
GEREJA (25 DESEMBER 2005) - FLASHBACK
Lanjutan.......
"Kakak sekarang ada dimana?" Suara Heny terdengar begitu kuat agar Lulu bisa mendengar.
"Aku ada di Gereja tempat biasa Opungku bergereja Hen...!" Lulu agak berteriak menjawab sambil menutup telinga kanan.
"Siapa itu yang nelepon?" Rina penasaran dan tertawa melihat tingkah temannya berbicara menjawab telepon.
"Apa Rin??? gak dengar aku...bilang apa kau tadi???" Lulu yang begitu fokus mendengar suara dibalik telepon tidak jelas mendengar pertanyaan Rina.
"Kak, ada yang mau bicara ini..." Heny terdengar tertawa kecil dibalik telepon. "Apa??? Hah?! Siapa?" Suara Lulu masih terdengar begitu kuat karena suara berisik yang berasal dari Speaker.
Karena sedang suasana natal jadi ada berbagai acara di Gereja. Yah, akhirnya suara Pendeta dan yang bertugas di Gereja itulah yang terdengar dari Speaker besar tersebut.
"Lulu, jangan pulang dulu.. tunggu aku disitu." Terdengar suara seorang pria dibalik telepon.
"Siapa ini???" Lulu penasaran.
"Ini aku Boy.." Boy begitu terdengar bersemangat karena mendengar suara Lulu.
"Hah?? Boy? eh, Hehehe..." Perasaan Lulu antara senang dan gugup karena mendengar suara pria yang begitu sangat dirindukan.
"Kamu tunggu aku disitu ya.. tunggu di Warung yang ada disimpang Gereja. Sebentar lagi aku jalan kesana." Jelas Boy dengan suara agak kuat supaya Lulu dapat mendengar.
"Oh, hehe.. ya sudah kalau begitu. Aku tunggu sekarang." Wajah Lulu terlihat memerah lalu mematikan telepon.
Tidak pernah terpikirkan kalau akhirnya Lulu akan bertemu lagi dengan Boy. Rasanya seperti melihat pelangi dimalam hari.
"Rin, senang banget aku sumpah! Boy mau datang ngantar aku pulang. Makasih Tuhan.." Saking senangnya tanpa sadar Lulu memeluk Rina lalu mencubit wajah Rina.
"Iya.. iya.. tapi sakit muka ku kau cubit!" Keluh Rina mengelus wajahnya.
"Rin, kau sudah mau pulang kan? itu Opungmu sudah keluar dari Gereja sama sepupumu. Aku jalan dulu ya.." Lulu menunjuk kearah Opung Rina yang berjalan keluar dari Gereja lalu pergi dengan begitu bersemangat.
"Ya sudah, hati - hati ya..! Dasar anak itu ya...kalau uda senang begini nih.." Rina tersenyum melihat temannya itu terlihat bahagia.
Entah mimpi apa semalam sehingga sekarang ini bisa bertemu dengan Boy. Jantung Lulu berdegup begitu kencang, berusaha menyembunyikan perasaan yang ada dihatinya agar tidak terlihat saat berhadapan dengan Boy nanti.
Begitu sampai disimpang Gereja, Lulu memperhatikan sekeliling sambil berjalan ke arah Warung. Tinggal beberapa langkah ke Warung, seketika berhenti karena tidak mendapati Boy disitu dan yang ada hanyalah 5 orang pria sedang duduk nongkrong.
"Duh, Boy dimana ya? agak takut aku lah.." Keluh Lulu merasa takut melangkah menghindari Warung.
Jalanan terlihat agak sepi hanya ada beberapa orang yang berjalan dan berdiri.......
"Lulu......." Sapa Boy dari arah belakang.
"Eh, aduh...kaget aku!" Lulu membalikkan badan sambil mengelus dada.
"Maaf, sudah lama nunggu aku?" Boy terlihat khawatir, merasa bersalah. "Enggak kog. Hehehe......." Lulu tersenyum begitu melihat wajah yang dirindukan.
"Maaf ya, aku jalan kaki kesini dan ngantar kamu pulang dengan berjalan kaki gak papa kan?" Raut wajah Boy terlihat gugup.
"Gak papa...kan sudah biasa jalan kaki." Senyum Lulu begitu manis.
Mereka mulai melangkah berjalan namun membisu beberapa menit. Maklum, mungkin karena sudah lama tidak pernah bertemu jadinya gugup gak tau mau ngomong apa.
__ADS_1
"Jujur, malam ini kamu cantik! Rambutmu sudah beda dan tumben pakai high heels. Hehehehehe......." Boy terpesona melihat penampilan Lulu yang sudah berbeda.
"Jadi, maksudmu biasanya aku jelek yah? iya sih memang benar. Rambutku aku smoothing karena sebelumnya kan kembang jadi kelihatan seperti hantu kalau malam." Celetuk Lulu kesal tapi ujung - ujungnya bercanda.
"Kamu manis kog. Hanya malam ini berbeda atau mungkin karena kita sudah lama gak ketemu ya jadi gimana gitu." Boy tidak bosannya menatap Lulu dari arah samping kiri.
"Kenapa? kau kangen yah samaku?" Goda Lulu bercanda.
"Iya, aku kangen sama kamu." Suara Boy terdengar begitu serius.
Mendengar itu, langkah Lulu berhenti karena kaget. Padahal kan yah pertanyaan Lulu itu hanya bercanda. Boy yang berdiri dihadapan Lulu tidak berhenti menatap wajah manis yang mulai memerah.
"Eh, ya iya lah...wajarlah kangen sama teman yang sudah lama gak pernah ketemu kan? Hehehe......." Jantung Lulu berdegup kencang lalu kembali melangkah berjalan karena tidak sanggup menatap tatapan pria yang dihadapannya.
"Kamu, sudah punya pacar?" Boy melayangkan pertanyaan yang tidak pernah diucapkan.
"Kenapa?" Lulu tidak menjawab karena penasaran.
"Ada gak cowok yang lagi kamu sukai sekarang?" Pertanyaan Boy mulai bertambah aneh.
"Kenapa? kog pertanyaanmu tumben kayak gitu...kenapa? kamu suka ya samaku Hahahahaha......." Goda Lulu sambil bercanda dan tertawa.
"Hhmmm,Aku pengen tau aja." Boy menggaruk kepala menyembunyikan kegugupannya.
Sepanjang perjalanan mereka kebanyakan diam, bingung mau ngobrolin apa. Apalagi karena pertanyaan Boy yang aneh bagi Lulu, membuat Lulu bertanya - tanya didalam hati.
PART 3
RUMAH ANNA (29 Desember 2005) - FLASHBACK
Setelah semuanya berkumpul, barulah mereka mulai berjalan kaki kerumah Anna. Kenapa berjalan kaki? karena Anna tinggal di Asrama Polisi Militer dan lokasinya itu dekat dengan pusat kota.
"Anna.....Anna......." Mereka sudah sampai lalu mengetok pintu.
"Lama kali kalian datang. Kupikir gak jadi loh." Anna membuka pintu sambil mempersilahkan masuk.
"Ya, biasalah kita dari dulu suka ada yang telat. Hahahaha....." Jelas Rina bercanda.
"Kalian ini loh.....janji datang jam 13:00 Wib sekarang sudah jam 14:30 Wib. Pusing deh pusing......." Keluh Anna dengan nada suara dan bergaya lebay.
"Kalau aku telat yah kalian tahu sendiri lah kenapa?" Jelas Lulu mempertegas supaya teman - temannya tidak kecewa.
"Opungmu itu cerewet kali. Kadang - kadang aku kalau mau kerumahmu mikir - mikir dulu." Keluh Dani sambil membuka toples yang berisi kue.
"Dan, itu artinya Opungnya karena sayang sama Lulu." Rina juga mulai membuka toples yang berisi kue.
"Anna, Laparlah aku. Kau punya makanan apa aja?" Dani mengelus perut yang keroncongan.
"Kau ini makan aja kerjamu. Pantaslah gendut! Hahaha...ayok ayok kedapur kita. Mau makan apa kalian? ada cake di kulkas, mau masak indomie?" Ejek Anna bercanda lalu berjalan ke dapur, membuka kulkas mengeluarkan cake dan minuman dingin.
Mereka terlihat sibuk memasak indomie sambil ngobrol bercanda. Ada yang bertugas memotong bahan - bahan seperti tomat, cabe, bawang merah, bawang putih, dan sayur sawi hijau. Ada yang tugasnya memasak dan juga mencuci piring kotor. Setelah indomienya masak, mereka duduk di meja makan. Menyantap indomie dan cake sambil ngobrol panjang lebar, curhat gitu.
"Kalau cowok nanya sudah punya pacar dan ada cowok yang lagi disukai gak? itu maksudnya apa?" Lulu si pendiam juga begitu polos apalagi dalam hal percintaan.
"Siapa yang nanya? jangan - jangan dia suka samamu." Jelas Anna yang sudah berpengalaman dalam hal cinta.
Tentu saja, karena Anna selama 5 tahun sudah berpacaran dengan cinta pertamanya mulai dari SMP.
__ADS_1
"Boy yang nanya..." Lulu tidak percaya dengan apa yang dikatakan Anna. "Serius?" Semua kaget.
"Iya, masa aku bohong sih..." Keluh Lulu cemberut.
"Tuh kan benar apa kubilang! Boy itu suka samamu." Dani terus saja mengunyah lalu menyendok nasi kepiringnya.
"Ah, masa sih dia suka samaku? kalau suka kenapa gak terus terang aja." Lulu menghela nafas tidak berani terlalu berharap.
"Ya mungkin dia itu ada rasa segan samamu apalagi perbedaan umur kalian itu. Mungkin yah..." Lenny yang tomboi berpikir secara logika.
"Sudah tenang aja. Kalau memang jodoh pasti ketemu lagi dan pasti dia ngungkapin perasaannya." Anna berusaha menghibur hati Lulu agar tetap semangat.
"Gak usah terlalu dipikirin..masih banyak cowok yang lebih dari dia." Celetuk Eva menunjukkan gaya bicara playgirlnya.
"Eh, kalau samamu iya begitu tapi belum tentu cowok diluar sana itu lebih baik." Rina terlihat jengkel kemudian menarik pelan rambut Eva sambil bercanda. "Entah ini si Eva...mau kau ajarin pulak si Lulu jadi playgirl. Kujitak kan lah kepalamu itu, hahahahaha..."Keluh Anna memprotes.
"Anna, cakenya dihabisin aja ya..." Mendadak selera Lulu menjadi bernafsu karena berusaha membuang jauh - jauh pikirannya dari Boy.
"Trus, pernah lagi kalian ketemuan atau Boy nelepon kau?" Anna begitu penasaran.
"Gak pernah. Aku juga gak tau nomor HP nya..dia juga gak pernah nanya." Keluh Lulu sambil terus mengunyah.
"Kog gitu ya...membingungkan! Ah, kalau ketemu aku sama dia mau kujambak dulu rambutnya." Anna terlihat gregetan kepada Boy yang sok cool itu. "Biasalah cowok ganteng memang begitu." Dani yang pernah bertemu dengan Boy memang tidak bisa memungkiri ketampaanan Boy.
"Masa? benar itu? "Anna makin penasaran dengan wajah Boy.
"Mirip Andhika Pratama..." Karena keadaan sedang membahas Boy, Lulu mendadak jadi galau.
"Ah, yang benar aja lah..." Lenny menganggap itu halusinasi.
"Iya loh, Len! "Jelas Dani.
Sekarang sudah pukul 17:00 Wib, sudah waktunya pulang. Apalagi Lulu harus segera pulang. Kalau sampai pukul 18:00 Wib belum juga sampai dirumah, bisa - bisa Opung marah dan tidak di ijinkan masuk kedalam rumah.
"Anna, makasih ya...pulanglah kami sudah kesorean ini." Jelas Lulu yang sudah mulai uring - uringan.
"Okelah, hati - hati kalian dijalan."Anna berjalan membuka kan pintu.
"Tante, kami pamit pulang ya." Mereka pamit terlebih dahulu kepada mamanya Anna yang sedang berada didalam kamar.
Lalu berjalan keluar dari Rumah sambil diantarkan Anna sampai di gerbang Asrama Polisi Militer.
"Pasti Lulu kepikiran sama Opungnya. Hahaha..." Ejek Anna sambil tertawa.
"Iya nih, semoga aja gak marah...karena dirumah kan lagi rame." Wajah Lulu terlihat uring - uringan.
"Gak marah itu, tenang aja!" Anna berusaha menenangkan pikiran Lulu.
"Lain kali kita main aja kerumah Lulu sekalian tahun baruan." Seru Eva seperti memberikan tantangan kepada teman - temannya.
"Ah, gak berani aku." Keluh Dani.
"Gak papa itu kan datang kerumah Lulu dalam rangka tahun baruan. "Rina yang biasa saja tidak merasa takut kepada Opung Lulu.
Mendengar penjelasan Rina, semuanya mengerti dan setuju. Jadi, mereka mengadakan rencana untuk janjian datang kerumah Lulu tanggal 2 Januari 2006.
FLASHBACK END...
__ADS_1