
Plakkk...plakkk...plakkk
"Dasar anak tidak tau diri beraninya kamu buat malu nama keluarga hah"bentak papahnya karena merasa geram dengan kelakuan Gina.
"Pah..Gina nggak pernah ngelakuin hal itu pah Gina berani sumpah pah percaya sama Gina pah hiks.."jelas Gina sambil memegangi pipinya.
"Jangan panggil saya dengan sebutan papah karena saya tidak Sudi punya anak seperti kamu "ujar papahnya sembari duduk di sofa ruang keluarga.
"Pah_"belum sempat Gina melanjutkan perkataannya sebuah tamparan keras kembali mendarat di pipi mulusnya .
Plakkk...
"Mau apalagi kamu hah,menjelaskan kalau itu bukan suara kamu hah,selama ini kamu cuma jadi beban di keluarga ini,kami sudah membiarkan kamu melakukan semua yang kamu suka tapi apa yang kamu lakukan ternyata bikin malu keluarga sendiri ,
__ADS_1
Aku nggak nyangka ternyata Sabrina punya anak yang tidak tau diri seperti kamu huh sungguh memalukan,memang anak sama ibu sama-sama ja***g mur***n,
Sekarang kamu angkat kaki dari rumah ini karena kami bukan keluarga mu lagi dan kami sudah tidak mau kamu ada di sini lagi,pergi kamu dari sini ".usir mamahnya kepada Gina .
Brukk...Gina tersungkur karena di dorong oleh mamah tirinya keluar dari rumah .
"Inget apapun yang terjadi sekarang bukan urusan saya lagi karena saya tidak punya anak bernama Gina,mulai sekarang kamu bukan lagi anggota keluarga Pattinson dan jangan pernah menyapa jika tidak sengaja bertemu di manapun paham kamu anak sia**n"terang papahnya kepada Gina.
"Pah...maafin Gina pah hiks..Gina gak salah itu bukan suara Gina pah hiks.."
Setelah beberapa saat akhirnya Ginapun melangkahkan kakinya menjauh dari rumah itu,ntahlah diapun tidak tau harus kemana.
Malam semakin larut dinginnya udara malam hari seakan tak ia hiraukan karena sakitnya hati tiada yang tau ,dengan berbekal uang tabungan dari hasilnya bekerja selama ini akhirnya iapun berniat mencari kost-kostan.
__ADS_1
Setelah mencari sekitar hampir satu jam akhirnya Guna menemukan nya meski ukuran ruangannya kecil tapi cukuplah untuk merehatkan tubuhnya yang lelah dan kesakitan akibat kejadian tadi .
Setelah membereskan semua barang-barang Ginapun berniat mencari makan karena sejak sore tadi belum sempat mengisi perutnya karena sibuk mengurus pesta Yola,
Sementara di lain tempat tepatnya di Mansion Leonardo sedang kacau karena terus kepikiran gadis itu yang ntah ia sendiri tak tau namanya , senyumnya, perkataannya,semua terngiang-ngiang di fikirannya saat ini seakan ingin melihat lagi dan lagi hingga ia kehilang fokus pada dunianya sendiri.
"Arghhh...kenapa denganku si*lan,belum pernah ada yang semengganggu ini selama ini apalagi hanya karena seorang wanita yang tidak jelas itu huh..
Tapi kenapa seakan-akan aku sangat dekat,arghh..ntah lah semoga besok bisa bertemu lagi hmm"
ucap Leonardo dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.
Leonardo pun beranjak dari duduknya ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menenangkan pikirannya yang tengah semrawut .
__ADS_1
Di lain sisi Gina yang sudah membeli makanan pun kembali ke kamar kostnya di saat hampir sampai dia bertemu seorang wanita cantik yang kebetulan baru pulang kerja dengan wajah yang di tekuk , karena masih canggung ia memberanikan diri untuk menyapa .
"Permisi mbak,mbak kenapa ko sedih gitu"ucap Gina mencoba ramah.