
Sementara itu di sebuah bangunan rumah kos elit, Yvone di tunggu kedua sahabatnya di teras depan. Mereka terlihat sangat khawatir, mereka takut kalau Yvone ketemu orang jahat atau di culik oleh seseorang.
Tak berselang lama, mereka melihat sesosok gadis cantik berambut sebahu berjalan mendekat sambil senyum-senyum sendiri. Yvone langsung nyelonong masuk kosan tanpa melihat kedua temannya yang berdiri di depan teras. Dia ngga sadar ada dua pasang mata yang mengamatinya.
"An..tuh bocah kenapa senyum-senyum sendirian sambil jalan ya?" Weni menowel bahu Ane yang dengan serius mengamati Yvone.
"Mana gue tau Wen. Gue juga bingung tuh bocah kenapa. Samperin yuk"
Mereka bergegas mengejar Yvone yang udah masuk ke dalam rumah. Saat Yvone mau membuka pintu kamarnya, Weni dan Ane sudah berdiri menghalangi pintu kamarnya.
"Eh..lo berdua ngapain berdiri depan pintu kamar gue?" Tanya Yvone kebingungan
"Harusnya tuh kita yang nanyain lo, ya ngga Wen?" Ane menjawab dengan kesal. Weni mengangguk dengan pasti.
__ADS_1
"Lah..emang Gue kenapa?" tanya Yvone kebingungan
"Lo yakin ngga kenapa-kenapa Yv" selidik Weni
"Lo ngga lagi kesambet pohon pisang depan gang kan Yv?" lanjut Ane penasaran
"Emang gue kenapa sih? kok malah kalian yang jadi aneh begini?"
"Gue sama Ane tadi ngliat lo jalan dari depan gang sana sambil senyum-senyum sendiri tau Yv" Weni menjawab kebingungan Yvone
"Lah..kalian ngapain di teras depan tadi ngga manggil gue? Terus kalian mau sampai kapan juga berdiri depan pintu kamar gue?" Yvone menjawab dengan sangat santai. Berdiri menunggu temannya memberi jalan untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Kita berdua tuh khawatir banget sama elo Yv, ya ngga Wen?" Ane mulai menjelaskan, dan Weni hanya mengangguk sambil terus menatap tajam ke arah Yvone.
__ADS_1
"Lo tau ngga sekarang udah jam berapa? dan lo tau ngga udah berapa panggilan dan pesan whatsapp dari kita yang ngga lo bales?" tambah Ane
"Uuuupppss..so sorry girls, gue tadi ketemu cowok ganteng di jalan dan di traktir makan sama dia. Jadi gue lupa deh mau ngabarin kalian" jawab Yvone sambil menerobos masuk ke kamarnya.
Ane dan Weni saling pandang, mereka berdua langsung mengikuti Yvone masuk ke kamarnya.
"Lo wajib cerita secara detail ke kita. Biar kita berdua malam ini bisa tidur dengan nyenyak. Ya ngga An?" kali ini Weni yang bersuara
"Iya iya gue ceritain. Tapi biarin gue bersih-bersih badan dulu ya gurls. Bau banget nih badan" Yvone langsung masuk ke kamar mandi
Di dalam kamar, Ane dan Weni saling berbisik-bisik. Mereka curiga sahabatnya itu bertemu dengan mantan kekasihnya yang sudah menyakitinya selama dua tahun ini. Tapi sahabatnya itu selalu luluh dan jatuh ke dalam lubang yang sama setiap kali mereka berdua bertemu. Ane dan Weni takut jika sahabatnya itu akan terluka lagi.
"Semoga aja salah ya Wen" bisik Ane ke telinga Weni
__ADS_1
Belum sempat Weni menjawab, Yvone sudah masuk lagi ke dalam kamarnya. Dia menatap heran ke arah dua sahabatnya itu.
"Mereka berdua kenapa ya?" batin Yvone