My Fireman

My Fireman
GIOVANI KAREEM


__ADS_3

Ternyata bayangan sekelebat di area ruang resepsionis tadi adalah benar sosok yang selama ini kurindukan. Seorang gadis manis yang tomboi dan ceria yang selalu mengisi hari-hari bahagiaku di masa lalu. Aku sadar akan kesalahanku yang selalu menyakiti perasaannya, entah karena kewajiban tugas kerjaan yang harus kujalankan atau karena jadwal ketemu yang selalu tidak bisa kutepati. Dan akupun harus menyerah walaupun aku tau kita berdua pasti tersiksa.


Tanpa kusadari aku berjalan dan segera berlari mendekatinya.


"Yvi..kamu ngapain disini sayang? kamu sakit? kok ngga ngasih kabar ke aku?" reflek aku menahan bahunya.


Aku lupa kalau aku telah menyakitinya hingga rasanya aku tak pantas melontarkan kalimat tadi. Kulihat ekspresi wajahnya yang kaget dan badannya yang menegang, entah karena kaget, syok atau hal lain, aku tak tau pasti. Aku terlalu khawatir karena yang aku tau selama ini dia jarang sakit dan paling tidak suka untuk datang ke rumah sakit.


Dia hanya menjawab dengan singkat dan sedikit bertanya tentang keberadaanku yang seharusnya memang tidak berada di kota ini. Aku pun menjelaskannya dengan singkat, dan kutawarkan untuk mengantarnya pulang, sedikit agak memaksa memang. Tapi beberapa saat kemudian muncul sosok lelaki tinggi dan tak kalah tegap dariku yang memanggilnya dan menatapnya dengan penuh kasih sayang. Yvi pun menarik lelaki tersebut menjauh dariku, dan menghilang dari hadapanku.

__ADS_1


Hatiku terasa sangat pedih, dan tanpa kusadari tanganku terkepal karena rasa kesal melihat wanita yang pernah dan masih berada di hatiku berjalan bergandengan dengan lelaki lain. Langkahku gontai saat berjalan kembali memasuki area kantin rumah sakit. Aku lupa akan keberadaanku disini adalah untuk pengintaian dan pengawalan. Isi kepalaku berkecamuk.


Aah.. andai saja aku tidak bekerja di bidang ini, andai saja aku tidak ditugaskan keluar kota, andai saja aku selalu berada disisinya, andai saja aku bisa bersikap terbuka kepadanya dan percaya akan dirinya. Banyak sekali penyesalanku hari ini.


"Ndan..bolehkah saya ijin pulang dulu?" tanyaku pada komandanku yang duduk tak jauh dariku


"Kamu sakit Gi?" tanya komandanku sambil menatap tajam kearahku


Aku akan pergi menemui Yvi besok jika pekerjaanku bisa kutinggal walau sebentar.

__ADS_1


Pertanyaan-pertanyaan tetang bagaimana kondisinya atau tentang siapa laki-laki yang bersamanya akan kutanyakan besok atau ku cari sendiri jawabannya besok. Yang aku tak tau besok kapan.


"Hai bro..lo kenapa ngelamun begitu?" tiba-tiba Ethan rekan detektifku menepuk pundakku dengan keras


"Tadi gue sempet ketemu..." belum sempat kalimatku selesai, tiba-tiba komandanku memberi kode untuk segera bergerak


Aku dan Ethan langsung bergerak menuju tempat parkir dan segera mengikuti kendaraan SUV warna hitam metalik yang berjalan kearah pinggiran kota. Targetku kali ini adalah seorang residivis dua kota yang sangat lihai dan sering lolos dari jerat hukum. Inilah yang membuatku kembali ke kota ini, dan kali ini aku harus berhasil menangkapnya karena setelah kasus ini selesai aku bisa naik jabatan dan juga berusaha meraih kembali kisah cintaku.


Ethan menyetir dengan sangat cepat, sedang aku hanya duduk di samping kemudi sambil melihat pergerakan mobil SUV hitam di depanku. Sinyal GPS pada mobil sudah kunyalakan, jika keadaan darurat rekanku yang lain bisa segera mengetahui keberadaan kami berdua.

__ADS_1


Saat aku mengatur tombol-tombol yang ada di dalam mobil, Ethan membanting setir ke arah kanan dan seketika mobil terbalik terseret kurang lebih 300 meter. Kulihat Ethan berlumuran darah disekitar kepala dan merintih kesakitan sebelum akhirnya aku pun tak sadarkan diri.


__ADS_2