My Mafia Man

My Mafia Man
Episode 9.


__ADS_3

Lucy baru saja tiba di rumahnya. Saat Lucy turun dari mobil, Lucy melihat mobil yang asing terparkir di depan rumahnya.


"Apa ayah dan ibu pulang? tapi ini bukan mobil ayah" batin Lucy.


"Paman Han, apa kau tau mobil siapa ini?" tanya Lucy pada supirnya.


"Saya tidak tau nona" jawab paman Han.


Sementara itu di ruang tamu rumah Lucy.


"Apa yang harus ku lakukan?" tanya Alex pada Ferro.


"Apa lagi? bukankah kau kesini untuk minta maaf? " jawab Ferro.


"Bukan itu maksudku" Alex kesal.


"Lalu apa?" Ferro malah ikut kesal.


"Bagaimana caranya meminta maaf?" Alex selama ini tak pernah meminta maaf pada siapapun, itulah sebabnya dia kebingungan.


"Ya cukup katakan, maafkan aku. begitu saja." jawab Ferro.


"Hanya itu? " Alex ragu dengan jawaban Ferro.


"Ahh..aku tau bagaimana caranya agar wanita langsung memaafkan kita" Ucap Ferro sambil tersenyum lebar.


"Bagaimana?" Alex penasaran.


"Begini, pertama kau pegang tangannya seperti ini" Ferro tiba-tiba memegang tangan Alex.


"Apa yanh kau lakukan? jangan sentuh aku. Aku masih normal" Alex menarik tangannya dan menjauh dari Ferro.

__ADS_1


"Hey apa yang kau pikirkan? aku juga masih normal. Aku ini sedang membantumu, cepat kemari" Ferro mengomel pada Alex.


Alex kembali mendekat.


"Begini, genggam tangannya, lalu tatap matanya seperti ini" Alex dan Ferro berpegangan tangan sambil saling menatap.


"Lalu?" Tanya Alex menanyakan kelanjutan skenario permintaan maafnya.


"ikuti ucapanku" Ferro memberi aba-aba.


"Ya ya..baiklah" Alex mulai tak sabar.


"Ya ampun! apa yang sedang kalian lakukan di rumahku?!" Lucy kaget saat memasuki ruang tamu, dia mendapati dua orang pria sedang berpegangan tangan dan saling menatap.


"Tidak! ini bukan seperti yang kau lihat" Alex segera menarik tangannya dan menendang Ferro ke lantai.


"Aduhh...sakit" Ferro berbring di lantai.


"Tidak!" jawab Alex dan Ferro kompak.


"Kami hanya sedang berlatih tadi" ucap Ferro sambil bangkit dari lantai.


"Iya benar" timpal Alex.


"Berlatih apa? jelas-jelas aku melihat kalian berdua seperti mau..." Lucy tak sanggup meneruskan ucapannya.


"Ehh..sebenarnya aku kesini untuk meminta maaf" Jelas Alex.


"Minta Maaf? untuk apa?" tanya Lucy.


"Aku sudah membunuh orang di depanmu kemarin, dan kau sangat ketakutan karena itu" Jelas Alex.

__ADS_1


"Dia datang kemari hanya untuk hal itu?" batin Lucy.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya memiliki trauma dengan hal itu, tapi aku sudah merasa lebih baik sekarang" Jelas Lucy.


"Syukurlah kalau begitu" ucap Alex.


"Tapi aku tidak menyangka pria bodoh sepertimu bisa meminta maaf" Lucy kembali pada sifat aslinya.


"Hey..Aku ini bukan pria bodoh. Bukankah aku terlihat seperti pria sejati dengan datang meminta maaf?" Alex tiba-tiba membusungkan dada sambil menyisir rambutnya kebelakang dengan tangannya.


"Mana ada pria sejati yang bermesraan dengan seorang pria" Lucy tersenyum mengejek.


"Hey itu tidak benar" Ferro yang dari tadi diam sambil makan kacangpun bersuara.


"Ya, sudah ku bilang kita sedang latihan tadi" Alex berusaha menjelaskan.


"Kalian berbohong. Jelas-jelas kalian terlihat seperti pasangan haha" Lucy tertawa keras.


"Ferro, mulai sekarang kita harus menjaga jarak" ucap Alex pada Ferro.


"Siapa juga yang mau dekat-dekat denganmu, nona Lucy benar. Kau itu pria menyebalkan" Jawab Ferro tanpa melihat Alex karena tangannya sibuk membuka kulit kacang.


"Apa kau bilang?! apa kau ingin di pindahkan ke Afrika?" Alex menarik kerah kemeja Ferro.


"Aku hanya bercanda hehe, tenanglah. ini makan kacangnya Aaa.." Ferro menyodorkan kacang ke mulut Alex.


"Kenapa dua orang gila ini ada di rumahku?" batin Lucy yang tak bisa berkata-kata menyaksikan kelakuan mereka.


Tolong bantu like dan komen ya..


Terima kasih♡

__ADS_1


__ADS_2