
"Lex, dia di sini" Ferro memberi laporan.
"Suruh dia masuk."
"Selamat malam Tuan Alex" ucap presdir Hito saat masuk ke ruang VIP di sebuah Bar.
"Selamat malam. Silakan duduk"
"Eh..Ada apa Tuan Alex ingin menemui saya?"
Alex meletakkan rokoknya di asbak.
"Begini, ku dengar anak dari Tuan Yan terlibat masalah dengan seorang murid"
"Ya, itu benar Tuan" Hito mengiyakan.
"Dan ku dengar, setiap murid yang terlibat masalah dengan putrinya akan di keluarkan. Apa itu benar?"
"Ehh..be benar Tuan"
"Kau begitu menyukai uang ya? berapa yang dia berikan padamu? tanya Alex to the point.
"Ehh..itu. Hanya sedikit" Hito mengalihkan pandangan nya dari Alex.
"Aku tau bahwa kau hanya di atas namakan sebagai presdir, sekolah itu sebenarnya adalah milik keluarga Wang."
Hito kaget bukan kepalang.
"B..Bagaimana anda tau tuan?"
"Tentu saja aku tau, setelah putra pertama keluarga Wang mengambil alih, maka kau akan di tendang. Itu sebabnya kau menerima suap begitu banyak untuk memperkaya diri"
"T..tolong jangan beri tahu keluarga Wang tuan. Ku mohon"
"Baiklah, aku akan mengampunimu. Tapi"
"Tapi apa tuan?" tanya Hito ketakutan.
__ADS_1
"Lucy Xien, dia adalah gadisku. Dia adalah gadis yang terlibat masalah dengan putri tuan Yan. Aku mau kau atau siapapun untuk tidak mengusiknya"
"B..baiklah tuan"
"Kalau kau tidak menepati kata-katamu. Maka aku akan menarik semua donasi dan semua fasilitas yang ku berikan pada sekolah, dan aku akan memberi tahu keluarga wang tentang semuanya"
"To..tolong jangan tuan, ampuni aku"
"Dan Kalau sampai aku mendengar Lucy di ganggu di sekolah. Maka nyawamu dalam bahaya" Kata Alex dengan senyum jahatnya.
"Aku akan memperlakukan nya dengan sangat baik tuan"
Hito terus menunduk ketakutan.
"Kau boleh pergi"
"baik tuan" Hito segera bangkit dari duduknya dan pergi.
"Ferro, aku ingin dua orang mengawasi Lucy. Dan awasi juga tua bangka itu, kalau sampai Lucy di ganggu di sekolahnya, langsung bunuh saja tua bangka itu."
Kata Alex sambil kembali menghisap rokoknya.
........
Lucy dan Lenna sedang berbincang di taman sekolah, lalu seseorang datang menghampiri mereka.
"Maaf menggaggu waktu kalian" Dion tersenyum manis.
"Mr Dion" Lucy dan Lenna kompak.
"Bisakah aku berbicara denganmu?" tanya Dion pada Lucy.
"tentu saja" jawab Lucy
"Ehh aku ada urusan, aku pergi dulu" Lenna mengedipkan mata kirinya sebelum pergi.
"Ada apa kak Dion?" Lucy menatap wajah Dion .
__ADS_1
"Katanya kau terlibat masalah dengan Cella Yan"
"Hmm ya begitulah"
"Sebenarnya apa masalahnya?"
"Sebenarnya, secara tak langsung ini karenamu hehe"
"Ha? karenaku? benarkah? " Dion kaget
"Hehe..Sebenarnya Cella menyukaimu, dia cemburu padaku karena aku berbincang denganmu kemarin"
"Benarkah? ini salahku. Maafkan aku, gara-garaku kau terkena masalah" Dion menunduk lesu.
"Heyy..ini sama sekali bukan salahmu kak Dion" Lucy menyentuh tangan Dion.
"Maaf" Lucy langsung menarik kembali tangannya.
"Ehh..tidak apa-apa" Jantung Dion berdebar kencang.
"Bagaimana sebagai permintaan maafku, aku akan mengajakmu makan. Apa kau mau?"
"Sudah ku bilang itu bukan salahmu, tapi kalau kak Dion menelaktirku aku tak menolak hehe" Lucy tersenyum lebar.
Dion terseyum hingga lesung pipitnya terlihat jelas.
"Baiklah, kapan kau ada waktu? tanya Dion.
"Emm..Kalau sore ini aku tidak bisa, aku akan pergi membeli beberapa buku"
"Baiklah beri tahu aku kapanpun kau sempat, aku akan menunggumu"
lagi-lagi Dion tersenyum begitu manis.
"Baiklah"
"Aku pergi dulu" Dion melangkah pergi.
__ADS_1
Tolong bantu like dan komen ya...
Terima kasih♡