My Mafia Man

My Mafia Man
Episode 5.


__ADS_3

Lucy kaget karena Lenna tiba-tiba berdiri.


"Ada apa? kau membuatku kaget" Tanya Lucy kebingungan.


"Tadi kau bilang Alex kan?" Lenna kembali duduk.


"Iya benar namanya Alex" jawab Lucy.


"Jangan-jangan dia Alex Xavier" Lenna tiba-tiba serius.


"Alex Xavier? siapa itu?" Lucy tak mengerti.


"Alex Xavier adalah ketua mafia terbesar yaitu White Tiger, jaringannya bahkan sampai ke luar negeri. dia di kenal sebagai pembunuh berdarah dingin, tak peduli pria atau wanita" Jelas Lenna dengan serius.


"Lenna, penjelasanmu tentang Alex Xavier sungguh menyeramkan. Tapi Alex yang ku temui itu sangat berbeda dengan yang kau bilang barusan. Dia itu pria konyol dan gila, tidak mungkin dia Alex Xavier. " Lucy yakin bahwa Alex yang dia temui pagi ini bukanlah Alex Xavier.


"Yang ku dengar dia selalu bersama teman sekaligus asistennya" Lenna masih penasaran.


"Memang ada temannya yang datang saat aku meminta ganti rugi"


"Benarkah? seperti apa dia? apa dia juga tampan?"

__ADS_1


"Kenapa yang kau pikirkan hanya pria tampan heehhh" Lucy kesal.


"Sudahlah ayo ceritakan" Lenna mulai tak sabar.


"Dia seorang pria yang cukup tampan, tidak terlalu tinggi kira-kira 174 cm, bibirnya lumayan sexy, dia terlihat seperti pria yang lembut" Jelas Lucy pada Lenna yang antusias mendengarkan.


"Apa kau tau siapa namanya? "


"Hmm..Kalau tak salah namanya Ferro" Lucy mengingat-ingat.


"Ahh..sepertinya memang benar itu dia, tapi mana mungkin Alex itu orang yang konyol." Lenna berfikir.


"Sudahlah jangan bahas dia lagi, aku pusing" Lucy menyadarkan kepalanya ke jendela.


Ada satu toko ice cream yang dulu sering Lucy kunjungi bersama seseorang.


"Lucy kau duduklah, aku akan pesan ice creamnya" Lenna pergi untuk memesan ice cream mereka.


Lucy memandang ke luar jendela, di depan toko ada pohon bunga carnation yang lebat, dengan bangku panjang di bawahnya. Dulu Lucy selalu menikmati ice creamnya di sana. Tapi sekarang tidak lagi, orang yang dulu selalu menemaninya makan ice cream sudah tiada.


"Ice cream dataaang" Lenna datang dengan dua mangkuk ice cream, vanilla untuk Lenna dan coklat utuk Lucy.

__ADS_1


"Thank you" Lucy memasukkan suapan pertamanya.


"Kau tak pernah makan rasa lain selain coklat, apa tidak bosan? " Lenna bertanya sambil makan


"Ice Cream coklat sangat berarti untukku, dan aku sangat menyukainya"


"Baiklah tapi jaga kesehatanmu juga, jangan terlalu sering makan ice cream, nanti kau terserang flu"


"Kau cerewet sekali, tapi terima kasih. Kau bahkan lebih perhatian dari ibuku haha"


"Heyy...aku ini sahabatmu, tentu saja aku peduli padamu" Saat ini memang hanya Lenna lah yang Lucy punya, walaupun dia cerewet tapi Lenna selalu ada untuk Lucy.


Saat mereka tengah asik berbincang tiba-tiba seorang pria berlari masuk ke dalam toko dengan terburu-buru, bahkan sempat menabrak beberapa pelanggan. Wajahnya pucat dan terlihat begitu ketakutan, seperti sedang di kejar sesuatu yang mengerikan.


Pria itu bersembunyi di bawah meja dengan tubuh yang gemetar dan berkeringat.


Dan tiba-tiba "Brakkk..prang!" entah dari mana, sebuah mobil menerobos masuk ke dalam toko dengan menabrak pintu kacanya.


Lalu beberapa pria keluar dan menyeret pria yang bersembunyi di bawah meja.


Setelah itu seorang pria tinggi berkacamata hitam keluar dari mobil itu.

__ADS_1


Tolong bantu Like dan komen ya...


Terima kasih♡


__ADS_2