
Satu minggu telah berlalu saat kejadian tak terduga menimpa Charl dan rekannya Joe.
Joe masih terbaring lemah di sebuah rumah sakit milik pemerintah karena lukanya yang cukup serius, sedangkan Charl mendapati beberapa luka di sekujur badannya, termasuk luka gores dan memar di kepalanya yang hingga saat ini masih terasa pusing ketika melakukan kegiatan yang menguras fisik.
Dan sudah satu minggu pula Charl tidak menyalakan handphonenya atau lebih tepatnya kelupaan, karena sibuk recovery badan sambil terus masuk piket saat jadwalnya masuk.
Sementara di seluruh channel berita nasional baik televisi maupun berita online diberitakan telah terjadi kebakaran besar di sebuah PT. Chemical Thech yang merupakan pabrik pengolahan bahan kimia terbesar di kota S memakan korban jiwa dan korban luka termasuk dari para anggota Damkar sendiri.
Kejadian ini membuat komandan regu dari regu Charl mengundurkan diri menjadi komandan sebagai bentuk rasa tanggung jawabnya, dia merasa telah membuat anak buahnya ada dalam bahaya, sedangkan dia justru hanya ada di luar gedung sambil mengontrol proses pemadaman.
Dan sebagai gantinya, Kepala Departemen Damkar menunjuk Charl untuk menggantikan posisi komandannya tersebut. Charl dipilih bukan karena dia juga merupakan salah seorang korban luka dalam kebakaran tersebut, tetapi karena dia memang sudah layak dan cukup kompeten untuk menjadi seorang komandan regu.
Saat sedang merenung di kamarnya, Charl akhirnya teringat akan sesuatu, bergegas dia mencari handphonenya yang lupa di letakkan dimana, seluruh kamar dan lemarinya sudah dia obrak abrik, tetapi nihil.
"Aduuh..hape gue"
Charl merosot ke lantai dengan lemas, dia memijit keningnya yang mulai berdenyut.
Ting tong ting tong ... ...
Bel pintu apartemen Charl berbunyi beberapa kali, dengan malas-malasan Charl bangkit dari duduknya dan menuju pintu.
__ADS_1
"Lama banget sih lo buka pintunya!" Haris nyelonong masuk diikuti Theo di belakangnya
"Ngapain sih kalian pada kesini? bukannya kudu pada jagain Joe di rumah sakit ya?" Charl menjawab dengan muka masam
"Kita kesini tuh cuma mau nganterin ini niihh" sahut Theo sambil naruh sebuah handphone warna black doff di atas meja
"Kayanya kita sia-sia nih Ris dateng kesini, tuh yang punya rumah asem bener mukanya"
"Lah..hape gue kenapa bisa ada di lo The?" tanpa menunggu jawaban, Charl langsung menyalakan handphonenya yang mati dan membuka beberapa pesan yang masuk
Sementara kedua temannya sibuk bikin minum dan menyalakan televisi di ruangan.
"hai"
"Mas apa kabar?"
"Are you okay mas? aku nonton di berita"
"Call me, please"
"it's been a week mas, dan kamu masih belum ada kabar"
__ADS_1
"Hari ini aku pulang ke rumah orangtuaku liburan semester selama 3 minggu"
"Semoga kamu baik-baik aja mas"
Rentetan pesan dari seorang wanita yang berarti dalam hidupnya masuk hampir setiap hari selama satu minggu, dan Charl bahkan hampir melupakannya karena kejadian kemaren itu.
tuuuttt... tuuutt...
Charl langsung men dial no yang ada di hapenya tersebut
"halo"
Suara serak wanita yang baru bangun tidur dari seberang telepon terdengar seksi
"hai..it's me"
Charl berusaha menutupi rasa harunya
"Mas Charl? serius ini kamu mas? kemana aja? kamu baik-baik aja kan? kamu enggak kenapa-kenapa kan? kenapa ngilang? kamu marah sama aku karena aku belum ngasih jawaban?"
Yvi mencecar dengan pertanyaan-pertanyaan tanpa jeda
__ADS_1