
RUMAH LULU (TAHUN 2007)
Hari ini seperti biasa Lulu begitu sibuk dengan rutinitas yang setiap hari dilakukan. Pagi - pagi pergi ke Pasar untuk berbelanja kebutuhan dapur dan bahan - bahan untuk masak. Selesai masak, Lulu juga harus membersihkan rumah lalu mencuci pakaian dia sendiri dan juga mencuci pakaian Opung walau tidak sering. Yang tinggal di Rumah selain Opung dan Lulu ada juga Tante yang berusia 47 tahun beserta 2 orang anak nya yang cowok, berusia 21 tahun dan 13 tahun sedangkan anak pertama Tante yang cewek berusia 23 tahun sudah merantau ke Bandung. Tante adalah anak Opung yang nomor 3. Anak Opung ada 11 orang dan jumlah cucu tidak terhitung banyaknya. Makanya keluarga Lulu bisa dibilang adalah keluarga besar. Jadi, tidak heran kalau Rumah Opung memiliki 6 kamar. Kalau Tante ada waktu dan tidak berjualan, maka Tante lah yang pergi ke Pasar untuk berbelanja. Iya, Tante pekerjaannya adalah berdagang tomat, kentang, bawang, dan cabe di pagi hari sampai siang hari di Pasar.
"Haaahhh.......! Akhirnya selesai juga kerjaan hari ini. Aduh, capek banget." Lulu keluar dari kamar mandi menghela nafas sambil mengangkat kedua tangan keatas seperti meregangkan otot.
"Lulu, sediakan makan siangku." Opung baru bangun tidur siang lalu berjalan ke arah ruang makan.
"Iya, Opung..." Jawab Lulu sambil pergi mengambil piring dan gelas.
"Nanti, pergi dulu beli obat ini ditempat biasa. " Opung menyerahkan bungkusan obat yang sudah habis sambil memberikan uang.
"Iya, Opung boleh aku minta sedikit uang? mau beli keperluan untuk Les Komputer." Lulu meletakkan makanan siang di meja tepat didepan Opung.
Karena Lulu baru lulus sekolah SMA dan tidak bekerja, jadi kalau ada keperluan Lulu meminta uang sama Opung.
"Butuh berapa?" Opung mengambil dompet yang ada didalam kantong kecil tepat dibalik rok.
"Lima puluh ribu......."Lulu agak takut kalau Opung mengeluh.
"Nah, ini...jangan kesorean pulang." Opung memberikan uang sambil memberi peringatan.
"Iya......." Lulu begitu senang kemudian pergi ke kamar.
Di kamar, Lulu segera mengambil Handphone untuk menelepon Dani.
"Kau lagi ngapain? temani aku ke kota yok...aku mau beli obat untuk Opung, habis itu aku traktir deh makan bakso." Rayu Lulu agar temannya itu tidak menolak ajakan.
"Jam berapa?" Suara Dani terdengar seperti baru bangun tidur dibalik telepon.
"Jam 14:00 Wib lah...aku nanti kerumahmu. Kau bersiap - siap dari sekarang yah!" Jawab Lulu sambil memperhatikan jam dinding sudah menunjukkan pukul 13:25 Wib.
"Iya...iya......." Jawab Dani sambil menguap dibalik telepon dan mengakhiri pembicaraan.
Lulu bergegas keluar dari kamar untuk mencuci piring kotor bekas makan siang Opung lalu pergi mandi. Selesai mandi, Lulu pergi ke kamar untuk segera berdandan tidak pakai make up hanya cream wajah seperti ponds, bedak bayi dan lipgloss hanya itu...karena Lulu itu cewek polos juga tidak tahu berdandan. Kalau soal rambut ya seperti biasa juga rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai hanya memakai bendo. Setelah itu, Lulu pamit pergi sama Opung yang sedang rebahan di kamar dan tidak lupa mengunci pintu Rumah, kunci digantungkan di jendela kamar Opung.
"Dani.....Dan...Dani......." Lulu sudah berdiri didepan pintu Rumah Dani.
Dani bergegas keluar...
Kemudian, Mereka berjalan untuk mencari angkutan umum.
__ADS_1
KOTA (PUSAT PERBELANJAAN)
Sampai di Toko Obat Cina tempat langganan beli obat, Lulu menunjukkan bungkusan obat kepada pemilik Toko. Menanyakan harga, membeli dan membayar. Setelah itu, Lulu dan Dani berjalan kearah Siantar Plaza untuk cuci mata karena sudah seminggu tidak keluar rumah.
Tiba - tiba, deg...deg..deg.......
"Kog jantungku berdetak kencang ya, Dan?" Lulu mengelus dada sambil berpikir.
"Masa? perasaanmu aja kali." Sahut Dani menanggapi biasa saja.
Sebelum beberapa langkah mau menyeberang jalan, Lulu berpapasan dengan Boy.
Mereka saling terkejut.....
Boy terlihat tersenyum senang karena bisa bertemu dengan Lulu secara kebetulan.
"Lulu......" Sapa Boy yang masih memakai seragam sekolah STM.
"Eh, Boy.....darimana?" Lulu masih tidak percaya bisa bertemu setelah sekian lama.
"Baru pulang sekolah, ini mau ke Perpustakaan sama teman. Kenalin temanku....." Boy memperkenalkan temannya yang juga cowok.
Lulu baru saja lulus sekolah sedangkan Boy baru naik kelas 3 STM.
"Seperti yang kau lihat aku baik - baik saja." Lulu tersenyum memandangi wajah Boy yang bertambah tampan.
"Boleh aku minta nomor hp mu?" Tanya Boy agak segan karena takut ditolak. "Boleh... boleh..sebentar." Lulu segera membuka tas mengambil pulpen dan secarik kertas untuk menuliskan nomor HP lalu memberikan kertas itu kepada Boy.
"Makasih.......nanti aku hubungi. Lulu, aku harus pergi sekarang takut Perpustakaannya tutup." Boy tersenyum senang kemudian berpamitan untuk mengejar waktu.
"Iya..." Lulu tersenyum, tidak berhenti memperhatikan Boy yang sudah semakin menjauh.
Tidak dapat terkatakan bagaimana bahagianya bisa secara kebetulan bertemu dengan Boy. Jantung Lulu tidak berhenti berdetak sedari tadi.
"Senang nih ye ketemu sama doi..." Ejek Dani ikut bahagia.
"Kog bisa tiba - tiba ketemu kami ya?" Lulu masih mengelus dada karena detakan jantung belum berhenti.
"Mungkin jodoh itu, hehehe..." Terka Dani tertawa kecil sambil menggandeng tangan kiri Lulu.
"Masa sih? apa mungkin jantungku berdetak kencang karena mau ketemu sama dia?" Jidat Lulu berkerut karena sibuk berpikir.
__ADS_1
"Ah, sudahlah. Kalau jodoh gak akan kemana. Sekarang tunggu aja dia nelepon kau. Semoga ini adalah awal." Dani secara tidak langsung memberikan semangat sambil menuntun Lulu mulai kembali melanjutkan perjalanan.
"Iya ya...kita lihat aja lah nanti kayak gimana, apakah dia jadi nelepon atau tidak. Terserah dialah, Dan. Gak berani berharap banyak...aku juga gak tau apakah Boy sudah punya pacar atau belum." Keluh Lulu pasrah tapi sebenarnya sangat berharap Boy itu akan menelepon.
"Cowok ganteng gitu biasanya pasti uda punya pacar. Tapi, dilihat dulu lah......kalau si Boy serius samamu pasti bakal nelepon!" Dani terus saja memberikan semangat kepada temannya.
Tetap saja wajah Lulu masih terlihat murung karena memikirkan berbagai hal mengenai Boy.
"Cepatlah kita jalan! aku sudah lapar...makan bakso dimana kita?" Keluh Dani mengelus perut yang keroncongan.
"Kan mau ke Siantar Plaza dulu...." Pikiran Lulu belum fokus karena masih memikirkan Boy.
"Tapi aku sudah lapar.......nanti sajalah habis makan bakso kita kesitu." Keluh Dani memohon karena sudah tidak kuasa menahan lapar.
"Ya sudahlah, makan bakso di Taman bunga tempat biasa aja."Jawab Lulu dengan wajah yang masih murung.
Selesai dari Taman Bunga, mereka singgah ke Siantar Plaza. Lokasi tujuan Lulu adalah Toko Kaset yang menjual Kaset dan CD lagu juga Film. Toko tersebut terdengar memasang lagu Butterfly yang dinyanyikan oleh Melly Goeslaw dan Andhika Pratama. Mendengar itu, membuat hati Lulu menjadi galau kembali merindukan Boy. Padahal, baru saja bertemu.
"Kenapalah si Boy ini mirip sama Andhika Pratama." Keluh Lulu didalam hati.
Dani sibuk berkeliling Toko mencari CD film kesukaannya.......
"Mbak, punya album kaset dan CD film Butterfly?" Tanya Lulu kepada pegawai Toko yang duduk di meja kasir.
"Ada kak." Pegawai tersebut segera mengambil Kaset dan CD Butterfly.
"Aku mau beli..." Tanpa mikir panjang, Lulu langsung mengambil dompet untuk membayar.
"Pasti gara - gara Boy beli itu kan?" Tebak Dani yang bisa membaca pikiran temannya.
"Salah dia sendiri kenapa bisa mirip. Wajah mirip... suara juga mirip. Huft......" Keluh Lulu dalam suasana kegalauan hati.
"Haha...hahaha.....jadi teringat terus ya kalau Andhika Pratama muncul di televisi. Yang sabar Lulu..." Ejek Dani tertawa.
"Gitulah kau senang kali tertawa diatas penderitaan orang." Lulu mengeluh kesal sekali.
"Bercanda loh..." Dani merangkul Lulu dari arah samping kanan sambil tersenyum.
"Ya sudahlah, ayok kita pulang! Sudah sore ini...nanti dimarahi opung pulak aku." Lulu menarik tangan kiri Dani untuk mengajak keluar dari Siantar Plaza kemudian menyeberang jalan menunggu angkutan umum.
Selama perjalanan pulang, Lulu masih teringat - ingat kejadian tadi saat bertemu dengan Boy. Tidak bisa melupakan wajah dan senyuman manis Boy yang sudah lama tidak dilihatnya. Didalam hati, Lulu mengeluhkan kenapa waktu tadi itu begitu singkat saat bertemu dengan Boy.
__ADS_1
"Mungkin gak yah ketemu lagi?" Pikir Lulu dalam hati sangat berharap.