
SEKOLAH (TAHUN 2005) - FLASHBACK
Jam istirahat yang dinanti - nantikan akhirnya tiba setelah melewati rintangan dalam bidang pelajaran Kimia. Sebenarnya dia berencana mau mengambil kelas IPA karena bercita - cita ingin menjadi seorang Dokter. Tapi, apa mau dikata...melihat darah saja gak tahan, melihat orang korban kecelakaan saja mau pingsan, ayam mau di gorok lehernya saja sudah mau kabur dan yang terakhir paling menghindari pelajaran Kimia. Disekolah, Lulu memiliki geng persahabatan namun terkenal dengan sebutan geng partai iblis. Mengapa disebut begitu? karena dimana mereka berada pasti berisik dan suka ngelawak ngetawain murid - murid lain bila ada yang berpenampilan aneh, tapi bukan nge-bully yah. Apalagi kalau pagi - pagi Sekolah melakukan rutinitas seperti upacara,senam, dan mendengarkan pengumuman dari Kepala Sekolah pasti mereka satu geng itu berisik sambil godain murid - murid lain ngelawak begitu.
Pernah suatu hari ketika Kepala sekolah memberikan pengumuman, Lulu dan geng nya sedang ngobrol - ngobrol dibarisan. Mereka berdiri dibarisan yang tidak terlalu belakang tapi satu arah dengan Kepala Sekolah. Saat menyadari bahwa dia dan geng nya menjadi pusat perhatian karena berisik, Lulu memilih untuk diam seakan mempunyai feeling mau kenak tegor sama Kepala Sekolah.
Setelah Lulu diam barulah Kepala Sekolah memberikan teguran, "Dari tadi saya komat - kamit disini tapi kayaknya gak dihargai ya! Kalian pikir berdiri didepan ini memberikan arahan nasihat dan pengumuman itu tidak capek! Saya dari tadi itu uda capek komat - kamit tapi itu malah asyik bergosip!"
Mendengar itu, seketika semua murid menjadi hening dan menunduk...
"Kau tadi sih ngajak2 ngobrol! Jangan - jangan aku pulak lagi nanti yang kenak marah! " Keluh salah satu teman Lulu berbisik kepada salah satu diantara mereka sambil menunduk.
"Itu kenapa asik aja ngobrol dari tadi?! Kamu pikir tidak saya perhatikan! " Kepala Sekolah menunjuk lurus kearah barisan yang dimana Lulu dan geng nya berdiri dalam barisan.
Banyak murid - murid memperhatikan kearah Lulu dan geng nya. Biar tidak menjadi korban, salah satu teman Lulu menunjuk murid lain, "Makanya dari tadi jangan berisik...!"
Lalu murid - murid menyoraki murid yang ditunjuk oleh teman Lulu "Huuuuuuuhhuuuu.................!"
"Maksud saya itu yang dibelakang bendo putih! " Tegas Kepala Sekolah.
Alhasil, semua pandangan mengarah kearah Lulu...
"Loh, aku kan dari tadi udah diam...kenapa aku yang dituduh?!" Keluh Lulu dalam hati merasa malu dan gak menerima. Lalu,menegur pelan salah satu temannya yang juga berdiri dibelakang temannya yang memakai bendo putih, "Perasaan kau lah tadi berisik tina sama dani...kog aku pulak yang kenak tegor! "
Melihat itu, pandangan murid - murid berubah haluan kearah temannya Lulu dan memberikan sorakan, "Huuuuhhuuuuu........!"
"Loh, bukan itu! tapi itu yang bendo pink! Apa perlu saya menghukum kamu untuk berdiri disini menggantikan saya memberikan arahan nasehat dan pengumuman?!" Kepala Sekolah lebih mempertegas lagi siapa yang dimaksud karena kesal.
Spontan Lulu terkejut batin sembari menunduk menyembunyikan wajah dengan perlahan melepaskan bendo pink yang dia kenakan walau tadinya ragu - ragu. Wajah Lulu memerah karena sangat malu melihat semua pandangan murid - murid mengarah padanya sambil memberikan sorakan.
__ADS_1
"Kog aku yang dituduh? gak terima aku! kesal aku lah! " Keluh Lulu dalam hati.
Karena kejadian itu, Lulu jadi sering disebut si bendo pink. Dalam satu geng Lulu memiliki 6 sahabat yang memiliki karakter berbeda. Ada yang tomboi, playgirl, keibuan, polos, cerewet, dan pendiam.
Jam istirahat ini Lulu dan geng nya nongkrong dikantin sambil menonton kakak kelas sedang latihan basket.
"Liburan natal kalian kemana?" Tanya Eva si cewek playgirl yang datang membawa makanan ringan.
"Paling dirumah aja lah seperti biasa gak bisa keluar karena keluarga dari luar kota pada datang liburan." Jelas Lulu sambil mengunyah makanan.
"Kerumah Anna aja yok woi...pasti banyak kue natal tuh hahaha..." Seru Lenny si tomboi bersemangat sambil tertawa.
"Silahkan - silahkan...pintu rumahku selalu terbuka untuk kalian. Tapi, jangan lupa kabarin aku dulu ya kalau kalian mau datang." Jelas Anna si polos sambil terus memandang kakak kelas yang latihan basket.
"Eh, gimana kabar Boy? pernah ketemu lagi gak?" Rina si cewek keibuan penasaran dengan kelanjutan cerita mengenai Boy yang membingungkan.
"Gak pernah...mungkin uda hampir 5 bulan gak ketemu. Aku kan uda gak ngajar Anak Sekolah Minggu lagi semenjak hampir ketahuan sama Opung. Yah, jujur sih kangen banget sama dia tapi ngapain lah mikirin dia. Belum tentu juga dia suka samaku." Keluh Lulu mengingat kenangan bersama Boy saat mengajar Anak Sekolah Minggu.
"Ah, gak tau lah aku...kalau ingat umur jadi bingung juga aku." Keluh Luluh merasa putus asa.
"Umur itu gak menjamin kedewasaan seseorang! Gak usah capek mikirin itu Lulu...zaman sekarang uda mulai banyak kog yang pacaran beda usia. Si cowok lebih muda si cewek lebih tua, trus ada sebutan brondong gitu. Tapi kan, umur kalian cuma beda setahun jadi gak masalah lah." Lenny menjelaskan sangat tegas.
Rumah Lenny bisa dibilang dekat dengan rumah Lulu tapi yang lebih dekat jaraknya itu rumah dani dan rumah lenny. Jadi, Lulu dan Dani juga sering main kerumah Lenny untuk curhat - curhat mengenai cowok yang mereka suka. Setelah mendengar penjelasan tersebut, Lulu pikirannya mulai terbuka tapi tetap saja dia masih berpikir kalau Boy tidak memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.
GEREJA (25 DESEMBER 2005) - FLASHBACK
Malam natal ini Lulu janjian Gereja bareng sama Rina di Gereja Protestan tempat biasa Opung bergereja. Opung tidak bisa ke Gereja karena kurang enak badan dan dirumah juga ada keluarga yang baru tiba dari luar kota.
Sampai di Gereja Lulu dan Rina memilih duduk dilantai 2 karena lebih banyak anak muda - mudi yang duduk dilantai 2. Selesai ibadah, Lulu dan Rina segera turun kebawah dan duduk diluar bangunan Gereja didekat Speaker yang besar. Rina pergi sebentar menemui Opungnya untuk menanyakan sudah mau pulang kerumah atau belum. Lulu fokus menatap jam tangan bertanya - tanya dalam hati gimana mau pulang kerumah karena sudah jam 21:00 Wib apalagi angkutan umum sudah tidak ada.
__ADS_1
"Lulu, kenapa? kog kayak lagi mikirin sesuatu?" Rina tiba - tiba datang dari arah belakang dan duduk disamping sebelah kanan Lulu.
"Iya, aku bingung gimana mau pulang...takut aku lah. Sudah jam segini pasti angkot gak ada lagi kalau pun ada harus lama ditunggu baru muncul." Keluh Lulu dengan raut wajah ketakutan.
Wajar sih, karena selama ini Lulu tidak pernah pulang selarut ini sendirian...
"Gak usah takut! Berdoa saja pasti Tuhan lindungi kamu." Rina berusaha menghilangkan rasa takut Lulu.
"Iya, kau enak...rumahmu dekat dari Gereja trus pulang sama Opung dan sepupumu." Keluh Lulu yang tidak bisa menghilangkan rasa takutnya.
Tiba - tiba, HP Lulu berbunyi.......
Ada nomor yang tidak dikenal menelepon. Bingung dan bertanya - tanya siapa yang menelepon, Lulu putuskan untuk menjawab telepon masuk tersebut.
"Halo, siapa ini?" Tanya Lulu sambil menutup telinga kanannya agar bisa lebih jelas mendengar suara dibalik telepon tersebut karena posisi Lulu duduk berada didekat Speaker besar yang sangat berisik.
"Kak Lulu ini aku Heny! Selamat natal kak......rindu kali sama kakak! " Heny begitu antusias menyapa dibalik telepon.
Heny adalah salah satu Guru Sekolah Minggu dimana Lulu dan Boy mengajar Anak Sekolah Minggu.
"ARGHH...!!! Heny selamat natal! Aku juga rindu samamu...sudah lama gak ketemu kita!" Lulu terlihat senang ditelepon sama Heny dengan harapan bisa minta tolong untuk diantar pulang kerumah.
"Kakak lagi dimana? kog berisik kali..." Heny agak merasa terganggu dengan suara berisik yang berasal dari Speaker.
"Hen, aku boleh minta tolong gak? antarin aku pulang kerumah...gak tau aku kayak mana ini mau pulang...Hisk...hisskk....takut! " Rengek Lulu memandang sekeliling dimana satu - persatu orang yang hadir di Gereja pada beranjak pulang.
"Memangnya kakak dimana sekarang?" Heny penasaran.
"Apa??? gak dengar aku!" Lulu berusaha mendengar sambil menutup telinga kanannya.
__ADS_1
Bersambung.......