My Fireman

My Fireman
Jaya 65


__ADS_3

"Ini kosan lo Yv?" selidik Charl sesampainya di sebuah bangunan elit di tengah perkotaan tak jauh dari sebuah Universitas unggulan di kota ini


"Iya mas..masuk dulu yuk..Yvi buatin minum biar seger" ajak Yvone setelah turun dari motor sporty milik Charl.


"Next time aja deh..Gue harus persiapan dines malem biar ngga telat dan di hukum komandan regu gue" jawab Charl sambil kembali memasang helm yang di berikan ke Yvone.


"Yaudah deh mas, ati-ati ya. Oya makasih untuk sore ini" balas Yvone sambil tersenyum manis.


"Eiit..gue masih nunggu jawaban lo sampe besok pagi. Awas aja kalau ngga ada jawaban, gue samperin kesini sambil bawa unit damkar yang paling gede" Ledek Charl sembari menyalakan motornya dan beranjak pergi dari kosan Yvone.


Sedangkan Yvone hanya mematung di depan pintu pagar kosannya memandangi kepergian pria yang baru saja dengan santainya mengajak jalan berdua sambil memikirkan pernyataan pria seksi yang sukses membuat jantungnya berdebar kencang sesorean ini. Tepat ketika Yvone beranjak masuk, dua sahabatnya Anne dan Weny juga baru saja sampai entah darimana saja.


"An..Liat deh ada cewe cakep kesambet pintu kosan tuh" Weny sengaja bersuara sangat keras agar terdengar oleh Yvone.


"Eh..iya lo Wen. Tadi sih pamitnya mau ketemu pangeran berkuda, ngga taunya malah kesambet jadi patung berpipi merah tuh dia" timpal Anne ngga kalah kerasnya.


"Apaan sih kalian berdua? masuk yuk..keburu malem nih" jawab Yvone cuek.

__ADS_1


Sementara itu, Charl yakin kalau permintaannya tadi untuk menjadikan Yvone ada di sampingnya tidak bakal di tolak olehnya. Entah mengapa, efek Yvone terhadapnya sungguh berbeda dari perempuan lain yang hanya suka bermain-main dengannya. Sesampainya Charl di apartemen miliknya, dia bergegas mempersiapkan diri untuk berangkat piket malam bersama dua temannya yang dari semalam sudah ngotot akan berangkat bersama dari apartemennya.


Di sebuah kantor induk pemadam kebakaran terbesar di kota ini, terlihat beberapa petugas sedang sibuk persiapan rolling regu piket. Charl dan kedua temannya sampai lima menit sebelum perollingan. Saat mereka bertiga memarkirkan sepeda motor sport mereka, terdengar dering telpon dari dalam pos siaga dan alarm kebakaran juga menyala bersamaan. Mereka bergegas masuk dan mendengarkan arahan dan instruksi dari komandan regu mereka. Berharap bukan sebuah kejadian yang sangat serius.


"Ada kejadian apa Ndan?" Charl bertanya tanpa basa basi kepada komandan regunya. Dan kedua temannya mengekor di belakang sambil meletakkan peralatan yang mereka bawa kedalam loker.


"Charl, Joe, Haris, kita baru saja menerima laporan ada kebakaran pabrik pengolahan bahan kimia di perbatasan kota. Persiapkan diri kalian, lima menit lagi kita meluncur ke tkp! jangan tunggu yang lainnya, biarkan mereka menyusul setelah kita!" Roby sang komandan regu memberi perintah.


"Siap 86 komandan!" jawab mereka bertiga serempak.


Sama seperti sebelumnya, Charl berpasangan dengan Joe, Haris dengan Theo yang baru saja menyusul mereka menggunakan motor trail yang ada di kantor.


"Joe..kita harus ekstra hati-hati kali ini. Bahan-bahan kimia ini berbahaya banget buat kita" Charl memberi kewaspadaan terhadap Joe yang sedang sibuk menarik selang kedepan.


"Oke bro! mari kita maju ke titik pusat api. Biarkan yang lainnya melakukan pemadaman di sisi lain" ajak Joe yang sudah siap untuk bertempur.


"Theo..lo di belakang guwe pegang selang yang bener ya!" seru Haris ke Theo yang sudah mulai terbiasa dengan kejadian jaya 65 seperti ini.

__ADS_1


"Siap bos! gue udah ngga panikan lagi kok" jawab Theo enteng


Sesaat kemudian terdengar ledakan yang sangat keras di bagian tengah bangunan pabrik kimia tersebut. Sepertinya telah terjadi backdraft di area sana. Charl dan Joe yang sudah berada di area dalam pabrik seperti terkurung di tengah kobaran api. Mereka berdua merunduk sambil mengarahkan selang air ke atas untuk mendapatkan supply oksigen tambahan. Tak berapa lama bantuan personil datang lebih banyak lagi.


Satu jam mereka berjibaku memadamkan api yang berkobar hebat, tapi belum ada tanda-tanda akan padam.


"Charl..dada gue sesek nih. Kayanya gue ngga kuat lagi di dalem sini, keluar dulu sebentar yok" ajak Joe yang sudah merasa kehabisan nafas efek menghirup bahan kimia


"Oke Joe, kita mundur pelan-pelan biar ngga ada bangunan yang ngruntuhin kita saat kita bergerak" Charl menuruti permintaan temannya itu.


"Lo masih kuat nafas kan Joe?" Charl memastikan keadaan Joe


Dan tepat pada saat Joe mau menjawab, tiba-tiba salah satu atap gedung berbunyi


Kreteek..kreteekk..brruuugg


Tak di sangka mereka berdua tertimpa sebagian atap gedung yang runtuh. Charl yang masih bisa bergerak segera meminta bantuan menggunakan HT yang selalu dia bawa saat bertugas.

__ADS_1


__ADS_2