
RUMAH LULU (TAHUN 2007)
Sepulang dari Les Komputer Lulu bergegas membuka sepatu dan meletakkan tas keatas meja lalu segera makan karena sudah merasa sangat kelaparan. Dari ujung ruangan sebelah kiri terdengar suara mesin jahit, yang dimana Opung sedang memperbaiki bajunya yang robek. Opung Lulu berumur 75 tahun masih terlihat seperti berumur 60 tahun, memang hobi menjahit apalagi untuk mengisi waktunya yang kosong. Selesai makan siang, Lulu berjalan menuju kamar.
"Ah, hari melelahkan! sebel banget tadi ya...itu guru senang banget manggil aku LUMON, si Lulu Montok! dari segi mana coba aku ini montok? rata malah... " Sibuk berkaca sambil berputar mengamati postur tubuh.
Suara dentingan jam dinding begitu terdengar diruangan yang sunyi. Sedang lelapnya tidur siang...
tiba - tiba Opung memanggil, "Lulu.....lu...lu.......!"
Lulu terbangun agak kesal karena sangat mengantuk, "Iya...!"
Bangun dari tempat tidur dengan sedikit agak malas lalu melangkah keluar kamar menemui Opung.
"Apa, pung?" Tanya Lulu sambil menguap sembari mengusap kedua mata. "Masukkan dulu benang ini ke jarum nah, sudah tidak terang lagi mataku melihat. " Sahut Opung menyerahkan benang berwarna putih dan sebuah jarum. Lulu melakukan apa yang opung minta kemudian menyerahkan jarum tersebut kepada Opung, "ini opung sudah... "
Tidak terasa sudah jam 16.00 Wib, merasa bosan banget dirumah gak tau mau ngapain...Lulu menyalakan televisi. Baru saja menyalakan televisi sudah muncul sesuatu hal yang membuat hatinya tiba - tiba menjadi galau.
"Andhika Pratama? kog lama - lama jadi ngefans? jadi teringat sama dia.......sudah lama...gimana kabarnya ya? " Lulu yang sedang menonton Ftv Andhika Pratama seketika memikirkan seseorang yang sudah hampir 2 tahun tidak pernah bertemu.
Dia adalah teman seperti sahabat yang Lulu kenal disebuah Gereja, dimana mereka mengajar anak sekolah minggu. Gereja itu adalah saksi dimana mereka pertama kali bertemu. Namanya adalah Boy, seorang pria yang usianya lebih muda 1 tahun dari Lulu tapi sifatnya lebih dewasa.
GEREJA (TAHUN 2004) - FLASHBACK
Boy kelahiran tahun 1990, bisa dibilang , ramah dan suka bergaul. Lulu kelahiran tahun 1989, bisa dibilang manis, warna kulit tidak hitam tidak juga putih, pendiam, tertutup, sulit bergaul dan polos. Dilihat dari karakter mereka saja itu jelas sangat berbeda. Namun, entah mengapa kalau sudah bertemu dengan Boy di Gereja rasanya itu sangat senang sekali dan bahkan tiba - tiba ada rasa sedikit tidak suka jika melihat Boy dekat dan akrab dengan seorang wanita yang juga adalah guru sekolah minggu lainnya. Lulu tidak tahu kenapa jika melihat itu rasanya kesal seolah ingin memisahkan mereka.
Boy dan Lulu bertemu disalah satu Gereja Pentakosta. Lulu selalu sembunyi - sembunyi jika ingin pergi ke Gereja itu karena takut ketahuan sama Opung. Kalau sampai ketahuan, Opung akan marah besar. Maklumlah, Opung itu tidak suka mendengar Gereja Pentakosta karna sesuatu hal. Opung selalu bergereja di Gereja Protestan dari dulu. Jadi, kalau Lulu mau ibadah hari minggu dan mau mengajar anak sekolah minggu. Pasti Lulu mencari ide yang masuk akal untuk berbohong agar tidak ketahuan. Suatu kali, ada moment dimana Lulu pulang gereja tiba - tiba Boy menawarkan diri untuk mengantar Lulu pulang.
__ADS_1
"Mau pulang? " tanya Boy sambil tersenyum.
"Iyalah, ini sudah mau jam 14.00 Wib...aku bisa dimarahi Opung kalau belum pulang." Jawab Lulu dengan raut wajah memikirkan berbagai hal yang akan terjadi kalau sudah sampai dirumah.
"Aku antar yah...tapi jalan kaki." Sahut Boy gugup karena takut ditolak.
"Jalan kaki? ayoklah, buruan! " Lulu yang diam - diam merasa senang didalam hati.
Jarak dari Gereja ke Rumah itu sebenarnya agak jauh, cuman kalau jalan kaki bersama teman sambil ngobrol pasti tidak terasa cepat sampai ditujuan.
"Tumben mau ngantar aku pulang..." Lulu penasaran melirik Boy yang berada disampingnya.
"Kupikir tadi kamu bakal nolak aku antarin pulang dengan berjalan kaki." Sahut Boy agak menunduk.
"Ya nggak lah! aku ini uda terbiasa jalan kaki dari SD! " Jawab Lulu tersenyum. "Loh, sama dong..." Boy kaget kurang percaya lalu tersenyum senang menatap Lulu yang ada disampingnya.
"Maksudnya? " Kening Boy terlihat berkerut berpikir.
"Aku cewek kamu cowok, ya gak samalah! Hehehehehe......." Lulu tertawa karena melihat raut wajah pria yang berjalan disampingnya itu berubah jadi merah.
"Kupikir tadi apaan! Aku gendong kamu yah masuk kedalam becak itu! " Boy tertawa kesal sambil menunjuk becak mesin yang sedang parkir.
"Coba aja kalau berani..." Lulu menantang Boy sambil bercanda.
"Sini...sini......." Boy mulai memegang tangan Lulu berusaha melakukan apa yang dia katakan sebelumnya.
"Eh, eh.. apaan sih.......! Dilihat orang! " Lulu terkejut dan berusaha melepaskan tangan Boy sambil melihat sekitar.
__ADS_1
"Bercanda kog...hahahahaha........" Boy tertawa gembira mengerjai Lulu.
Tidak terasa sudah mau hampir tiba di rumah. Hanya tinggal beberapa langkah lagi. Didalam hati Lulu sebenarnya masih ingin bersama Boy...masih ingin menambah waktu. Namun, Lulu berpikir bahwa dirinya bukanlah siapa - siapa bagi Boy hanya cuman seorang teman gak lebih dari itu.
"Kog aku lebih tinggi sedikit sih dari kamu? berarti kalau aku pakai highheels jadi tambah lebih tinggi dong dari kamu..hehehehehe......." Lulu berusaha mencari topik pembicaraan karna sedari tadi mereka terdiam.
"Awas kamu ya! Paling - paling nanti kamu pendek seketek aku." Boy tidak menerima dibilang pendek tapi ujung - ujungnya dia malah tersenyum sambil mengelus pelan kepala Lulu.
Lulu kaget tapi didalam hati senang berbunga - bunga dan berpikir Apakah Boy mungkin memiliki perasaan yang sama dengannya?
"Hmmm, Boy, sampai disini aja yah...aku gak mau kamu ngantar sampai didepan rumah. Kamu tahu kan Opung aku itu cerewet apalagi kalau aku ketahuan pulang sama cowok, bisa gawat..." Lulu menghentikan langkah tepat didepan rumah tetangga sebelah.
"Sebenarnya aku mau mengantar kamu sampai dirumah tapi ya sudah lah aku mengerti. Sudah segede gini masih aja dilarang berteman sama cowok ya..." Jawab Boy serius menatap Lulu.
"Iya, selama masih sekolah dilarang pacaran...apalagi kamu kan tahu dari kecil aku itu sudah tinggal sama Opung. Jadi, wajarlah Opung khawatir." Jelas Lulu sambil sesekali memeriksa halaman rumah karna takut kalau Opung keluar dari rumah.
"Ya, aku ngerti kog. Aku pulang yah..." Jawab Boy yang tidak bosan menatap Lulu.
"Kamu pulang jalan kaki lagi atau? " Lulu agak khawatir Boy merasa lelah.
"Iya, sekalian lah jalan sore - sore..." Boy tersenyum.
"Makasih ya, kamu hati - hati di jalan." Lulu tersenyum manis.
"Ya sudah, kamu masuk dulu ke rumah." Jawab Boy yang sebenarnya juga masih ingin bersama Lulu.
Perlahan Lulu membalikkan badan dan melangkah kearah rumah, kemudian membuka gerbang lalu menutupnya kembali. Lulu masih memandang Boy dari kejauhan. Setelah melihat Lulu masuk kerumah, Boy mulai melangkah pergi.
__ADS_1