
PASAR (JANUARI 2008)
Seperti biasa kali ini yang bertugas belanja ke Pasar adalah Lulu karena Tante berjualan. Banyak barang yang harus dibeli untuk kebutuhan selama seminggu, jadi yah kadang - kadang Lulu mengeluh saat berbelanja karena begitu berat bungkusan belanjaan yang di tenteng.
"Duh, mau sobek pulak ini plastiknya...kayak mana ini? sudahlah bungkusan besar, berat lagi! jari - jari tanganku pun udah sakit!" Gerutu Lulu didalam hati dengan raut wajah cemberut.
Akhirnya, Lulu memutuskan untuk mampir ditempat Lenny berjualan tomat dan cabe sekalian melepas lelah juga kesempatan meminta plastik yang besar untuk mengganti plastik yang mau sobek.
"Lenny....." Sapa Lulu memanggil Lenny yang sedang menimbang tomat.
"Bah, tumben datang? sini duduk disini." Lenny kaget lalu menyediakan bangku kecil disebelahnya.
"Ih, capek kali lah aku...sakit lagi jari - jariku nih! banyak kali barang belanjaanku. Eh, minta dulu satu plastiknya yang besar...sudah mau sobek ini..." Keluh Lulu menghela nafas kemudian menunjukkan bungkusan yang dimaksud.
Selesai menimbang tomat yang mau dibeli oleh pembeli, Lenny memberikan satu plastik besar.
"Lapar lah aku..." Keluh Lulu memperhatikan sekeliling.
"Belum serapan kau?" Lirik Lenny heran.
"Mana lah sempat, pagi - pagi sudah langsung belanja." Keluh Lulu dengan wajah lesu.
"Beli lah makanan..." Lenny terlihat sibuk menata tomat yang dipajang.
"Haus lah aku..." Keluh Lulu
"Pergilah beli makanan sama air minum." Lenny masih sibuk dengan barang dagangannya.
"Ih, capek aku Len..." Keluh Lulu dengan wajah cemberut.
"Ah, kau dari tadi mengeluh aja lah kesal juga aku lihatnya." Kening lenny berkerut menatap Krissy.
"Maklum lah..." Lulu menunjuk beberapa bungkusan besar hasil belanjaan.
"Sabarlah..." Lenny menggelengkan kepalanya karena heran melihat Krissy yang aneh.
Hari ini Pasar terlihat begitu ramai dari biasanya mungkin karena hari sabtu jadi banyak orang dari kampung/pelosok yang berdatangan. Alhasil, barang dagangan Lenny sudah mulai habis karena diserbu banyak orang. Sesekali Lulu membantu melayani pembeli agar Lenny tidak kewalahan.
"Akhirnya, sudah habis juga. Bisa pulang cepat!" Lenny begitu senang karena jualan laris manis.
"Selamat yah." Lulu tersenyum senang.
"Eh, betewe ada kabar si Boy?" Lenny penasaran.
"Ah, gak usah lagi bahas - bahas dia." Krissy jengkel.
"Yang kupikirnya ada kau dihubungi. Kalau ada, berarti dia menyesal." Jelas Lenny sambil menghitung uang.
"Mustahil itu, Len!" Raut wajah Lulu seperti sudah hilang harapan.
"Aku gak terlalu percaya sama cowokku. LDR itu gak menjamin hubungan bisa berjalan mulus. Walaupun dibilangnya serius samaku,tapi aku sih gak terlalu menanggapi...takut sakit hati pas akhirnya gak sesuai." Jelas Lenny yang sifatnya pasrahan.
"Tapi, berdoa lah Len...kalau memang dia jodohmu kan gak ada yang tahu." Lulu memberikan semangat agar tidak putus asa.
"Iya, itu semua kehendak Tuhan. Kalau gak jodoh juga gak apa - apa." Lenny yang tomboi tapi setia ini ternyata terlihat biasa aja dalam menjalin hubungan.
__ADS_1
Lulu yang polos juga belum pernah berpacaran tidak tahu harus ngomong apa lagi hanya bisa mendengar cerita bercampur keluh kesah.
Sudah hampir pukul 11:00 wib, Lulu harus segera pulang kalau tidak bisa dimarahi sama Opung yang sudah menunggu dirumah.
"Len, aku pulang yah...makasih loh plastiknya." Lulu pamit sembari bangkit berdiri dan mulai menenteng bungkusan.
" Iya, cepat kau pulang nanti dimarahi Opung pulak." Raut wajah Lenny tersenyum kecil seperti mengejek.
"Kog kayak senang kau yah..." Keluh Lulu dengan wajah kesal.
KAMAR LULU
Selesai menyelesaikan pekerjaan Rumah, Lulu akhirnya bisa berbaring ditempat tidur. Hari sudah mulai sore tapi bisalah tidur sebentar beberapa jam.
"Huuuaaammm.......! Akhirnya bisa tidur, ngantuk banget!" Lulu menguap sampai tiga kali.
HP berbunyi...
Ada telepon masuk....
"Siapa ini yang nelepon? dijawab gak ya???" Lulu agak ragu - ragu menjawab telepon dari nomor yang tidak dikenal.
"Kalau gak dijawab nanti takut nyesal pulak, jangan - jangan ini Boy. Ah, dijawab aja lah." Pikir Lulu menerka - nerka.
Telepon masuk akhirnya dijawab...
"Halooo......." Jawab Lulu agak kaku.
"Ini Lulu ya?" Tanya seorang cewek dibalik telepon dengan nada suara ketus.
"Hei! Jangan berani - beraninya ya dekatin Boy! Awas kau!" Ancam cewek tersebut dibalik telepon.
"Loh, siapa pulak kau ngancam - ngancam aku?" Lulu berusaha tenang tapi dalam hati kesal sampai ke ubun - ubun.
"Aku PACARNYA!!!" Jelas cewek dengan nada suara yang membuat telinga pekak.
"Oh, pacarnya yah...kog bisa tahu nomorku?" Lulu dengan tenang menanggapi.
"Iya tahu lah! aku bisa lacak kau jadi jangan macam - macam! Rumahmu pun aku tahu dimana! Karena itu kuperingatkan jangan beraninya deketin Boy, paham kau!" Nada suara cewek dibalik telepon terdengar seperti ingin ngajak perang.
"Kenapa? cemburu ya samaku?" Tanya Lulu berusaha tenang.
"Idih, ngapain cemburu samamu.. cantikan juga aku kemana - mana!" Jelas cewek dibalik telepon seperti mengejek.
"Woi, kau ngancam -ngancam aku itu udah jelas kau cemburu samaku! Bodoh kali kau! Gini ya mbak, kalau memang Boy beneran sayang beneran cinta samamu...gak bakal dia ninggalin kau hanya karena aku. Terus yah, kalau takut diselingkuhi ya mbak harus jadi cewek yang benar donk...karena kan cowok selingkuh itu karena cewek nya yang gak benar." Lulu habis kesabaran.
"Kurang ajar kau ya! Awas kau! kudatangi kau sekarang kerumahmu!" Ancam cewek dibalik telepon.
"Oh, silahkan datang....." Lulu begitu santai menanggapi.
Tuuuttt...ttuuuttt.....tuuuuuttttt.......!
Telepon terputus....
"Ih, dimatiin.....dasar cewek aneh! Ish, kog bisa lah si Boy itu jatuh cinta dan pacaran sama cewek kayak gitu?! Kesambet apa dia ya??? terus, tahu darimana pulak cewek itu nomorku? apa yang dikasih tahu si Boy nya?" Raut wajah Lulu terlihat begitu marah dan emosi.
__ADS_1
Lalu, HP berbunyi kembali...
Ada telepon masuk dari nomor yang tidak dikenal.....
"Siapa lagi ini? Ntah nya cewek yang tadi itu lagi pakai nomor lain! Halooo! " Lulu menggerutu penuh kekesalan dan langsung menjawab telepon.
"Kak Lulu, apa kabar?" Tanya Heny dibalik telepon.
"Siapa ini?" Lulu bingung.
"Heny kak..." Jawab Heny dibalik telepon.
"Loh, Hen? aduh, sory sory...aku pikir siapa...hehehehehe....." Lulu menepok jidat dan lega.
"Ada apa rupanya kak?" Heny penasaran.
"Tadi itu ada cewek aneh nelepon ngaku - ngaku pacarnya si Boy. Malah aku diancam - ancam gak boleh dekatin Boy." Keluh Lulu kesal.
"Cuekin aja kak..." Heny tertawa dibalik telepon.
"Kenal kau siapa ceweknya itu?" Lulu yang kesal bercampur penasaran.
"Kenal kak, tapi aku gak suka lihat itu ceweknya." Jelas Heny.
"Loh kenapa? cantik gak orangnya?" Lulu bingung.
"Menurutku biasa aja kak, body nya kurus cuman putih sih kulitnya. Aku gak suka ya karena orangnya agak sombong gitu." Jelas Heny.
"Oh, gitu ya..." Lulu mulai paham.
"Kak, besok datang lah ke Gereja...kangen loh sama kakak." Nada suara Heny terdengar berharap.
"Aduh, gimana ya? jujur aku jadi malas datang ke Gereja gara - gara si Boy. Jadi benci lah aku sama dia Hen masa sampai ceweknya nelepon ngancam aku." Keluh Lulu.
"Tenang aja kak, bang Boy sudah lama gak datang ke Gereja. Datang kakak besok ya... please!" Heny memohon dibalik telepon.
"Yakin kau si Boy gak datang ke Gereja besok?" Tanya Lulu memastikan.
"Iya, kak. Yakin aku bang Boy gak datang besok karna kalau gak salah sekitar 3 bulan yang lalu terakhir kali bang Boy ke Gereja." Jelas Heny meyakinkan.
"Hmmm, ya sudah lah. Datang pun aku besok ibadah di Gereja." Lulu menyetujui karena sudah yakin.
"Yes! Kutunggu besok! Kak, sudah dulu yah...soalnya aku mau keluar beli makanan." Nada suara Heny terdengar bersemangat dan senang dibalik telepon.
"Ok..." Lulu mematikan telepon mengakhiri pembicaraan.
Selesai berbicara dengan Heny, dikepala Lulu banyak hal yang dipikirkan mengenai besok di Gereja.
"Ah, masa sih si Boy sudah lama gak ke Gereja? terus Gereja dimana dia? apa mungkin Gereja bareng sama ceweknya itu? sebenarnya agak ragu aku besok datang ke Gereja. Tapi, ya sudahlah..semoga gak ke Gereja dia besok biar jangan ketemu kami." Gumam Lulu sibuk berpikir.
Karena hati dan pikiran tidak tenang memikirkan hari esok, Lulu berdoa untuk curhat semua yang baru saja dia alami kepada Tuhan. Didalam Doa, Lulu meluapkan kekesalan hatinya mengenai cewek nya si Boy agar Tuhan memberi teguran.
"Tuhan, besok aku mau ke Gereja Pentakosta itu lagi.. Lulu berharap dan meminta kepadaMu agar jangan mempertemukan Lulu dengan Boy. Lebih baik jangan bertemu Tuhan kalau ujung - ujung nya tambah sakit hati. Berikan yang terbaik untuk Boy, Tuhan. Amin!" Harapan Lulu didalam doa berharap dikabulkan Tuhan.
Selesai berdoa, Lulu merasa sangat lapar...segera keluar dari kamar lalu pergi ke dapur untuk makan malam yang terlalu cepat. Mungkin karna sudah bertengkar dengan cewek si Boy di telepon yang membuat emosi dan menguras pikiran akhirnya Lulu merasa lelah sehingga menjadi lapar.
__ADS_1