bom waktu yang menghancurkan keluarga kita suatu saat nanti."
~ Ami
Hubungan Hendrawan dan Ami semakin harmonis terutama setelah Adam lahir. Meskipun keadaan ekonomi keluarga mereka tidak semewah dulu, tapi selalu ada cinta dalam keseharian mereka.
Hendrawan membuka sebuah bengkel yang juga menjual peralatan-peralatan kendaraan. Selain bengkel, tempat tersebut juga menerima permintaan modifikasi kendaraan. Memang dulu Hendrawan mengambil kuliah bisnis tapi kecintaannya pada dunia otomotif sangatlah besar. Terbukti sekarang keahliannya dalam mengutak-atik mesin kendaraan bisa disandingkan dengan seorang teknisi.
Meskipun sibuk dengan bengkelnya, Hendrawan selalu menyempatkan waktu untuk selalu bersama keluarga. Dia selalu berusaha untuk pulang tidak terlalu malam dan bisa membantu istrinya mengasuh Adam. Selain itu, semua lelahnya hilang ketika bermain bersama Adam.
Sepulang kerja dia akan bermain bersama Adam dan istrinya akan menyiapkan makan malam untuk mereka. Hal-hal sederhana tidak ada dulu di kehidupan mereka yang mewah.
@@@@@
AdamĀ kini sudah berusia 6 tahun. Dia sudah memasuki dunia sekolah dasar. Adam adalah seorang anak yang manis meskipun agak jahil. Tapi kejahilannya itu yang membuat keadaan rumah selalu ramai.
Usaha bengkel Hendrawan juga semakin berkembang. Dia sudah merekrut 3 orang pegawai tambahan untuk membantunya di bengkel. Pegawainya dia ambil dari pemuda-pemuda di sekitar rumahnya yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap dunia otomotif.
Keluarga mereka kembali mendapatkan kabar bahagia dikala Ami mengandung seorang anak perempuan. Adam adalah orang yang paling antusias menunggu kelahiran adiknya. Kadang-kadang sebelum tidur, dia akan berbisik di perut ibunya agar adiknya cepat keluar dan bermain bersamanya.
"Dek ... jangan lama-lama di dalam ya ... Nanti temenin kakak main bola," bisik Adam di suatu malam saat Ami mengantarkannya tidur.
"Sebentar lagi kamu akan bertemu dengan adikmu sayang ... " kata Ami sambil mengusap rambut Adam.
Kebahagiaan Hendrawan terasa sudah lengkap. Memiliki seorang istri yang setia, seorang anak lelaki yang tampan, dan seorang bayi cantik yang akan lahir sebentar lagi. Meskipun harta kekayaannya tidak berlimpah seperti dulu tapi dia bahagia. Musibah yang dulu dialaminya menjadi pelajaran berharga tentang arti keluarga.
__ADS_1
@@@@@
Hari kelahiran bayi perempuan yang mereka nantikan akhirnya tiba. Bayi perempuan cantik itu lahir di tengah malam ditandai dengan suara tangisan yang keras.
Pagi harinya, Adam tidak berangkat ke sekolah meskipun Hendrawan memaksa. Ami masih berada di rumah sakit meminta Hendrawan pulang untuk membantu Adam bersiap-siap ke sekolah.
"Hari ini Adam nggak usah ke sekolah ya pah ... Adam mau liat adek bayi. Adam mau kasih adek boneka singa ini. Pasti nanti adek bayi suka," Adam membujuk papanya sambil menunjukkan wajah memelas. Hendrawan yang tidak tega menolak permintaan Adam langsung menyetujuinya.
Mereka berdua langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Adam terus menunjukkan ekspresi riang sambil memainkan bunga singa yang ada di pelukannya.
Sesampainya di rumah sakit, Hendrawan langsung membawa Adam menuju ruang bayi. Karena mereka belum bisa masuk ke dalam ruangan bayi, Adam hanya bisa melihat adiknya lewat kaca ruangan. Kebetulan posisi tempat tidur adiknya berada dekat dengan jendela.
"Lion ... " kata Adam saat melihat adiknya. Dia terus menerus menyerukan nama Lion pada adiknya.
Hendrawan dan Ami memang sudah mempersiapkan nama untuk anak kedua mereka. Tapi mereka langsung mengganti nama pilihan mereka dengan nama yang disebutkan Adam. Liona.
@@@@@
Adam yang sangat menyayangi Liona, selalu berusaha menjaganya dari apapun. Mengajaknya bermain meskipun Adam tidak suka main boneka. Tapi kadang-kadang, Adam akan mengajak Liona bermain bola. Sepertinya Liona pun senang bermain bola.
Hendrawan dan Ami senang melihat Adam bisa menjadi kakak yang baik. Adam dan Liona juga tumbuh menjadi saudara yang saling menyayangi. Adam yang jahil tapi juga protektif. Sedangkan Liona memiliki sifat manja dan ceria.
Ami benar-benar tidak menyangka kalau dulu dia sempat berputus asa saat mendengar vonis dokter tentang masalah pada rahimnya. Buktinya, sekarang Tuhan mempercayakannya menjadi ibu dari dua anak manis yang sangat dia cintai.
@@@@@
Waktu terus berjalan. Liona yang dulu selalu ditunggu Adam sewaktu masih dalam kandungan kini sudah besar. Liona sudah menjadi seorang siswa di sekolah dasar tempat sekolah Adam dulu. Sedangkan Adam sudah kelas 2 SMP.
Sekolah mereka saling berdekatan dan sama-sama dekat dengan rumah mereka. Hendrawan dan Ami sengaja memilih sekolah yang dekat dengan rumah agar mereka tidak terlalu susah saat menjemput mereka.
__ADS_1
Bisnis yang dijalani Hendrawan juga semakin besar. Ami memutuskan untuk membantu suaminya menjalankan usaha bengkel itu. Ami selalu berusaha terus menyeimbangkan waktunya untuk bekerja dan mengurus keluarganya.
Sekarang, Hendrawan sudah mulai mencoba membuka showroom mobil mewah. Ada beberapa klien yang bersedia untuk bekerja sama dengannya. Entah kesialan atau keberuntungan, salah satu klien adalah Clara Sutedjo. Ya, dia adalah mantan selingkuhan Hendrawan di masa lalu.
Dia datang kembali di hidup Hendrawan karena dia menyadari kalau ternyata dia mencintai Hendrawan. Dia sudah berusaha mencari Hendrawan selama bertahun-tahun dan akhirnya sekarang mereka bertemu. Tapi sayangnya, Hendrawan terlihat bahagia dengan keluarganya yang lengkap. Istri dan kedua orang anak.
Ami mengetahui kalau Clara datang kembali untuk mengusik rumah tangganya. Dia takut Hendrawan berpaling dan meninggalkan dia dan anak-anaknya. Sebagai seorang istri dan ibu, dia berusaha mempertahankan apa yang menjadi miliknya dan anak-anaknya. Dia bertemu Clara diam-diam tanpa sepengetahuan suaminya.
"Kenapa kamu datang kembali? Kamu pikir aku tidak tahu dengan hubungan kalian dulu?" tanya Ami yang geram melihat wajah Clara. Ternyata dia tidak secantik dan sebaik apa yang dulu dia baca di majalah bisnis.
"Oh, baguslah kalau kamu sudah tahu dari dulu. Jadi aku nggak perlu repot-repot buat ngasih tahu kamu tentang keberadaanku. Dulu mas Hendra cinta banget sama aku. Tapi sayang dia jatuh bangkrut jadi hubungan kami harus berakhir. Tapi sekarang sepertinya dia sudah mulai bangkit kembali. Duh, makin tambah cinta sama mas Hendra," kata Clara dengan wajah yang berbinar-binar.
"Menjijikkan. Apakah kamu tidak bisa mencari laki-laki lain? Kenapa kamu harus merebut seorang suami dan ayah dari sebuah keluarga kecil?" kata Ami sambil terus berusaha menahan diri untuk tidak mencakar wajah licik dari perempuan rubah. Mungkin benar apa kata orang, seorang pelakor benar-benar tidak memiliki urat malu.
"Maaf ya calon mantan nyonya Hendrawan, cinta itu buta, " ejek Clara sambil berdiri dan melangkah pergi keluar dari kafe itu. Dia meninggalkan Ami yang hanya terdiam menahan rasa sakit. Mereka berdua sama-sama memilki tekad yang kuat. Yang satu memilki tekad untuk mempertahankan. Sedangkan yang lain bertekad untuk merebut. Semoga yang benarlah yang akan menang. Dan memang begitu seharusnya.
.
.
.
.
.
To be continued...
Author's note :
__ADS_1
Hallo semuanya... semoga kalian suka dengan cerita ini. Jangan lupa terus dukung saya dengan like, komen, vote, dan rate. Simpan cerita ini sebagai cerita favorit supaya kalian tahu tentang update episode terbaru. Terima kasih.
Sampai jumpa di part selanjutnya.