
Charl sudah berdiri di depan pintu gerbang kos Yvone, dia langsung mengambil handphone dari dalam tasnya, dan menelpon Yvi.
"Halo sweety..mas ada di depan sekarang, tolong bukain pintu ya" pintanya dan langsung mematikan panggilan teleponnya.
Yvone berdiri mematung dengan handphone masih menempel di telinganya.
"Yvi..woy..lo kenapa? tiba-tiba tegang begitu?" Doni melambaikan tangannya ke muka sahabatnya itu ketika dia baru saja keluar dari kamar mandi.
"Mati gue Don. Gimana ceritanya ini nanti. Duh perang baratayudha pagi-pagi keknya ini" Yvi berlari ke kamarnya dan menyisir rambutnya serta menyemprot parfum ke seluruh tubuhnya.
"Tau ah. Gue mau pulang sekarang. Kunci motor gue mana Yv?"
Doni ngga memperdulikan tingkah konyol sahabatnya, saat menemukan kunci yang dicarinya dia langsung ngeluyur keluar garasi sambil mengeluarkan motornya. Ketika dia membuka pintu gerbang, dia dikejutkan dengan adanya sosok laki-laki gagah dan tampan yang sedang bersandar di motor sport sambil menatapnya dengan tatapan penuh selidik.
"Halo pak eh kak, nyari siapa ya?" Sambil garuk-garuk kepala Doni memberanikan diri bertanya.
"Yvone" jawab laki-laki itu singkat masih dengan menatap tajam ke arahnya.
"Doniii..lo cepetan pulang sekarang juga lewat pintu samping ya" Yvi berteriak sambil berlari ke arah pintu gerbang untuk membukakan pintu Charl.
Dan tiba-tiba langkahnya terhenti.
"Uuupps..kelar sudah hidup gue pagi ini" batinnya.
Sambil berjalan menunduk Yvi maju beberapa langkah ke arah Charl dan Doni yang sedang bertatap-tatapan penuh ketegangan.
"Eh..mas Charl udah di sampai" cengar-cengir dia mendekati Charl yang tatapannya sudah beralih ke arahnya.
__ADS_1
"Charl? jadi ini cowo yang lo ceritain semalem Yv?" Doni menyela diantara keduanya.
"Ssttt..lo diem dulu" Yvone memberi kode kedip-kedip ke arah Doni. Sayangnya Doni tidak memperhatikan.
Tiba-tiba Charl mendekat ke arah Doni, dan reflek dia mundur ke belakang karena badannya kalah tegap.
"Charl..kekasih Yvone satu-satunya dan seterusnya" Charl mengulurkan tangannya.
"Eh..iya. Saya Doni sahabatnya Yvone. Bukan satu-satunya juga sih" Doni membalas uluran tangan Charl sambil tersenyum.
"Ngapain lo pagi-pagi udah ada di kosan Yvi? ada keperluan apa lo? bukannya Yvi sendirian di kos? kalian engga macem-macem kan? jangan bilang lo tidur disini semalam?" Charl mengeratkan tangannya dengan diiringi rentetan pertanyaan yang keluar dari mulutnya, membuat kedua manusia yang seperti baru saja terpergok berbuat mesum hanya melongo saja. Dan Doni meringis kesakitan karena tangannya mulai memerah.
"Mas..udah ayo masuk dulu, nanti aku jelasin di dalem" Yvone menarik tangan Charl dan memasang muka semanis mungkin untuk meredakan amarahnya.
Tanpa menghiraukan Doni yang masih mematung di depan pintu gerbang, Charl melangkah masuk membawa semua barang bawaannya. Tiba-tiba dia melemparkan kunci motornya ke arah Doni, untung saja Doni sigap menangkap kunci tersebut.
Doni seperti terhipnotis dan langsung menuruti perintah Charl. Sesaat kemudian dia menyadari sesuatu.
"Ini kenapa gue yang jadi b*** sih. Mau-mauan di suruh sama cowo tengil kek gitu. Sial**" umpatnya dalam hati.
Dia langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada Yvone, khawatir akan memperkeruh suasana ketiganya.
"Duduk mas" Yvone mempersilahkan Charl duduk di kursi teras.
"Ngga mau. Mas maunya masuk kedalam" Charl nyelonong masuk ke dalam kosan Yvone.
Yvone pun mengekor dari belakang. Langkahnya terhenti karena menabrak punggung Charl yang tiba-tiba berhenti di ruang tengah.
__ADS_1
"Aduuh" erangnya sambil memegang jidatnya.
Reflek Charl memutar badannya dan langsung memeluk Yvone untuk beberapa saat.
"Dada mas sesak karena amarah, kamu tau?" ucapnya sambil mengusap-usap jidat Yvone yang memerah.
"Maaf" Yvone mendongakkan kepalanya untuk menatap ekspresi wajah Charl.
Saat itu juga Charl langsung mencium bibir manis Yvone dengan lembut. Yvone yang terkejut segera menahan dada Charl yang semakin menempel. Tapi Charl tidak menghentikan ciumannya begitu saja. Dia semakin memperdalam ciumannya dengan penuh gairah, seakan dia tidak mau melepaskan gadis ini. Yvone hanya bisa pasrah dan menikmati setiap rasa yang ada, sambil sesekali mengambil nafas. Dia bukan tidak pernah berciuman. Hanya saja kali ini rasanya mungkin membuat seluruh badannya serasa tidak bertulang.
"Ingat! kamu hanya milikku! Tidak boleh ada laki-laki lain yang berusaha mendekatimu! mengerti kan?" ucap Charl saat menghentikan kegiatan ciuman yang panas barusan.
Yvone mengangguk dan langsung berlari ke arah pantry karena malu.
Charl yang melihat tingkah lucu kekasihnya hanya tersenyum. Dia kemudian duduk di sofa sambil mengeluarkan barang-barangnya dari dalam tas, dia berencana akan mandi setelah semalaman piket malam dengan berbagai rentetan kejadian darurat.
"Mas..mau aku bikinin minum apa?"
"Apa aja yang penting kamu yang bikin"
"Orange juice aja ya mas"
"Hmm..kamar mandi kamu mana sweety?"
"Mas mau ngapain nanya-nanya kamar mandi?"
"Ya mau mandilah. Kenapa? mau ikut mandi bareng?"
__ADS_1