
Lucy berdiri di sebuah ruangan perpustakaan. Entah untuk apa dia di panggil ke sana, tapi yang jelas bukan untuk membaca buku. Saat jam istirahat tadi, teman Lucy memberi tahunya bahwa dia di panggil oleh seseorang. Seperti biasa, perpustakaan begitu sepi, sudah 15 menit Lucy menunggu orang yang katanya memanggilnya saat jam istirahat tadi.
"Waktu istirahat ku akan terbuang sia-sia di sini, memanggilku, tapi dia sendiri tak datang. Lebih baik aku pergi"
Lucy berbalik dan menuju pintu keluar. Saat tangannya hendak menarik gagang pintu, tiba-tiba 3 orang gadis masuk dan menabrak Lucy dengan sengaja.
"Bruukk" Lucy jatuh ke lantai.
"Bisakah kalian gunakan mata kalian?" Lucy bangkit dari duduknya dan melihat 3 gadis tersebut. Lucy mengenal satu diantaranya.
"Cella?" Dia adalah Cella Yan dari kelas XII B sedangkan Lucy kelas XII A. Dia adalah anak dari donatur terbesar kedua di sekolah, walaupun hanya 35% nya saja. Sering berprilaku sewenang-wenang dan sok berkuasa.
"Kenapa? apa kau kaget?" tanya Cella.
"Jangan basa-basi, kenapa kau memanggilku ke sini?" tanya Lucy sambil merapihkan bajunya.
"Tutup dan jaga pintunya dari luar" Cella memerintah dua anak buahnya.
"Apa maksudnya ini?" Lucy bingung.
"Apa?! kau kemarin menggoda Mr. Dion kan?" Bentak Cella tepat di depan wajah Lucy.
__ADS_1
"Tsk..jadi kau mengundangku ke sini hanya ingin membahas itu? " Lucy tersenyum sinis.
"Dengar! Mr. Dion hanya milikku, jadi jangan coba untuk menggodanya!"
"Asal kau tau, kak Dion sendiri yang duluan mendekatiku" Ucap Lucy santai.
"Kenapa kau menyebutnya kak Dion?" Cella kaget.
"Kak Dion sendiri yang memintanya, kenapa?" Lucy tersenyum mengejek Cella.
"Tidak mungkin! kau pasti berbohong! dasar ja***g!" Cella mengayunkan tangannya untuk menampar Lucy. Tapi Lucy menahannya dan meremas tangan Cella.
"Tentu saja aku tidak berbohong, dia bahkan memberikanku minuman dan tersenyum manis padaku" Lucy terus memanas-manasi Cella.
"Benarkah? apa kau tidak punya cermin?" Lucy menyombongkan kecantikan nya. Tentu saja, kulit putih, rambut coklat sebahu, bibir ciut berwarna merah alami, mata yang lebar dan hidung yang mancung. Tak salah jika Lucy menyombongkannya.
"tapi kau itu pendek!" kini Cella mengejek tinggi badan Lucy.
"Bukankah ini membuat tingkat keimutanku semakin bertambah?. Oh ya, sepertinya kak Dion menyukaiku karena aku imut hehe " Lucy membuat Cella semakin panas.
"Diam kau! kau itu terlalu percaya diri! "
__ADS_1
"Tentu saja aku percaya diri. Karena kak Dion menyukai gadis yang pintar, bukan gadis yang menggunakan kekuasaan ayahnya untuk naik kelas, Upss.."
Lucy tertawa sambil menutup mulutnya.
"Dasar ja***g!" Cella berusaha melepaskan tangannya.
"Kau mau apa?!" bentak Lucy sambil meremas tangan Cella dengan makin keras.
"Asal kau tau, kau itu tidak berguna! sok berkuasa karena nama ayahmu, kau bahkan tak punya prestasi! kau dan kedua tikusmu itu, hanya sampah di mataku! " Bentak Lucy tepat di depan wajah Cella.
"Beraninya kau! aku akan laporkanmu ke ayahku. dan kau pasti akan di keluarkan dari sekolah ini!"
"Silahkan saja! pihak sekolah juga pasti tau mana yang harus di pertahankan. Siswa berptestasi, atau...SAMPAH!"
Lucy mendorong Cella ke lantai.
"Dasar ja***g! kau pasti akan menyesal!"
Cella terus saja berteriak tak terima. Lucy dengan santai terus berjalan ke pintu sambil mengacungkan jari tengahya.
Lalu mendobrak pintu perpustakaan yang di jaga dua tikus Cella dengan kakinya.
__ADS_1
Tolong bantu like dan komen ya..
Terima kasih♡