My Fireman

My Fireman
Klaim 2


__ADS_3

"Hmmm..ya? apa? ada apa mas?" Yvone sedikit terkejut dengan panggilan sosok lelaki yang duduk disampingnya. Dia segera menengok dan merubah posisi duduknya, sehingga berhadapan muka dengan Charl.


"Kamu kenal sama salah satu korban kecelakaan yang di berita itu, Yv?" tanya Charl penuh selidik.


"Mmm..enggak yakin juga sih mas, cuma liat sekilas tadi" jawab Yvone menutupi rasa terkejutnya.


"Sini duduk deket mas, mas mau cerita kejadian yang mas tangani tadi malem waktu piket malem" Charl menarik tubuh Yvone lebih dekat ke tubuhnya.


Yvone menurut dan duduk diam dengan penuh pertanyaan berkecamuk di dalam kepalanya.


'Kejadian apakah yang telah di tangani oleh lelaki yang telah menjadi kekasihnya ini?'


'Apakah ada hubungan dengannya?'


'Apakah sesuatu yang akan membahayakan hubungan barunya ini?'


'Apakah lelaki ini bosan dengannya?'


Overthinking yang selalu membuatnya bertengkar dengan hubungannya terdahulu mulai menyelimuti pikiran Yvone.


Pletaaak..


Tiba-tiba Charl menjentikkan jarinya di jidat Yvone, dan membuat gadis ini meringis kesakitan

__ADS_1


"Aduh! mas apaan sih?"


"Lagian muka gitu amat cuma di suruh duduk sambil dengerin mas cerita"


"hmmm" Yvone bergumam sambil mengusap-usap jidatnya yang baru saja di sentil jari Charl.


"Sini mas tiup sambil usap-usap jidatnya"


"Enggak! buruan deh mas cerita ada apa, jangan bikin penasaran"


"Siap 86, Sweety"


Charl menceritakan runtutan kejadian yang di tanganinya semalem bersama rekan satu regunya dari awal hingga akhir.


"Tiba-tiba mas ngliat salah satu korban yang sepertinya kemaren ngobrol denganmu di kantin rumah sakit waktu kita jenguk temen mas" Charl menghentikan ceritanya sambil terus memandangi ekspresi wajah Yvone.


Jantung Yvone seperti terhenti seketika saat mendengar cerita dari Charl. Dia tau pasti jika yang dimaksud Charl adalah Gio, mantan kekasihnya dulu.


"Mas yakin kalau salah satu korban itu yang ngobrol sama aku di rumah sakit? emang mas ngliat kemaren aku ngobrol sama siapa?" tanya Yvone berusaha menutupi rasa khawatirnya.


"Yakin dong! Mas tidak pernah salah mengenali seseorang walaupun hanya sekilas melihatnya. Sekarang mas mau tanya, siapa laki-laki yang jadi korban kecelakaan itu? ada hubungan apa sama kamu? sampai kemaren sepertinya dia marah melihat mas menggandeng tanganmu?" akhirnya Charl tidak bisa menutupi lagi rasa penasaran di hatinya. Dia melontarkan berbagai pertanyaan sekaligus.


Yvone melongo mendengar kalimat demi kalimat, pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari mulut Charl. Dia sendiri bingung mau mulai menjelaskan dari mana.

__ADS_1


"Kalau aku bilang dia adalah seorang yang pernah dekat begitu lama denganku, apakah mas akan marah?" Yvone menjawab dengan sangat hati-hati. Dia tau bahwa lelaki di depannya ini sangat possessif tapi juga sangat peduli dengannya.


"Tergantung bagaimana dia akhirnya bisa melepaskan dan meninggalkanmu" jawab Charl tegas.


"Mas ingat? awal kemaren mas menyatakan perasaan, aku jawab apa? aku bilang pelan-pelan kita jalani hubungan ini kan? nah inilah alasannya mas. Aku belum siap sakit hati lagi tiba-tiba ditinggal pergi" lirih Yvone sambil menundukkan kepalanya.


Air matanya perlahan menetes, dadanya serasa sesak. Dia takut kehilangan orang di depannya, tetapi dia juga khawatir dengan kondisi mantan kekasihnya yang baru saja mengalami kecelakaan besar. Hatinya terlalu lemah jika tentang Gio.


Tiba-tiba Charl merengkuhnya dengan erat, dia usap punggungnya dengan lembut, sambil mengecup bagian ujung kepalanya, dan menghapus air mata yang meleleh di pipinya.


"Ssstt..baiklah mas paham. Mas tidak akan bertanya lagi, sampai kamu siap menceritakannya sendiri. Mas hanya penasaran saja dengan laki-laki itu" Charl memeluknya lagi dengan erat.


"Mwaass nggakk mawwraah tsamaa ku?" Yvone berusaha bicara saat wajahnya tertungkup di dada bidang Charl.


"Hah..apa?" Charl kebingungan memahami kalimat Yvone


Sambil menepuk-nepuk punggung Charl, Yvone berusaha melepaskan pelukannya dan kembali bertanya. Charl melepaskan pelukannya dan menatap wajah Yvone.


"Mas ngga marah sama aku kan?"


"Eh..kenapa mas harus marah? mas cuma penasaran saja, selebihnya kamu tetap jadi hunny bunny sweety mas yang tersayang, dan mas tetap jadi the one and only lelakimu. Titik enggak pake koma" Charl menyentuhkan hidungnya ke hidung Yvone.


Yvone tersenyum dan tersipu mendapatkan perlakuan manis seperti itu. Perlahan Charl mendekatkan bibirnya ke bibir Yvone, manciumnya dengan penuh kasih sayang, tidak menuntut. Mereka berciuman mesra selama beberapa detik.

__ADS_1


"Ingat, kamu milik mas yang tidak bisa diambil seenaknya oleh orang lain, begitu juga sebaliknya. Mengerti kan?"


Yvone mengangguk dan memeluk mesra lelakinya. Hatinya menghangat sehangat matahari pagi ini.


__ADS_2