MY FIRST BOYFRIEND IS NOT MY FIRST LOVE

MY FIRST BOYFRIEND IS NOT MY FIRST LOVE
PART 8


__ADS_3

PUSAT KOTA DAN ANGKUTAN UMUM (JANUARI 2008)


Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, baru saja kemarin merayakan natal dan tahun baru sekarang sudah mau akhir bulan. Kalau dipikir - pikir dulu saat masih kecil duduk dibangku SD waktu terasa lama sekali berjalan.


Hari ini Dani pergi ke Pusat Kota sendirian untuk membeli pesanan Mamanya. Ada beberapa Toko yang dikunjungi untuk mencari barang tersebut sampai akhirnya ketemu juga. Pesanan Mamanya Dani adalah minyak gosok karo. Karena sudah sore, Dani pun segera mencari angkot untuk segera pulang. Lima menit menunggu, angkot muncul. Dani duduk diujung dekat pintu karena banyak penumpang.


Tapi, tiba - tiba.......


"Eh, Dani...?" Boy yang duduk diujung deretan satu bangku dengan Dani memanggil.


"Loh, Boy?" Dani kaget.


"Darimana?" Tanya Boy.


"Ada beli titipan Mama tadi." Jawab Dani tersenyum tipis karena agak curiga mengamati situasi.


"Hayo loh, siapa itu bang?" Tanya seorang cewek yang duduk didepan Boy.


"Temanku..." Boy tersenyum.


"Teman apa teman? tuh, Nita cemburu kayaknya." Jelas seorang cewek yg lain dengan nada suara heboh.


Didalam angkot ternyata Boy tidak sendiri tapi bersama 5 orang temannya. 3 teman cewek dan 2 teman cowok. Begitu membaca situasi, Dani merasa tidak nyaman seperti ingin meneriaki Boy.


"Oh iya, Dan.. kenalin ini Pacarku Nita." Boy begitu santainya memperkenalkan cewek yang duduk disampingnya tanpa rasa bersalah.


"Oh, iya." Dani tersenyum tipis, didalam hati sudah marah.


"Dan, mengenai Lulu...aku gak nyangka loh dia suka samaku. Setelah kupikir - pikir umur kami kan beda 3 tahun jadi ya gak bisalah. Masa dia lebih tua dariku? yang benar kan harusnya aku pacaran sama yang lebih muda dariku atau seumuran." Jelas Boy begitu santai sambil sesekali tertawa.


"Wih, pacaran sama brondong...hahaha....." Seru teman - teman Boy menanggapi.


"Dan, sampaikan salamku sama Lulu kalau kami hanya berteman saja." Jelas Boy menatap Dani dengan tatapan serius namun didalam hati merasa hancur.


"Iya, makasih ya Boy! kiri, Pak!" Tatapan Dani begitu marah menatap Boy lalu segera turun dari angkot.


Dani tidak menyangka Boy melakukan hal kasar seperti itu. Begitu pedenya mengeluarkan kalimat - kalimat keterlaluan didepan teman - temannya.


"Seharusnya kalau memang tidak punya perasaan sama Lulu, dari awal jangan memberikan harapan!" Dani sangat marah didalam hati.


"Cewek yang namanya Nita itu sok kecakepan! Awas, kau ya Boy kalau ketemu ditempat lain!" Gerutu Dani yang menjadi sangat benci dan dendam.


Daripada pulang ke Rumah, Dani lebih memilih pergi ke Pasar menemui Mamanya yang sedang berjualan untuk menyerahkan barang titipan yang sudah dibeli.

__ADS_1


"Lulu, aku mau datang kerumahmu! tunggu di gerbang sekarang!" Dani menelepon Lulu.


"Ya sudah, kutunggu." Jawab Lulu dibalik telepon.


Dani mematikan telepon lalu segera berjalan cepat ke Rumah Lulu...


RUMAH LULU


"Ada apa ya? kog suara Dani tadi kedengaran seperti marah gitu ya?!" Lulu yang sudah duduk di bangku batu dekat gerbang sibuk berpikir.


Tidak lama, Dani sudah mulai sampai di Rumah Lulu dengan raut wajah yang penuh amarah.


"Kenapa, Dan?" Lulu bingung dan penasaran mengamati ekspresi wajah temannya.


"Lulu, ada sesuatu hal penting yang mau kusampaikan. Tapi, kau harus sabar yah harus kuat." Dani memberi peringatan terlebih dahulu.


"Maksudnya???" Lulu tambah bingung dan penasaran.


"Tapi, kau harus kuat yah..." Dani takut kalau Lulu akan sedih.


"Kuat gimana? maksudnya? gak ngerti aku..." Lulu sedikit mulai khawatir.


"Gini, bentar..tunggu...hoh...!" Dani diam sejenak untuk menarik nafas menenangkan pikiran.


"Lulu, tadi aku ketemu sama Boy di angkot sama teman - temannya." Dani berusaha menenangkan pikiran agar tidak emosi.


"Oh, yah? terus - terus gimana? dia ada nanya aku gak?" Lulu tersenyum senang.


"Gak ada nanya...dia, itu tadi bukan hanya sama teman - temannya..." Suara Dani terdengar agak berat meneruskan cerita.


"Gitu ya...gak ada nanya aku. Pasti tadi sama pacarnya juga ya, Dan?" Raut wajah Lulu menunduk lesu.


"Iya, tadi ada pacarnya...agak ragu aku mau cerita samamu. Takut kau sedih." Dani mengelus perlahan bahu temannya.


"Sudah kuduga dia sudah punya pacar...pantas saja selama ini aku gak pernah ditelepon walau nomorku sudah ada sama dia. Gak apa - apa, cerita aja Dan..." Hati Lulu sangat sedih rasanya.


"Tadi, Boy nitip pesan katanya kalian lebih cocok berteman saja karena beda umur 3 tahun dan dia lebih memilih menjalin hubungan dengan yang seumuran atau yang lebih muda dari dia." Jelas Dani perlahan takut Lulu menangis.


"Apa 3 tahun??? umur kami itu cuma beda 1 tahun! kenapa dia menambah - nambahi umurku jauh lebih tua!" Perasaan sedih, kesal, marah bercampur jadi satu di hati Lulu.


"Aku juga tadi sebenarnya marah dia ngomong gitu didepan teman - temannya. Karena Boy ngomong gitu teman - temannya pun pada ketawa." Emosi Dani mulai kembali mengingat kejadian didalam angkot tadi.


Dani menceritakan secara detail apa saja yang terjadi didalam angkot...

__ADS_1


"Sakit hatiku, Dan..." Air mata Lulu mulai menetes.


"Lulu, saranku lebih baik lupakan Boy si kurang ajar itu! untung tahu jeleknya sekarang! kau yang sabar ya..jangan larut dalam kesedihan terus. Tunjukkan sama dia kalau kau bisa melupakan dia!" Dani berusaha menghibur dan menguatkan Lulu.


"Butuh waktu, Dan. Aku masuk lah ke Rumah ya. Maaf ya Dan aku lagi pengen sendiri." Hati Lulu sangat hancur.


"Ya sudah, aku pulang yah." Dani pamit.


Lulu terlihat begitu lemah menutup gerbang Rumah dan merasa tidak berdaya melangkah masuk kedalam Rumah.


KAMAR LULU


Sampai didalam kamar, Lulu mengunci rapat pintu...


Kemudian, menangis sejadinya...ingin rasanya berteriak sekencang mungkin tapi tidak bisa. Lulu menangis terus menangis seperti orang bodoh.


"Boy, kenapa? kog tega kali kau samaku? jahat kau! aku berdoa sampai selama - lamanya kita tidak usah bertemu! aku benci samamu! sakit hatiku! puas kau bikin aku sakit???" Teriak Lulu didalam hati sambil memukul - mukul bantal sekuat tenaga.


Lulu tidak menyangka semua ini terjadi apalagi jika mengingat semua kenangan yang pernah dia lalui bersama Boy. Kenangan saat pertama kali mengenal Boy, mengajar anak sekolah minggu, dan perhatian Boy yang sering mengantar Lulu pulang ke Rumah dengan berjalan kaki.


"Aku benci samamu! sampai kapan pun benci! sakit hatiku!" Teriak Lulu didalam hati dengan wajah yang penuh dengan linangan air mata.


Hp berbunyi.......


Lulu mengangkat telepon masuk dari Anna.


"Lulu, lagi ngapain?" Tanya Anna dari seberang telepon.


"An, telepon aku nanti saja ya. aku lagi pengen sendiri..." Suara Lulu terdengar lirih.


"Kenapa kau? ada apa? yang lagi nangisnya kau? kenapa?" Anna terdengar menjadi khawatir dibalik telepon.


"Sudah ya..." Lulu mematikan telepon.


Hp berbunyi...


"Ada apa Lulu? cerita lah.. aku jadi khawatir. Kalau kau gak mau cerita, aku mau telepon Dani siapa tau dia tahu kau kenapa." Anna mengirim Sms.


Lulu masih saja terus menangis terisak - isak...


"Jahat kau, Boy! kejam! Kalau gitu, ngapain selama ini kau perhatian peduli samaku? bela - belain ngantar aku pulang ke Rumah! ngapain nanya - nanya aku sudah punya pacar atau belum! yang terakhir kenapa kau bilang waktu itu gimana kalau kau suka samaku?! Benci aku samamu!!! Bodoh kali aku ya bisa suka samamu!" Keluh Lulu dengan penuh amarah.


Waktu sudah menunjukkan pukul 21:00 Wib, Lulu belum makan malam. Rasa lapar sudah tidak dirasakan lagi. Yang dirasakan hanyalah kecewa, sakit hati, dendam dan benci. Lulu berbaring ditempat tidur memeluk bantal guling sambil mendengarkan lagu Butterfly, lagu - lagu melow nya Melly Goeslaw dan Rossa. Wajah Lulu terlihat pucat masih berlinang air mata, karena sudah merasa lelah...Lulu ketiduran. Tidur terlelap sekali.......

__ADS_1


__ADS_2