My Dandellion

My Dandellion
Bab 14


__ADS_3

"Terkadang, solusi yang menurutmu paling tidak mungkin untuk menyelesaikan sebuah masalah bisa menjadi solusi terbaik yang paling tepat untuk masalahmu."


~ Author


Happy reading...


Hanya diperlukan keberanian untuk mengambil langkah paling sulit untuk menyelesaikan masalah lebih cepat. Ya, itulah yang dialami Adam. Berkata jujur pada orang tuanya merupakan langkah paling tepat.


Permasalahan yang ada di keluarga mereka hanya membutuhkan waktu untuk duduk bersama, bicara, dan mengakui segalanya. Dengan begitu, semua luka yang ada dari masa lalu bisa terbuka dan diobati.


Semalam setelah mereka berbicara dan menangis sambil berpelukan, mereka bertiga memutuskan untuk tidur bersama-sama. Sama seperti dulu, ketika Adam masih kecil. Sepanjang malam itu juga, Ami dan Hendrawan menemani Adam melewati rasa sakit karena sakaw.


Adam kembali mengalami sakaw ketika waktu mulai menjelang subuh. Orang tuanya menyaksikan sendiri rasa sakit yang dialami Adam ketika sedang sakaw. Mereka memaksa ingin membawa Adam ke rumah sakit saat itu juga tetapi Adam menolak. Dia masih ingin menghabiskan waktu bersama kedua orang tuanya hingga matahari terbit. Dia takut kalau semua ini hanyalah mimpi belaka.


Keesokan harinya, Adam memberitahu orang tuanya untuk menghubungi Ara. Dia menjelaskan kalau Ara bisa menolong mereka. Hendrawan juga sadar kalau untuk masalah ini dia tidak bisa gegabah mengambil langkah. Ada banyak saingan bisnisnya yang akan memanfaatkan keadaan ini dan memperburuk keadaan.


Pagi-pagi sekali Ara bergegas datang ke rumah Adam bersama mbok Ina setelah menerima telepon dari Adam. Untunglah segala urusannya di kampus untuk keperluan yudisium sudah selesai sehingga dia sedikit bebas.


Setelah sampai disana, mbok Ina langsung menuju ke dapur untuk melakukan pekerjaannya sementara Ara pergi menuju kamar Adam dengan diantarkan seorang pembantu. Hendrawan menyuruh seorang pembantu untuk memberitahu Ara langsung pergi ke kamar Adam begitu dia tiba.


Ketika sampai di kamar Adam, Ara melihat Adam sedang terbaring lemah di atas tempat tidurnya. Tapi ada yang berbeda dengan keadaannya tadi malam yakni Adam ditemani oleh kedua orang tuanya. Ibunya sedang memegang handuk kecil berwarna putih untuk menyeka keringat yang keluar diwajah Adam.


"Selamat pagi Tuan dan Nyonya," ucap Ara memberi salam.


"Pagi nona Ara. Kami minta maaf karena sikap kami semalam dan juga maaf karena kami memintamu datang pagi-pagi kesini," kata Hendrawan membalas salam Ara. Ami juga memandang Ara sambil tersenyum ramah. Sikap mereka berdua pada Ara lebih baik dibandingkan tadi malam.


"Tidak apa-apa Tuan dan Nyonya. Saya mengerti dengan perasaan kalian tadi malam. Bagaimana keadaan Adam? Apakah dia kembali mengalami sakit?" tanya Ara.

__ADS_1


"Ya. Tadi sekitar setengah 5 subuh dia kembali mengalami sakit. Kami memaksanya untuk pergi ke rumah sakit tapi dia tidak mau. Dia bilang kami bisa meminta bantuan padamu. Sepertinya dia sangat percaya padamu." kata Ami sedih sambil memandang Adam yang tertidur lelap karena kelelahan.


Ami memandang mereka bertiga dengan perasaan haru. Dia merasa kalau Adam sangat beruntung mempunyai orang tua yang sangat menyayanginya. Mungkin masalah yang selama ini mereka hadapi hanyalah kesalahpahaman yang butuh dibicarakan dalam suasana kekeluargaan. Menurut Ara, keluarga akan selalu mendengar dan memaafkan.


"Jika kalian sepakat, saya ingin memberi saran kepada Tuan dan Nyonya untuk mengantar Adam ke rumah sakit ketergantungan obat atau panti rehabilitasi. Tempat itu khusus untuk menangani orang-orang yang kecanduan narkoba seperti Adam." kata Ara dengan nada yang terkesan berhati-hati.


"Tapi saya tidak ingin berita ini sampai terdengar orang lain." kata Hendrawan menambahkan.


"Anak anda hampir mati karena menahan sakit saat sakaw datang dan anda masih mengkhawatirkan nama baik?" tanya Ara yang merasa heran dengan orang tua Adam.


"Maaf nona, sepertinya anda salah paham dengan maksud saya sebelumnya. Saya tidak ingin orang lain tahu karena saya khawatir mereka akan memanfaatkan keadaan ini untuk menjatuhkan saya. Saya memang tidak peduli dengan hal lain selain kesehatan putra saya. Tapi Adam akan menjadi korban yang mereka gunakan untuk menjatuhkan saya. Bisa jadi mereka menyabotase proses pengobatan Adam saat di rumah sakit nanti." Jelas Hendrawan panjang lebar agar Ara mengerti maksud perkataannya yang tadi.


Ara akhirnya mengerti dengan penjelasan Hendrawan. Untuk pengusaha sukses seperti mereka pastinya banyak saingan bisnis yang ingin menjatuhkan nama baik mereka. Akan ada banyak kejadian yang mereka lakukan untuk menghambat proses pengobatan Adam di rumah sakit seperti membocorkan berita ini ke publik atau yang paling parah menyabotase obat-obatan Adam dirumah sakit dengan narkoba. Kalau itu sampai terjadi, segala upaya yang dilakukan Adam dan orang tuanya akan sia-sia.


Ara menghela napas sejenak kemudian berkata, "Maafkan saya karena tadi sempat salah sangka dengan maksud anda Tuan. Kalau itu yang anda khawatirkan, anda bisa menyewa bodyguard khusus yang menjaga dan memantau putra anda 24 jam. Selain itu, anda bisa melakukan sesuatu dengan uang anda yang begitu banyak untuk melindungi privasi tuan muda selama masa pengobatan."


"Baiklah kalau begitu. Saya setuju dengan saranmu." Hendrawan menganggukkan kepala seraya melihat Adam dengan tatapan sendu.


"Nona Ara, mengapa kamu ingin membantu putra kami? Sebelumnya kamu sudah bilang pada kami kalau kamu baru mengenal Adam sebulan yang lalu. Apakah kami bisa mempercayaimu sama seperti Adam?" tanya Ami dengan wajah sendu. Dia ingin tahu mengapa orang asing ini ingin membantu anaknya.


Ara menatap Adam sambil tersenyum sedih dia berkata, "Saya memiliki rasa penyesalan yang besar akan kematian seseorang yang sangat berharga bagi saya di masa lalu. Dia sama seperti Adam. Sama-sama pecandu narkoba. Oleh karena itu, saya bisa mengenali gejala sakaw pada Adam dalam sekali lihat. Mungkin dengan membantu Adam rasa penyesalan saya bisa berkurang dan saya bisa melanjutkan hidup dengan perasaan yang lebih ringan."


Setelah mendengar perkataan Ara, mereka semua terdiam dan suasana kembali sunyi. Hendrawan dan Ami bisa merasakan penyesalan Ara lewat kata-katanya tadi. Sekarang mereka mengerti mengapa Ara menjadi orang pertama yang tahu tentang kondisi Adam.


"Yang penting sekarang Tuan dan Nyonya tenangkan diri dan pikirkan solusi terbaik untuk tuan Adam. Gejala putus heroin akan memuncak dalam 2-3 hari dan bisa bertahan hingga 5-10 hari. Karena itu, tuan Adam harus segera dibawa ke RSKO atau panti rehabilitasi untuk mendapatkan pengobatan ahli. Tuan dan Nyonya adalah orang tua dari tuan Adam jadi Tuan dan Nyonya yang paling tahu apa yang terbaik."


Setelah mendengar penjelasan Ara, Hendrawan dan Ami sepakat untuk memasukkan Adam ke Panti Rehabilitasi hari itu juga. Hendrawan meminta sekertaris sekaligus asisten kepercayaannya yang bernama Doni untuk mencari tahu tentang Panti Rehabilitasi yang berada di luar kota. Sepertinya strategi yang biasa dia terapkan dalam bisnis mulai berlaku untuk keadaan ini.

__ADS_1


Sekertarisnya menyelesaikan tugasnya dalam waktu 2 jam. Dalam waktu itu dia mendapatkan informasi akurat tentang panti rehabilitasi terbaik untuk tempat pengobatan Adam. Dia juga memastikan kalau privasi Adam bisa terjaga dengan baik di tempat ini.


Hari itu juga menjelang siang mereka mengantar Adam ke panti rehabilitasi yang dimaksud. Ara dan mbok Ina ikut serta untuk membantu mereka. Adam menerima keputusan orang tuanya karena dia sudah bertekad untuk sembuh.


Kini, Adam tidak berjuang sendiri melainkan bersama orang-orang yang peduli padanya.


.


.


.


.


.


To be continued...


Author's note :


**RSKO (Rumah Sakit Ketergantungan Obat) atau panti rehabilitasi adalah tempat khusus untuk merawat orang-orang yang kecanduan zat adiktif dan psikotropika. Di tempat ini pasien rehabilitasi akan menerima perawatan detoksifikasi medis dan terapi intensif. Selain perawatan dari segi fisik\, pasien juga akan menerima perawatan dari sisi psikologis. Depresi yang dialami pasien bisa menuntunnya untuk melakukan perbuatan menyimpang. Keseharian mereka akan dibekali dengan kegiatan-kegiatan positif seperti seminar\, konsultasi\, kegiatan keagamaan\, dll. Diharapkan setelah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang\, pasien bisa menjalani hari-harinya seperti orang normal pada umumnya.**


 


 


Hallo semuanya... Semoga kalian suka dengan part ini. Jangan lupa untuk terus dukung saya dengan like, vote, komen, dan rate. Simpan cerita ini sebagai cerita favorit kalian agar tidak ketinggalan setiap saya update bab baru. Terima kasih.

__ADS_1


Sampai jumpa di part selanjutnya.


__ADS_2