
Di Peerusahaan tampak seorang CEO tampan tengah duduk di kursi agungnya ya siapa lagi kalau bukan Leonardo,wajahnya tampak kesal karena ia tengah merasa terganggu oleh seseorang,yah siapa lagi kalau bukan Raina wanita yang akan di jodohkan oleh orang tuanya
Leonardo tampak kesal karena sedari tadi wanita itu terus saja mengganggu nya bahkan bergelayut manja di lengan nya.
"Leonardo sayang ayolah kita jalan sebentar saja aku butuh jalan-jalan"ucap wanita itu dengan manja
"Lepas"Leonardo menghempaskan tangannya dengan kasar
"Kasar banget sih sayang,ayolah lembut sedikit sebentar lagi kita juga akan jadi tunangan belajarlah lebih lembut sayang"kata Raina terdengar seperti bisikan di telinga Leonardo.
"Pergi ...atau ku seret keluar"
sarkas Leonardo dengan dingin
"Ok liat saja nanti akan ku buat kau bertekuk lutut di hadapan ku huh"
Raina berlalu sembari menggerutu kesal
"Ken siapkan mobil aku ingin ke luar"
Leonardo menelfon Asistennya Ken
"Baik Tuan akan saya siapkan segera"
jawab Ken sang asisten
Kemudian Leonardo pun bangkit dan keluar dari ruangannya dan menuju Lift pribadinya,pintu Lift pun terbuka tepat saat mobilnya sampai di depan Gedung itu.
__ADS_1
"Kita mau kemana tuan"
tanya sang asisten
"Ke kafe dekat kantor saja ,aku ingin mendinginkan otak ku sebentar"
jawab Leonardo sambil menghela nafas panjang
"Baik tuan"
Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di kafe dekat kantornya tepatnya kafe dimana Gina bekerja.
tak lama kemudian mereka berdua masuk ke dalam dan mulai melihat buku menu yang ada di atas meja.
"Tuan mau pesan apa biar saya panggilkan pelayannya"(Ken)
"Pelayan..sini"(Ken)
"Iya sebentar.. silahkan mau pesan apa Tuan ?"(Gina)
"Satu Latte dan satu Americano dan 2Set Lunch Boxnya ya gak pake lama"(Ken)
"Baik Tuan mohon tunggu sebentar pesanan akan segera siap"(Gina)
Kemudian Ginapun undur diri untuk menyiapkan pesanannya,tak berapa lama pun pesanannya siap dan terhidang di atas meja Ginapun pamit undur diri untuk melayani pesanan lain.
"Selamat menikmati makanannya Tuan"(Gina)
__ADS_1
Dia pun beranjak pamit melayani pelanggan lain dengan senyuman manisnya dan dengan keramahannya dalam melayani pelanggan.
Di kursinya Leonardo tak pernah lepas pandangannya dari gadis itu sejak pertama dia melihat Gina ada rasa yang sulit di jelaskan dalam dirinya sehingga ia terus memperhatikan gadis itu,merasa ia seakan bertemu dengan seorang yang sangat ia rindukan sejak lama ya itulah kira-kira bayangan perasaannya.
Drttt..drttt..suara ponsel pun menyadarkannya dari lamunannya
"Hallo"
"____
"Ya"
"____
"Baik"
Panggilan pun selesai, kemudian ia dan asistennya beranjak dari duduknya untuk segera kembali ke kantor karena ada urusan penting .
"Ken kembali ke kantor"
"Baik Tuan"
Mereka berdua akhirnya melaju ke kantor dan meninggalkan kafe tersebut,di kursi belakang Leonardo tak mengalihkan pandangannya dari kafe tersebut tepatnya dari Gina ada rasa berat hati untuk pergi dari sana entah mengapa tiba-tiba perasaan itu muncul dengan sendirinya.
"Kenapa aku seperti ini,ada apa denganku mengapa rasanya berat sekali meninggalkan tempat itu"gumam Leonardo
Tak berapa lama mereka sampai di kantor kemudian Leonardo pun turun dari mobil dan segera naik ke ruangannya untuk memimpin rapat penting.
__ADS_1