My Mafia Man

My Mafia Man
Episode 3.


__ADS_3

"Tadinya ku fikir kau hanya pria bodoh, tapi sepertinya aku salah" Lucy menatap pria itu tajam.


"Benar sayang, aku memang bukan pria bodoh, apa kau sudah menyukai aku sekarang? " dengan senyum bodohnya dia begitu percaya diri.


"Kau memang bukan pria bodoh, tapi kau pria gila! apa kau baru saja kabur dari rumah sakit jiwa?!" Lucy semakin meledak-ledak.


"Iya, aku memang gila, aku tergila-gila padamu sayang hahaha" lagi-lagi dengan senyum jahilnya dia menguras emosi Lucy.


"Aarrghh...Berhenti omong kosong! dan jangan panggil Aku begitu, itu konyol. sekarang beri aku ganti rugi!"


saat lucy tengah meminta ganti rugi, tiba-tiba sebuah mobil berwarna putih datang dari arah depan.


"Lex...apa kau baik-baik saja?" Seorang pria turun dari mobil itu dan berlari menghampiri Lucy dan pria aneh itu.


"Kau siapa? apa kau temannya orang gila ini?" Lucy bertanya pada pria yang baru saja tiba itu.


"P..pria gila? kau menyebutnya pria gila? nona kecil meskipun yang kau katakan benar, tapi kau berani sekali menyebutnya seperti itu, apa kau tau siapa yang kau sebut pria gila ini? " pria itu terlihat menahan tawa.


"Aku tak peduli dia siapa, yang jelas aku minta ganti rugi, dia tak boleh pergi sebelum membayarnya padaku" Lucy bersikeras.

__ADS_1


"kau lihat Fer? aku sedang di sandera di sini" pria aneh itu mengangkat kedua tangannya tapi sambil terus tersenyum.


"Nona, apa kau tau yang kau sandera ini siapa? dia adalah tuan Alex"


"Sudahlah Fer, kau tak perlu menjelaskannya. Sayang berapa yang kau minta? Tanya Alex pada Lucy.


Ferro, teman Alex itu terlihat heran melihat sikap Alex pada gadis kecil ini.


"Beri aku 10 juta dan kau boleh pergi"


"Ini pemerasan namanya, kau bahkan tidak terluka"


"Aku tidak peduli!" Lucy bersikeras.


"Apa yang kau lihat? cepat beri dia 10 juta!" Bentak Alex.


"B..baiklah, ini nona" Ferro memberikan selembar kertas pada Lucy setelah menuliskan nominalnya.


"10 juta hanya hal kecil untukku, jika kau mau aku bahkan rela memberikan hatiku untukmu" Alex kembali menggoda Lucy.

__ADS_1


"Terima kasih. simpan saja untukmu" Lucy langsung menolaknya mentah-mentah.


"Pfftt...Lex, apa kau baru saja di tolak oleh seorang gadis kecil?" Ferro tertawa kecil.


"Diamlah atau kau mau mencium bibir sepatuku? hisss" Alex mendesis kesal.


"Sayang, lihat saja kau pasti akan menjadi gadisku, bahkan ibu dari anak-anakku" Alex ngotot.


"Mimpi saja, aku tak mau jadi kekasih apa lagi istri orang gila! weekk.." Lucy menjulurkan lidahnya.


Ferro yang berada diantara mereka berdua merasa seperti melihat pasangan baru yang sedang pisah ranjang.


"Pergi sana! aku harap kita tak akan bertemu lagi" Lucy berjalan cepat menuju motornya yang tersungkur di rerumputan. "Tapi aku berharap sebaliknya, sampai jumpa lagi sayang...muahh" Alex memberikan flying kissnya pada Lucy lalu mobilnya melesat pergi.


"Arrgghhh....dasar pria gila! aku membencimu!" Lucy berteriak-teriak sambil meremas rambutnya dan menghetak-hentakkan kakinya sendiri, hingga beberapa orang memperhatikannya.


"Oh tidak, apakah aku baru saja tertular penyakit gilanya? aku harus segera menemui psikiater. tunggu, jam berapa ini? ohh..tidak, aku terlambat. "


Lucy segera memakai helmnya dan menuju sekolahnya.

__ADS_1


Tolong bantu Like dan komen ya..


Terima kasih♡


__ADS_2