My Fireman

My Fireman
CHARLILE ALVARO


__ADS_3

"Yvi.."


Suara serakku ternyata menghentikan ocehan gadis di seberang sana


Hening sesaat


"Bolehkah aku menemui mu sebelum kamu pulang ke rumah orangtuamu?"


Dan tanpa menunggu lama, gadisku, ya aku sebut dia gadisku saat ini menjawabku dengan cepat.


"Tentu, datanglah mas" gadisku menjawab dengan penuh semangat


Setelah aku mendapatkan alamatnya, aku langsung bergegas menyambar kunci motor sportku


"Guys..gue pergi dulu, jagain rumah gue" pamitku kepada dua orang temanku yang aku yakin mereka terheran-heran melihatku seperti sekarang ini


Selama ini mereka hanya tau sisiku yang tegas terkesan acuh dan angkuh


Ternyata hanya butuh lima belas menit aku sampai di kos gadis yang mengikat hatiku sejak awal melihatnya. Bangunan kos megah berwarna putih dan berpagar besi sangat aman untuk ditinggali mahasiswi atau karyawati


Segera aku turun dari motorku dan bergegas menuju pintu utama, tapi baru beberapa langkah, aku melihat gadisku sudah berdiri dengan gelisah di teras dan berlari ke arahku untuk membukakan pintu.


"haii.." sapaku semanis mungkin


"Masuk mas"


Dia berjalan memunggungiku, dan reflek aku menariknya kedalam pelukanku. Hangat, nyaman itulah perasaanku saat ini


"Biarkan seperti ini sebentar saja, mas kangen"

__ADS_1


"Tapi mas.."


"Ssttt..diamlah sebentar Yvi" perintahku yang langsung dia turuti


Kuciumi ujung kepalanya yang harum, rasanya aku bisa gila jika harus tanpanya


"Mas..udahan ah peluk-pelukannya, malu, tuuhh..masih ada temen-temenku disini " protesnya masih dalam dekapanku


"Jadi..kalau temen-temenmu ngga ada boleh peluk-pekukan yang lama?" ledekku yang berhasil membuat kulit punggungku di cubit keras olehnya


"Aduuhh.."


"Apaan sih mas? ngga gitu juga konsepnya. Yuk ah duduk, banyak banget yang mau aku tanyain sama kamu mas. Dan...wait.."


Dia mundur selangkah seraya melihatku dari atas hingga bawah berkali-kali, seakan ada yang aneh dari wajahku atau badanku mungkin


Oiya..aku lupa masih ada beberapa plester luka menempel di wajah dan tanganku


"Sejak kapan mas Charl yang aku kenal manggil dengan sebutan aku kamu mas?"


"Dan..apa yang terjadi dengan wajah dan tanganmu? jangan bilang kalau korban anggota Damkar di kebakaran besar seminggu yang lalu itu kamu mas?"


Hampir saja ribuan pertanyaan muncul dari bibir mungilnya yang semakin indah jika kupandangi


"Selow sweety..pelan-pelan dan satu-satu nanyanya yaa"


Kujelaskan satu persatu kejadian dengan runut, dan dia mendengarkan sambil sesekali melongo entah karena takjub atau khawatir, aku tak bisa mengartikannya, tapi ekspresi muka yang dia tunjukkan sungguh sangat lucu dan menggemaskan. Gemas sekali rasanya melihat tingkah lucunya itu. Seakan semua bebanku selama satu minggu ini hilang entah kemana


"Jadi gitu ceritanya.. so sorry kalau kemaren selama satu minggu aku ngga ada kabar apa-apa" akhirnya aku mengakhiri penjelasanku

__ADS_1


"Syukur deh mas..kalau ternyata mas dan temen mas enggak kenapa-kenapa. Emang udah resiko pekerjaan sih ya mas"


"Etapi bentar deh..kayanya ada satu lagi pertanyaanku yang belum kamu jawab mas" tatapannya masih menyelidik


"Apalagi yang belum sih Yv? capek mas ngomong dari tadi, mana di anggurin ngga ada minuman warna oren atau merah atau ijo yang ada es nya pula"


"Tuuuhh..kaann aneh lagi kaann"


Walaupun sambil ngluyur masuk kedalam, tapi tatapannya benar-benar menyelidik.


Akhirnya dia keluar sambil membawa nampan berisi minuman segar dan camilan


"Nah..gini kan seger..jadi enak ngobrolnya" langsung aku menyambar gelas minumnya karena emang haus banget dari tadi


"Jadiii..." Dia menatapku intens seolah mencari jawaban di dalam mataku


"Jadi apa sih sweety?" aku masih kebingungan dengan tatapannya


"Itu tadi lho mas..'aku kamu' tadi itu lho..kamu kenapa dan sejak kapan? perasaan terakhir ketemu masih aja lo gue lo gue sambil ngancem deh. Uuupss" reflek dia menutup mulutnya dengan tangan kirinya


Aku tersenyum mendengarnya. Dan kembali teringat pernyataan seminggu yang lalu yang juga belum terjawab olehnya.


"Dan mas masih menunggu jawabanmu saat ini, sweety" sahutku sambil mengerlingkan sebelah mataku


"Diiih..apaan sih..pertanyaan di jawab todongan"


"Jadi..jawaban seminggu yang lalu mana?" aku menatap matanya lebih intens yang aku yakin telah membuatnya salah tingkah


"Hmmmm....gimana ya? dia memutar bola matanya dan memainkan bibirnya, rasanya ingin sekali aku menciumnya

__ADS_1


"Lamaa..mas anggap jawaban kamu 'iya', mulai sekarang kamu milik mas, enggak boleh lirik sana sini lagi " klaimku dengan nada serius


Dan klaimku ini sukses membuat gadisku melongo dalam diam


__ADS_2