My Fireman

My Fireman
Pertemuan Singkat


__ADS_3

"Pulang yuk mas, aku besok ada kuliah pagi, takut bangun kesiangan" Yvone bangkit dari kursinya sambil nyengir kuda


"Oke, bentar gue bayar dulu ke kasir" Charl bangkit dan langsung menuju meja kasir


Yvone berdiri di pinggir warung sambil menatap Charl dengan takjub. Baru kali ini dia ketemu cowok yang langsung bikin dia merasa aman dan nyaman. Dia mendadak lupa dengan kejadian satu jam lalu saat menghindari seseorang.


"hei..jadi pulang ngga? kok malah ngelamun sih?" Charl menepuk pundak Yvone dengan lembut


"Eh..jadi dong mas. Masa mau nginep disini sih? dikira karyawan sini ntar akunya" Yvone terkesiap asal jawab dan langsung berjalan keluar menyusuri trotoar.


Mukanya merah padam malu ketahuan memandangi tubuh atletis laki-laki yang baru di kenalnya itu.


Charl berjalan di samping Yvone sambil sesekali mengecek layar handphonenya. Dia mendadak merasa kehilangan kata-kata di depan gadis cantik dan menggemaskan ini.


"Yv" suara lembut Charl membuat Yvone menoleh langsung


"Ya mas"

__ADS_1


"Gue anter lo pulang ya"


"Ngga usah mas. Nanti ngrepotin lho. Lagian kosan aku deket kok. Masa udah di traktir makan masih mau di anterin pulang juga sih? nanti kalau aku ketagihan gimana hayooo?" canda Yvone.


Padahal dalam hatinya berdebar sangat keras. Kali ini dia merasa sangat deg-degan. Beda dengan perasaannya saat dekat dengan laki-laki sebelum-sebelumnya


"Ya udah deh kalau gitu, belokan depan gue langsung masuk apartemen ya. Jangan lupa hubungi gue kalau udah sampai biar gue ngga khawatir" Charl menjawab dengan nada kecewa


"Mungkin belum saatnya gue tau tempat tinggal dia. Tunggu beberapa waktu lagi, gue yakin bakalan bikin dia jadi milik gue" batin Charl dengan sungguh-sungguh


Beberapa saat kemudian mereka pun berpisah di persimpangan jalan. Yvone melambaikan tangan ke arah Charl. Begitu pun Charl, dia tersenyum dengan sangat manis ke arah gadis tersebut sambil terus memandangi kepergiannya yang semakin lama semakin hilang dalam kegelapan malam.


Tiba-tiba bel pintu apartemennya berbunyi beberapa kali. Charl pun langsung membukakan pintu. Dan terkejut dengan tamunya malam ini.


Di depan pintunya berdiri dua orang cowok yang tak kalah ganteng darinya. Mereka cengingisan depan pintu.


"Ngapain kalian kesini? Ganggu gue istirahat aja deh" Charl heran dengan dua temannya itu

__ADS_1


"Gue sama Joe mau nginep di tempat lo malam ini ya Charl. Pliiiiisss" Haris dan Joe pasang muka memelas di depan Charl.


Mereka tahu, sahabatnya ini adalah orang paling ngga tegaan sedunia. Apalagi kalau mereka berdua yang memohon dengan tulus.


Belum sempat Charl menjawab, dua cowok ganteng ini sudah nyelonong masuk ke apartemennya.


"Joe..lo tidur di sofa ya. Gue depan tipi aja, biar si tuan rumah tetep di kamarnya yang empuk itu" tanpa basa basi Haris langsung memutuskan dan lansung berbaring di depan tipi.


Charl langsung menuju ke kamarnya. Dia berharap mendapatkan satu pesan dari gadis yang di traktirnya makan tadi. Tapi saat melihat ke arah ponselnya, tak ada satupun pesan yang masuk. Dia mendengus dengan kesal dan membanting ponselnya ke kasur.


"Aaaaaarrrggghhhh" Charl berteriak sendiri di dalam kamarnya.


Membuat kedua sahabatnya yang ada di ruang depan langsung berlari ke arah kamar Charl.


Tok tok tok


"Bro..lo kenapa?" Joe mengetuk pintu Charl dengan keras

__ADS_1


Hening tak ada jawaban. Joe dan Haris hanya pandang-pandangan di depan pintu kamar Charl


__ADS_2