
Gina kini sudah berada di ruang kerja suaminya bersama Amy dan baby Davin
Gina dan Amy tengah ngobrol sedangkan Davin asik sendiri dengan mainannya sesekali ikut menyela obrolan mereka dengan celotehan nya yang hanya dia yang tau
Siang pun berlalu kini sudah menjelang petang akhirnya mereka semua berpisah sebelum berpisah Ken dan Leo berbintang dan seperti nya urusan penting hingga seserius itu
"Kau tau harus berbuat apa nanti Ken ?"
"Paham tuan ,anda tenang saja nanti biar saya aturkan agar Nyonya ,tuan muda Davin,serta nyonya dan tuan besar untuk ke mansion anda dulu agar aman "
"Bagus Ken aku percaya kan padamu "
"Baik tuan"
Setelah selesai mereka pulang ke rumah masing-masing tepat setelah sampai di mansion keluarga Smith Leo berkata pada sang istri
"Sayang.. kau ke mansion kita dulu ya bersama mom,dad,dan Davin karena mansion ini akan rame dengan tamu yang membuat mu tak nyaman bagaimana?"
"Hm baiklah sayang tapi kalau sudah selesai kabari aku ya..!!"
"Tenang sayang pasti itu "
**Di Mansion Leonardo**
"Sayang aku tinggal ya soalnya tamunya sebentar lagi sampai kamu jangan kemana-mana inget Davin "
__ADS_1
"Iya sayang kamu hati-hati juga ya di jalan"
"Hey son Dady pergi dulu ya kau jangan buat rusuh satu rumah ok son,Dady menyayangi mu"
"Wawawa abrrr.."
"Hahaha..ok bye baby by sayang ,mom dad titip anak istri ku ya "
"Iya Leo kau hati-hati jangan kemalaman"
"Ok mom bye semua"
*Di Mansion Keluarga Smith*
Leo,Ken beserta anak buahnya sudah bersiap di posisinya masing-masing sedangkan mata-mata itu sudah di lumpuhkan terlebih dahulu agar memudahkan rencana mereka
Leo masih duduk santai mengetuk-ngetuk meja di sampingnya dan di temani oleh Ken ,bukan tanpa alasan Leo duduk santai dia hanya tengah menunggu mangsanya masuk perangkap yang ia buat
Tak lama nampaklah Nathan yang dengan angkuhnya menuju ke arah Leo sambil menodongkan pistol tapi hanya di sambut gelak tawa saja tanpa ada rasa takut sama sekali
"Welcome to my trap Nathan"
"Kau atau aku yang masuk dalam perangkap tuan Leonardo?"
"Coba kau hubungi anak buahmu apakah mereka masih bernafas atau sudah bertemu dengan Tuhan?"
__ADS_1
"Cih..jangan kau pikir aku takut dengan omong kosong mu bajing*n"
"Ok langsung saja ke intinya ,mau apa kau ke sini?"
"Cih..tentu aku ke sini untuk melenyapkan keluarga hahaha apa kau belum tau bahwa istri dan anakmu tengah sekarat di kamar mu"
"Benarkah begitu Tuan Nathan..? jawba Leo menyeringai
"Kau lihat saja keadaan istri dan anakmu sana ,barulah kau akan percaya ucapan ku"
"Tapi sayangnya istri beserta anakku tidak berada di rumah ini tuan Nathan hahahah.."
"Apaaa..???"
"Kenapa,kau terkejut karena rencana mu gagal tuan Nathan oh ya sebentar aku ada hadiah untuk mu..prok prok pengawal bawa dia ke hadapan tuan Nathan ini"
"Baik tuan"
Seketika mata Nathan membulat lebar ketika menyaksikan tubuh mata-matanya sudah tak bernyawa dibuatnya sungguh Leo tidak pernah suka bermain-main
"Apa yang kau lakukan dengan nya bajing*n ??" tanya Nathan dengan penuh amarah
"Aku hanya mengembalikan apa yang seharusnya dia terima dan sekarang terimalah Akhir darimu Nathan "
Tanpa di duga oleh Nathan tiba-tiba sebuah peluru melesat di jantungnya dan seketika membuat nya tumbang bersimbah darah .
__ADS_1
Begitu lah akhir dari Nathan orang yang tidak merasakan bersalah ataupun menyesal karena perbuatannya di masa lalu hingga menjerumuskan dirinya ke dalam sumur dendam yang ia gali sendiri.