MY FIRST BOYFRIEND IS NOT MY FIRST LOVE

MY FIRST BOYFRIEND IS NOT MY FIRST LOVE
PART 5


__ADS_3

RUMAH LULU (TAHUN 2007)


Pagi - pagi sekali, Lulu harus sudah pergi ke Pasar karena ada beberapa belanjaan yang dijual hanya di pagi hari sekali. Jadi, mau tidak mau harus cepat - cepat pergi walau sebenarnya mata masih sangat mengantuk dan badan terasa malas sekali untuk bangun. Sebelum pergi, Lulu harus meminta uang belanjaan sama Opung yang masih tidur.


"Opung, minta uang untuk belanja." Lulu mengetok pintu kamar sembari menguap.


"Buka lah pintunya, gak dikunci." Opung menyahut dari dalam kamar.


Lulu masuk lalu menerima uang belanjaan dan mendapatkan daftar belanjaan tambahan.


"Jangan lama - lama pulang ya..." Opung mengingatkan Lulu karena sudah beberapa kali suka pulang sangat lama.


"Iya, Opung." Suara Lulu terdengar tidak bersemangat karena masih ngantuk.


"Masih jam 6 pagi udah harus ke Pasar!" Keluh Lulu didalam hati sambil melihat jam dinding diruang televisi.


PASAR


Keadaan sekeliling Pasar halamannya becek karena tadi malam itu hujan lebat semalaman. Selama berjalan Lulu selalu mengatur cara melangkah agar kaki tidak kena cipratan lumpur. Tapi, tetap saja kaki kotor penuh dengan lumpur dan hal itu membuat Lulu mengeluh berkali - kali.


"Beli apa lagi ya? ini sudah...ini sudah...yang ini juga sudah..eh, yang ini cari dimana ya?" Lulu mengecek satu - persatu daftar belanjaan yang sudah dibeli.


Kembali lagi berkeliling untuk mencari daftar belanjaan yang belum dibeli. Sambil berkeliling, Lulu mampir ketempat jualan kue langganan. Hatinya sangat senang karena kue kesukaan yang biasa dibeli untuk sarapan masih ada. Memang tempat jualan kue langganan Lulu itu sangat laris, cepat habis jadi harus pagi - pagi datang untuk membeli.


Tidak terasa sudah hampir 1 jam lebih Lulu berkeliling di Pasar dan semua daftar belanjaan sudah terbeli. Begitu mau melangkah untuk pulang, tiba - tiba Lulu bertemu dengan Bapaknya Boy. Cuman Bapaknya Boy tidak melihat Lulu, jadi perasaan Lulu lega walau tadinya sempat deg - degan.


RUMAH LULU

__ADS_1


Sampai dirumah, Lulu meletakkan bungkusan barang belanjaan yang begitu banyak di dapur. Lalu, segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan kaki yang begitu kotor. Setelah itu, Lulu pergi menemui Opung yang sedang duduk menikmati udara pagi di teras untuk menyerahkan uang kembalian. Hari ini yang bertugas masak adalah Tante. Karena, menu makanan yang mau dimasak adalah Ikan Mas Arsik. Lulu tidak tahu bagaimana caranya memasak Ikan Mas Arsik jadi hanya bisa membantu menyediakan bahan - bahan sambil belajar masak.


"Tante, berani motong ikan mas nya? masih hidup, kasian aku lihatnya." Lulu si melankolis merasa sedih menatap ikan mas yang ada didalam ember.


"Untungnya Opung yang mau memotong ikan mas. Kalau Tante gak berani, pasti di Pasar saja dibersihkan." Jelas Tante sambil mengulek - ulek bumbu.


"Aku pernah disuruh Opung beli ikan mas. Opung bilang jangan dipotong di Pasar karena Opung yang mau memotong sendiri. Eh, sampai dirumah aku...perut Opung sakit, jadi aku lah yang disuruh memotong ikan mas itu. Sebelum kupotong ikan mas nya, minta maaf aku berulang kali sama ikan mas sambil nangis - nangis. Habis itu punya perasaan bersalah dan sedih sampai berhari - hari, Tante." Jelas Lulu mengenang dengan raut wajah sedih sambil mengupas lengkuas.


"Iya, sedih memotong karena masih hidup. Makanya lebih baik di Pasar aja dipotong dibersihkan." Gerakan tangan Tante yang sibuk mengulek berhenti karena gak tega ngebayangin hewan yang hidup harus dipotong sendiri, Tante juga si melankolis sama seperti Lulu.


KAMAR LULU


Selesai makan siang, Lulu merasa lelah dan mengantuk...


"Ahhh, akhirnya bisa tidur siang!" Keluh Lulu yang berbaring ditempat tidur memeluk bantal guling.


"Apa kabarnya ya?" Gumam Lulu kembali memeluk bantal guling.


Baru saja mau memejamkan mata untuk tidur. Hp berbunyi, ada Sms yang masuk. Dengan agak malas Lulu bergerak mengambil Hp yang berjarak 1 meter dari posisi tidur.


"Nanti sore ayok temani aku kerumah pacarku..." Dani mengirim Sms.


"Yah, lagi gak enak badan aku. Besok saja ya, Dan." Lulu membalas Sms sembari berpikir mencari ide untuk berbohong karena kecapean juga malas keluar.


"Betul besok ya..." Dani mengirim Sms.


"Iya......." Lulu membalas Sms dan mata sudah mulai berat karena mengantuk.

__ADS_1


"Besok aku tunggu dirumah jam 4 sore ya." Dani mengirim Sms.


Lulu tidak membalas Sms dari Dani karena sudah tidur nyenyak. Begitu sangat nyenyak tidur sampai - sampai HP berbunyi berulang kali pun tidak didengar, ada telepon masuk dari Anna.


"Kog gak kau angkat teleponku?" HP berbunyi kembali, ada Sms masuk dari Anna.


Lulu sama sekali tidak mendengar HP berbunyi. Memang keburukan Lulu kalau sudah tidur sangat nyenyak pasti tidak mendengar apa pun itu. Makanya, kadang - kadang susah untuk dibangunin.


Hari ini, cuaca terlihat mendung sepertinya hujan akan turun lagi. Memang dalam bulan ini sering hujan lebat tapi kadang - kadang panas terik sebentar lalu hujan lagi. Cuaca tidak jelas begini membuat orang malas banyak melakukan aktivitas dan ada juga yang bawaannya pengen tidur saja. Seperti halnya di Rumah Lulu, tumben satu rumah pada tidur siang semua tidak seperti biasanya. Jadi, keadaan Rumah terdengar begitu sepi karena semuanya begitu menikmati tidur siang dengan cuaca agak dingin.


"Eh, aduh...udah! udah! bisa basah kuyup aku..!" Teriak Lulu agak kesal tapi senang sambil menutupi wajah.


"Hahaha.....biarinlah..biar dimarahin sama Opung mu nanti sampai dirumah." Boy tertawa dan tanpa henti menyipratkan air.


"Lama - lama kulihat kau kayak cewek lah suka main air kayak gaya - gaya cewek nyiprat airnya!" Keluh Lulu bercanda.


"Tapi kamu suka kan? kamu suka samaku kan Lulu?" Boy menghentikan aksinya menyipratkan air kemudian menatap Lulu sangat dalam.


"Apa???" Lulu terdiam mematung menatap Boy, rasanya begitu terkejut dan bertanya - tanya didalam hati.


Jantung Lulu tiba - tiba berdegup kencang.......


HP berbunyi.................


"Hah.......?! mimpi? tadi mimpi ya? kog kayak nyata?!" Lulu terbangun,bengong seperti orang bodoh.


"Jadi, ingat dulu selesai ibadah di Gereja...habis makan siang rame - rame cuci piring sama guru sekolah minggu yang lain trus tiba - tiba Boy nyipratin air sampai bajuku basah." Raut wajah Lulu terlihat sedih mengenang kenangan yg sudah lama berlalu.

__ADS_1


Hari sudah begitu sore, Lulu beranjak dari tempat tidur kemudian pergi menutup semua jendela di Rumah. Setelah itu, ke dapur untuk memasak air panas untuk dipakai mandi sama Opung. Begitu semua pekerjaan selesai, Lulu segera mandi karena takut kemalaman.


__ADS_2