
"Arrghh.."
Bughhh..tinjuan yang cukup keras mendarat di bagian samping kursi penumpang.
"Tuan anda tidak apa-apa"tanya Ken kepada Leonardo
"Hm"jawabannya singkat
"Baiklah"balas Ken
Suasana dalam mobil seketika berubah mencekam karena tiba-tiba bosnya marah ntahlah ada apa sebenarnya hanya bosnya yang tau .
Tak berapa lama mobil yang di tumpangi Leonardo sampai di depan gedung perkantoran lalu mereka turun dan melangkah masuk menuju ruangan nya,
Sepanjang perjalanan menuju ruangannya semua karyawan menunduk tak ada yang berani menyapa karena sang Bos memasang mode Angry Face dan jika mode tersebut sudah di aktifkan maka semua yang tau tidak ada yang berani berkata apapun ,
Jika tidak ingin kena semprot maka diam lebih baik itulah yang selama ini mereka ikuti selama mereka bekerja dengan Leonardo.
Sesampainya di ruangannya Leonardo segera duduk di kursi keagungan nya sambil memegang dahinya seakan-akan ada yang tengah mengganggu fikirannya,Ken yang sejak tadi bingung akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada bosnya.
"Tuan sebenarnya ada apa dengan anda, apakah anda sakit atau apa?"tanya Ken yang sedikit khawatir
"Tidak apa-apa "jawab Leonardo singkat
__ADS_1
"Baiklah kalau tidak ada apa-apa lagi saya akan kembali ke ruangan saya karena ada beberapa dokumen yang harus saya kerjakan permisi Tuan"pamitnya kepada sang Bos
"Ken tunggu"Leonardo mencoba menahan Ken sebentar
"Iya Tuan ada yang di butuhkan?"ucap Ken
"Emmm..tolong kamu carikan informasi apapun itu mengenai pegawai di kafe tadi terutama nama nya "titah Leonardo kepada Ken untuk mencari informasi tentang Gina.
"Iya Tuan.. pegawai yang mana ya maksud anda? soalnya banyak pegawai di sana jadi saya bingung?"tanya Ken lagi
"Huh yang tadi melayani kita masa kamu lupa,memangnya kamu nggak liat tadi wajah gadis itu seperti babak belur bekas tamparan?" jelas Leonardo memaparkan
"Maaf Tuan saya tidak memperhatikan tadi,baik segera saya carikan informasi tentang gadis itu"
"Ba_baik Tuan sa_saya permisi"jawab Jen tergagap
"Bagus,ya sudah sana"usir Leonardo
Setelah Ken pergi dari ruangan bosnya kemudian dia segera menuju ke kafe tadi untuk menyelidiki gadis itu .
Lain halnya dengan Leonardo yang tengah di landa berbagai pertanyaan mengenai keadaan fisik gadis itu , sebenarnya tadi di kafe Leonardo selalu memperhatikan gadis itu tapi setelah gadis itu mendekat mata Leonardo menangkap bekas memar karena tamparan di pipi nya serta sudut bibirnya yang sepertinya sedikit sobek ,ntah kenapa setelah Leonardo melihat itu dia tiba-tiba saja emosi dan sangat marah sehingga dia langsung meninggalkan kafe tersebut untuk menenangkan diri dulu.
"Kenapa dengan pipi dan bibirnya ?
__ADS_1
apa dia habis berkelahi?
atau habis di aniaya?
huh kenapa aku jadi seperti ini tidak biasanya aku begini , apakah aku mulai suka kepadanya?"
Berbagai pertanyaan mulai muncul dalam benaknya ,diapun tidak tau kenapa bisa seperti itu kepada gadis itu.
Akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat sejenak di dalam kamarnya yang ada di dalam ruangan kantor tersebut.
Jam menunjukkan waktu pulang Gina yang tengah bersiap-siap untuk pulang setelah siap dia keluar dari kafe tersebut kemudian mampir sebentar ke ATM karena uang yang ia pegang semakin menipis jadi dia butuh untuk pegangan selama belum gajian.
Setelah selesai dia keluar dari ATM kemudian menuju kosannya tapi belum sempat dia melangkah menjauhi ATM tiba tiba ada seseorang yang menarik tasnya sehingga dia yang tidak siap ikut terjatuh
"Awww..tolong jambret ..hey berhenti tolonggg"
Dia terus mengejar jambretnya tanpa peduli kakinya yang berdarah akibat terkena batu yang lumayan tajam karna mempertahankan tasnya
"Berhenti heyyy..jambret"
Tin.. tin..tin... tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah mobil tengah melaju lumayan kencang sehingga hampir saja dia tertabrak jika sang pengemudi tidak segera mengerem nya.
"Aaaaa...aaaa"
__ADS_1