
Lucy berjalan mengitari rak-rak buku, bukan mencari buku yang dia mau, tapi mengenang kenangan yang telah lalu. Dulu, Lucy selalu datang di temani Verron. dia akan meminta kakaknya itu untuk membelikannya 1 seri komik sekaligus.
Lucy melihat sebuah komik yang dulu pernah kakaknya ingin belikan untuknya, tapi Lucy menolak karena menurutnya tokoh prianya tidak tampan.
"Kak, sepertinya aku berubah pikiran, aku menginginkan komik ini sekarang. Tapi kakak sudah tidak di sini untuk membelikannya untukku." Lucy bergumam sendiri sambil tangannya mengusap-usap sampul komik itu.
"Aku yang akan membelikannya untukmu" jawab seseorang di belakang Lucy.
Lucy kaget dan berbalik.
"Alex?"
Ternyata itu Alex yang sedari tadi mengikutinya tanpa Lucy sadari karena sibuk melamun.
"Apa kau merindukanku?" Alex tersenyum lebar.
"Untuk apa aku merindukanmu, tidak ada gunanya tahu!"
Lucy berjalan cepat menjauhi Alex.
Tapi tangan Alex dengan cepat menarik tas Lucy dari belakang.
"Kau mau ke mana? jangan coba-coba lari dariku"
"Aleex..lepaskan aku!"
Lucy terus mencoba menarik tas ransel yang tergantung di punggungnya itu.
Tapi Alex malah menariknya ke atas, sehingga Lucy jadi terlihat seperti anak kucing.
"Kau lucu sekali, aku seperti sedang menarik seekor anak kucing nakal haha"
Alex tertawa gemas.
"Aleex lepaskan akuuu ihhh"
"Tidak mau"
__ADS_1
Lucy berbalik dan menginjak kaki Alex sekuat tenaga.
"Awww...dasar kucing nakal"
Alex berjongkok memegangi kakinya sambil meringis kesakitan.
"Wleeee...rasakan" Lucy menjulurkan lidahnya lalu berlari menjauh.
Alex berjalan kasana kemari mencari Lucy di toko buku itu. Lalu langkahnya tiba-tiba berhenti, saat kedua matanya menangkap sosok gadis bertubuh mungil itu sedang berusaha meraih sebuah buku di rak paling atas.
"Gadisku sangat imut" Alex tersenyum gemas.
"Kenapa raknya begitu tinggiii..."
Lucy berjunjit-jinjit dan tangannya berusaha menggapai buku itu, tapi tetap saja tak sampai.
"Bukan raknya yang tinggi, tapi kau yang pendek" Tangan Alex meraih buku itu dengan mudah.
Lucy kaget dan ingin segera kabur. Tapi saat dia berbalik, dia malah menabrak dada bidang Alex.
"Sudah ku bilang jangan coba-coba lari"
"A..apa yang kau lakukan?!"
Lucy berusaha mendorong dada Alex.
Tapi Alex dengan cepat meraih kedua tangan Lucy.
"Al..alex jangan macam-macam! kau mau apa?"
Alex malah mendekatkan wajahnya.
"Aku tidak akan macam-macam kalau kau menurut apa kataku"
Lucy dapat merasakan nafas Alex dengan jelas.
" B..baiklah aku akan menurut, ta..tapi jangan coba macam-macam"
__ADS_1
Jawab Lucy terbata-bata.
"Benarkah? lihat saja bagaimana aku akan menghukumu jika kau berbohong"
Alex berbisik dan menjilat ujung telinga Lucy.
"Dasar mesuuuumm! brengsek!" batin Lucy.
"Ayo kita pergi" Ajak Alex setelah melepaskan Lucy.
"Ke mana?"
Lucy sibuk mengambil nafas setelah bebas dari cengkeraman makhluk buas itu.
"Ikut saja" Alex menarik tangan Lucy.
"Tunggu...kita mau ke mana? "
Alex menarik Lucy keluar toko dan memasukkan nya ke mobil.
"Toloong.. aku di culik!" Lucy berteriak dari dalam mobil.
"Diamlah, atau..." Alex tiba-tiba mendekat.
"Alex jangan macam-macam, baiklah aku tak akan teriak"
Tapi Alex terus mendekat dan menatapnya tajam.
"A..apa yang mau kau lakukan? " Lucy menutu matanya.
"Tentu saja memasang sabuk pengamanmu, memang kau berharap apa yang akan ku lakukan hm?" Alex tersenyum jahil.
"Ti..tidak"
"Kau tadi bahkan sudah menutup mata, itu membuat kita terlihat seperti mau ..."
"Hentikaan!" Lucy memukul lengan Alex dan memalingkan wajahnya yang memerah.
__ADS_1
Tolong bantu like dan komen.
terima kasih♡