
Tibalah kita di depan sebuah ruangan kamar rawat inap kelas satu. Sunyi sepi seperti tidak ada seorang pun yang menunggu pasien.
Sreekkk
Charl menggeser pintu ruangan tersebut, dan menggandeng Yvone masuk kedalam.
Sesosok pasien berbalut perban di bahu kanannya menoleh dan tersenyum ke arah kami
"Waow..what's that bro?"
Joe melongo melihat sahabatnya masuk menggandeng seorang perempuan cantik. Selama kurang lebih tiga tahun dia berteman dengannya, tak pernah sekalipun Joe melihat Charl memiliki teman perempuan atau pacar lebih tepatnya. Alias jomblo akut. Bukan karena Charl kurang tampan atau kurang kaya, tapi kepribadiannya yang dingin dan angkuh membuat beberapa wanita enggan mendekatinya.
"Pssttt..diem lo Joe" Charl mendelik ke arah sahabatnya
"Gimana kondisi lo sekarang? masih ngerasa sesak buat nafas? atau masih ada yang nyeri?" Charl berjalan mendekati ranjang pasien
"Udah sembuh kok gue, kenapa sama rumah sakit belum di pulang-pulangin sih? bosen lama-lama disini, nggak ada yang bening, butek semua perawatnya" Joe asal menjawab sambil sesekali melirik ke arah Yvone yang sedang menelisik setiap sudut ruangan dengan bola matanya
"Dasar lo ya, playboy cap tengil yang kaga laku-laku" Charl menjitak kepala Joe dengan pelan
"Eiittss..siapa bilang gue ngga laku? selama gue disini banyak banget tuh fans gue yang ngirim bunga" tunjuk Joe ke arah meja di sudut kamar rumah sakit
"Ehem" Joe berdehem pelan
"Apa sih eham ehem eham ehem ?" Charl menarik Yvone untuk lebih mendekat ke dirinya
__ADS_1
"Kenalin cewe gue, Yvone dan ini temen mas yang paling bawel nglebihi nenek mas di rumah, Joe" Charl akhirnya memperkenalkan mereka berdua
"Haii..Yvone..salam kenal dan cepet sembuh ya kak" sapa Yvone ramah sambil mengulurkan tangannya
"Joe, terimakasih" Joe menjabat tangan Yvone
"Udah salam-salamannya ngga usah lama-lama, naksir gue kepret sampe gepeng lo" Charl melepas paksa jabatan tangan mereka
"Yaealah bro, tau gitu tadi ngga usah di kenalin aja sekalian. Salaman juga ngga ada tuh 10 detik, posesifnya ngalah-ngalahin kucing yang baru dapet ikan asin aja lo"
"Iya ih..mas kenapa sih? aneh banget jadi orang"
"Ngga gitu Yvi..kamu itu punyanya mas dan hanya mas yang boleh pegang tangan kamu lama-lama, yang lain enggak boleh"
"Lah..ni bocah kesambet apaan tadi di jalan? kenapa jadi kaya anak kecil gini sih woy? Charl sahabat gue mana nih? ilang kemana dia?"
"Udah sana mas ngobrol dulu sama kak Joe, aku mau ke kantin dulu sebentar ya" Yvi yang merasa tidak tahan dengan bau rumah sakit beralasan akan ke kantin untuk menghirup udara luar rumah sakit.
"Mas anter ya, Joe biarin aja disini, udah biasa dia sendirian disini" Charl berjalan mendekati Yvone
"Ngga usah mas..sebentar aja kok, yaaaa.. please.." Yvone memasang muka memelas seimut mungkin
"Iya deh sana, tapi bentar aja, ngga boleh lama-lama, nanti mas kangen"
"Uhuk.." Yvone tersedak
__ADS_1
"Hoeeekkk.." Joe bergidik ngeri
Akhirnya Yvone bisa turun ke lantai satu dan berjalan pelan ke arah kantin rumah sakit yang tadi di lihatnya lebih seperti kafetaria. Saat akan masuk ke dalam kantin dia melihat sosok yang paling dihindarinya. Tapi sepertinya terlambat
"Yvi" sebuah suara yang selama ini ingin dilupakannya memanggilnya dengan lantang
Dia pura-pura tidak melihat dan langsung berbalik arah, tapi sayangnya sosok yang memanggilnya tadi sudah berlari mendekatinya.
"Yvi..kamu ngapain disini sayang? kamu sakit? kok ngga ngasih kabar ke aku?" sosok tersebut menahannya dengan kedua tangan kekarnya dan menatapnya dengan cemas.
Tatapan yang sungguh tidak ingin Yvone lihat lagi, karena pasti hatinya akan goyah lagi seperti sebelum-sebelumnya.
"Yvi..jawab aku. Kenapa kamu diem aja?"
"Aku baik dan kenapa kamu ada disini? bukankah kamu bilang kamu tugas di luar kota?" jawab Yvone dengan suara bergetar.
"Benar aku tugas di luar kota, tapi bulan ini aku ada pengintaian di kota ini sampai kasusku selesai. Kamu sendirian? mau aku anter pulang?" Sosok tersebut berusaha memegang tangannya
"Enggak..jangan Gio..aku nggak mau. Aku bisa pulang sendiri" Yvone mundur selangkah dan hendak beranjak pergi ketika sebuah suara memanggilnya
"Yvi..mas cari-cari dari tadi"
Charl berlari ke arahnya. Dan melihat tubuhnya menegang dengan raut muka yang memucat terlihat jelas.
"Mas..pulang sekarang yuk" Yvone menarik tangan Charl dan berjalan menjauhi Gio
__ADS_1
Sementara Gio memperhatikan laki Charl yang menggandeng tangan Yvone dengan mesra. Dan tanpa sadar tangannya terkepal dengan keras