My Fireman

My Fireman
Janji Temu


__ADS_3

Setelah saling berkirim pesan, Charl memutuskan untuk mengajak Yvone bertemu di suatu tempat sore harinya. Tepat pukul 15.00 Charl bergegas turun mengambil sepeda motor sportnya dan langsung berangkat ke tempat dimana dia dan Yvone berjanji bertemu.


.......


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


.......


Sepanjang perjalanan, Charlile terus menyenandungkan lagu kesukaannya. Hatinya benar-benar dipenuhi bunga-bunga yang bermekaran.


Sementara itu, Yvone tak kalah hebohnya saat akan berangkat ke tempat janjiannya sore ini.


"An..cakep ngga dandanan gue ini?"


Sambil merapikan ujung poninya yang berantakan, Yvone bertanya ke Anne yang masih tergelatak di sofa kamarnya yang adem karena kegerahan di kamarnya sendiri.


"Emang mau kemana sih lo dandan seheboh gini? Biasanya juga kuncir kuda, bedak tipis, celana sobek langsung capcus lo Yv" Sambil masih terus menatap layar handphonenya, Anne menjawab pertanyaan Yvone dengan pertanyaan juga.

__ADS_1


"Gue mau ketemu abang ganteng, seksi, dan wangi yang udah bikin jantung gue dag dig dug ngga karuan" Yvone menjawab sambil senyum-senyum di depan cermin dan memutar-mutar badannya untuk menilai penampilannya sendiri.


Seketika Anne mendongakkan kepala dan menatap Yvone dengan tatapan menyelidik.


Ting..


Hai sweety..perlu di jemput ngga?


Mas udah on the way nih


Reply me asap


"Yv..hape lo nih bunyi. Kayanya pangeran tampan lo deh yang ngirim pesan" Anne menyodorkan handphone milik Yvone ke arahnya.


Yvone yang sudah rapi dan hanya tinggal berangkat berhenti sebentar untuk membalas pesan singkat dari pria tampan di seberang sana.


Ngga usah di jemput mas


Ini aku juga udah mau berangkat kok


ngga enak kalau tiba-tiba cancel


Setelah membalas pesan, Yvone bergegas keluar karena sudah di tunggu sama driver grab yang sudah di pesannya tadi.


"An..gue berangkat dulu ya..wish me luck semoga jantung gue ngga copot lama-lama deketan sama pangeran tampan" setengah berteriak Yvone berlari keluar kontrakannya sambil cengar-cengir. Sedangkan Anne hanya melirik sesaat ke arah sahabatnya itu.


15 menit berlalu


Di sebuah tempat yang sejuk dan asri, Charlile sudah duduk santai sambil bermain-main dengan rusa-rusa yang di biarkan liar di taman itu. Tak lupa dia selalu mengecek layar ponselnya untuk memeriksa keberadaan gadis yang sedang di tunggunya. Seorang gadis dengan penampilan yang simple dan menawan terlihat melambaikan tangan dan tersenyum kearahnya. Charlile tersenyum seraya berdiri untuk menghampiri gadis tersebut.


"Hai mas..kelamaan nunggunya ya?" sapa Yvone sambil mengulurkan tanganny untuk berajabat tangan dengan pria tampan di depannya.

__ADS_1


"Hai sweety. Iya nih kelamaan nunggu sampe pada berakar tuh di kaki gue" ledek Charl sembari menjabat tangan Yvone


"Oya? mana coba liat akarnya mas?" Yvone clingak-clinguk jahil mencari akar yang katanya numbuh di kaki Charlile sambil senyum-senyum.


"Niiihhh..liat deh..keliatan kan? hampir berakar sampai nembus ke tanah lho ini"


"Iya deh iya mas..maaf kelamaan kan tadi kudu dandan dulu biar cakepan dikit"


"Udah cakep kok..jangan banyak-banyak cakepnya, nanti banyak yang naksir, sakit deh kepala gue mikirin cara buat nyingkirin yang pada naksir itu"


"Iih..apaan sih mas..gaje banget"


Tak terasa obrolan mereka hampir 1 jam dan makanan yang mereka pesan pun sudah hampir habis semuanya. Obrolan yang membicarakan tentang keseharian dan asal usul masing-masing terasa begitu menyenangkan bagi mereka berdua. Yvone tak henti-hentinya tersenyum bahkan terbawa lebar ketika Charl membicarakan hal-hal yang lucu.


Tatapan mata Charlile tak bisa lepas dari wajah Yvone. Dan hal ini sukses bikin Yvone salah tingkah.


"Yv..lo mau jadi pacar gue kan?" tiba-tiba Charl melontarkan kalimat yang bikin Yvone tersedak saat menikmati minumannya


"Uhuk..apa mas?" tanya Yvone kebingungan


"Lo mau kan jadi pacar gue? Gue yang tanggung kehidupan lo mulai saat ini, dari bangun tidur sampe bangun lagi" tatapan Charl sangat serius dan dalam.


"Bentar-bentar..di tanggung kehidupan aku?? termasuk biaya hidup juga ngga?" Yvone yang masih terkejut dan bingung balik menanyakan pertanyaan konyol tersebut.


"Ya kalau lo mau biaya hidup gue tanggung juga, berarti lo kudu nikah sama gue, gimana? deal?"


"Eh..ini seriusan mas ngajakin aku pacaran? yakin? kok cepet banget sih?"


"Yaudah gue kasih waktu sampe besok kudu ngasih jawaban yang tepat! Gue ngga mau ada penolakan! titik"


"Lah..pemaksaan dong mas..ngga mau ah..ngga asik ngga ada tantangannya" pada saat menjawab ini, jantung Yvone berdetak tak karuan.

__ADS_1


"Yaudah pikirin aja dulu ya..sekarang gue anter pulang..Gue ada piket malem nanti jam 7, biar ngga telat"


Charlile berdiri dan menarik tangan Yvone dengan lembut seraya menggandengnya untuk berjalan di sampingnya.


__ADS_2