My Fireman

My Fireman
POS Siaga


__ADS_3

Charl, seorang lelaki tampan dan berbadan atletis sedang asik memainkan handphone nya di sudut ruangan.


Tiba-tiba dering telpon kantor berbunyi berbarengan dengan suara alarm kebakaran dari gedung lantai 2 menandakan ada sebuah kebakaran di suatu tempat.


Semua personil berlarian mempersiapkan diri tak terkecuali Charl, sambil memantau suara dari HT kantornya.


"Telah terjadi 65 di tengah kota S, harap semua personil meluncur ke TKP, ganti" suara HT nyaring terdengar di seluruh ruangan


"86 ndan. Segera meluncur ke TKP" jawab Theo menyambar HT yang di meja.


"Charl, Theo, Joe, Haris, langsung meluncur TKP! jangan menunggu yang lainnya" instruksi komandan regu mereka.


Mereka bergegas menuju lokasi kebakaran yang tak jauh dari Pos Standby. Sesampainya di lokasi, kerumunan warga sudah tak bisa di belah lagi. Banyak yang menghalangi jalannya mobil pemadam untuk bisa masuk ke lokasi.


Charl turun dari mobil dan menyuruh para warga untuk memberi jalan buat mobil Damkar.


Sambil memberi aba-aba Charl menyuruh mobil merangsek maju ke lokasi pusat kebakaran.


Sebuah Pabrik Pengolahan Kayu terbesar milik salah seorang pejabat penting terlihat berkobar sebagian.


Charl dan rekan satu team nya bergegas memadamkan kobaran api.

__ADS_1


"Theo..gue atau lo yang di depan?" tanya Charl ke temannya yang terlihat agak panik. Theo baru satu bulan mulai bekerja sebagai pemadam kebakaran. Dan baru pertama kali menangani kejadian kebakaran besar seperti ini.


"Kita berdua aja Charl yang maju kedepan. Biar Theo sama Haris di bagian lain yang ngga terlalu besar" Joe mendekat ke arah mereka.


"Oke gue setuju" jawab Charl sambil mulai menurunkan selang.


"Gue gimana Charl?" tanya Theo kebingungan


"Lo sama Haris di bagian yang apinya kecil aja ya. Tapi lo pegang di belakang Haris jangan di depan" Charl menjawab sambil memasang selang ke mobil Damkar.


Theo mengangguk setuju


"Joe, kita maju berdua. Lo siap kan?"


Charl dan Joe langsung merangsek masuk ke titik kobaran paling besar. Charl memberi aba-aba ke Komandan untuk mengeluarkan air dari dalam mobil.


Sekitar satu jam akhirnya api bisa di jinakkan oleh delapan unit mobil Damkar beserta personilnya di bantu para relawan.


"Charl..hebat banget lo! Dalam 1 jam bisa jinakin tuh api sendirian" Haris menepuk pundak Charl yang sedang duduk kelelahan di pinggir jalan.


"Siapa bilang gue sendirian? Tuuhh..si Joe ngga lo anggep?" Charl menunjuk ke arah Joe yang tergeletak di trotoar

__ADS_1


"hahaha..iya deh iya lo sama Joe. Gue kagum sama kinerja lo Charl"


Charl tak menjawab perkataan Haris. Dia benar-benar kelelahan.


Di saat yang sama, Yvone dan temannya melihat kerumunan orang-orang di pinggir jalan. Mereka pun ikut penasaran.


"Yv..ada apaan tuh rame-rame di depan?" Weni menunjuk ke kerumunan warga.


"Mana gue tau. Lagian gue kan disini sama elo" jawab Yvone cuek


"Diiihh...nih orang yaaa...nyebelinnya mulai kumat" Weni memajukan bibirnya lima senti ke arah Yvone


"Eh liat deh..disana banyak mobil Damkar berjejer-jejer. Pasti ada kebakaran nih di depan. Liat yuk Wid" Ane menarik tangan Widya dan Widya pun reflek menarik tangan Yvone.


"Eh iya bener ada kebakaran tuh" Weni menunjuk ke pusat kerumunan


"Waaaahhhh.....petugas Damkar nya ganteng-ganteng bangeeettt" Ane berteriak histeris melihat para petugas Damkar yang sedang duduk-duduk istirahat di pinggir jalan


Yvone juga ikut memandang ke arah para petugas Damkar. Tak sengaja pandangan matanya bertemu dengan Charl yang juga sedang mengamatinya


"Cakep juga tuh petugas yang lagi duduk di pojokan" batin Yvone

__ADS_1


"kenapa gue jadi deg degan gini ya ngliat tuh cewe?" gumam Charl


__ADS_2