My Mafia Man

My Mafia Man
Episode 1.


__ADS_3

Lucy Xien adalah anak tunggal dari CEO Xien grup yaitu Aron Xien dan Bianca Xien.


"Selamat pagi nona Lucy" sapa seorang kepala pelayan keluarga Xien. Dia berdiri di samping meja makan dengan selembar serbet di tangannya.


"Selamat pagi bibi Yun" Lucy berjalan menuruni tangga dengan menjinjing tas ransel kecil dan sepatu di tangan kirinya.


"Silahkan nona" bibi Yun menarik kursi dan mempersilakan Lucy duduk. Sementara itu para pelayan sibuk mempersiapkan sarapan untuk Lucy.


"Terima kasih bibi Yun" Lucy duduk dengan santai di depan meja makan yang besar itu.


"Serbet anda nona" bibi Yun menyodorkan selembar serbet yang ada di tangannya dengan sopan.


"Bibi Yun, kau kan tau aku tidak suka memakainya, dan lagi, berhentilah bersikap terlalu formal padaku, aku tak menyukainya. bicara dan bersikaplah biasa saja" protes Lucy.

__ADS_1


"Tidak bisa nona, anda adalah bangsawan dan nona kami, tentu saja sudah kewajiban kami sebagai pelayan anda untuk menjaga sikap dan perkataan kami. Anda juga harus terbiasa dengan tata krama bangsawan." Jelas bibi Yun pada Lucy yang terlihat kesal.


"Tapi ini hanya sarapan, bukan jamuan para bangsawan. dan orang tuaku tidak di sini, mereka tak akan memarahi kalian dengan sikap kalian, jadi bersikaplah biasa saja" Kata Lucy sambil mulai menyuapkan sarapan ke mulutnya.


"Maaf, tidak bisa nona. Silahkan nikmati sarapannya, dan katakan jika anda memerlukan sesuatu"


"Terserah kalian" Lucy kesal karena ia merasa tidak nyaman dengan aturan ini dan itu sebagai bangsawan. Semua harus ada aturannya, sedari bangun tidur hingga tidur lagi, semua harus mengikuti aturan, terlebih kalau orang tuanya berada di rumah, Lucy akan merasa sangat terkekang.


"Aku sudah selesai dengan sarapanku" Lucy mengelap bibirnya dengan tissue.


"Aku tidak memerlukan sesuatu lagi, tapi tolong katakan pada paman Han untuk tidak perlu mengantarku hari ini, aku ingin mengendarai motor sendiri"


"Apakah nona berencana membolos lagi hari ini?"

__ADS_1


Lucy sibuk mengikat tali sepatunya "Tentu saja tidak bibi, sebentar lagi aku ujian. Dan aku juga memerlukan nilai bagus untuk ku jual pada ayahku haha" Lucy tertawa miris.


Kedua orang tuanya jarang memperhatikannya, mereka hanya memberi uang. Padahal yang Lucy inginkan hanya kasih sayang dan perhatian mereka, seperti yang mereka lakukan saat Lucy kecil dulu. Dulu saat bisnis ayahnya masih kecil, ayah dan ibu Lucy selalu punya banyak waktu untuk bermain bersama, mereka selalu pergi piknik setiap akhir pekan.


Keluarga Lucy memang berasal dari keluarga bangsawan. Tapi ayahnya adalah orang yang mandiri dan pekerja keras, ia sama sekali tak mau merepotkan keluarga. Maka dari itu, setelah menikah, ayah dan ibu Lucy merintis bisnis dari nol bersama, hingga sebesar sekarang. Dan sekarang, saat bisnis mereka berkembang besar, Lucy sebagai anaknya merasa kurang diperhatikan oleh orang tuanya yang sibuk bekerja.


"Bibi aku pergi dulu"


"Nona, apakah anda yakin akan berkendara sendiri? saya khawatir anda akan terluka lagi" Bibi Yun sangat cemas, karena saat terakhir Lucy mengendarai mobil, dia menabrak pembatas jalan hingga bagian depan mobilnya hampir hancur.


"Jangan khawatir bibi, aku pasti akan baik-baik saja tenanglah. Ya sudah aku pergi dulu daahh.."


Lucy segera melangkah pergi ke garasinya.

__ADS_1


Tolong bantu Like dan komen ya..


terima kasih♡


__ADS_2