
"Sstt...Lucy tenanglah" Lenna berusaha menenangkan Lucy.
"Lex, sebaiknya jangan ajak dia bicara dulu, dia sangat ketakutan" Ferro memberi saran, sementara Alex hanya diam.
"Antar mereka pulang" perintah Alex pada Ferro.
"Tapi kami datang dengan motor Lucy" Lenna kebingungan.
"Tenang saja, aku akan meminta seseorang membawanya" jelas Ferro.
"Lex, aku antar mereka dulu" Ferro pergi mengantar Lucy dan Lenna pulang. Sementara Alex masuk dalam mobilnya yang terparkir dengan tidak sopan di dalam toko.
"Sial, aku membuatnya begitu ketakutan" gerutu Alex.
"Berikan ganti rugi pada pemilik toko" perintah Alex pada salah satu anak buahnya.
"Baik tuan".
"Di mana alamat nona Lucy?" Ferro bertanya pada Lenna.
"Di jalan Teratai nomor 31" jawab Lenna.
"Kenapa alamatnya seperti tidak asing, apakah...ah sudahlah" batin Ferro yang merasa familiar dengan alamat rumah Lucy.
Ferro kaget setelah sampai ke rumah Lucy.
"Benarkah ini alamatnya?" tanya Ferro ragu.
"Iya benar tuan" jawab Lenna, Ferro tertegun.
__ADS_1
"tuan Ferro?" Lenna merasa aneh melihat ekspresi Ferro yang kaget.
"ehh..iya?" Ferro tersadar dari lamunannya.
"Terima kasih sudah mengantar kami" ucap Lenna setelah turun dari mobil.
"Sama-sama, tidak usah sungkan" Ferro tersenyum ramah.
Lenna membaringkan Lucy di ranjang.
Wajahnya masih pucat dan tangannya semakin dingin.
"Apa yang terjadi pada nona Lucy sebenarnya? " tanya bibi Yun panik.
"Dia baru saja melihat pembunuhan di toko ice cream" jelas Lenna.
"Sebaiknya kita biarkan dia istirahat" Lenna mengajak bibi Yun keluar.
"Lucy aku pulang dulu, aku akan kembali besok" Lenna berpamitan pada Lucy yang masih diam saja.
****
"Lex..Alex!" Ferro berlari mencari Alex di base camp mereka.
"Tuan Alex ada di atas tuan" kata seorang penjaga.
Ferro berlari ke atas.
"Apa kau mengantarnya dengan selamat? " Alex yang sedang berdiri di balkon menyadari kedatangan Ferro.
__ADS_1
"Aku mengantarnya dengan selamat, dan kau tau.."
"Aku tau" Alex memotong penjelasan Ferro.
"Tak ku sangka dia adalah Lucy Xien, pantas saja kau yang biasanya dingin pada gadis-gadis begitu perduli padanya" Ferro tak percaya.
"Benar, itu memang dia. Lucy, Princess kecil kita" Alex bicara sambil terus menatap ke depan.
"Dia gadis yang malang karena memiliki trauma seperti itu" Ferro berdiri di sebelah Alex.
"Makanya aku harus menjaganya, aku harus menepati janjiku pada Verron." jelas Alex.
"Benar, kita harus menjaganya karena Verron sangat menyayangi Lucy. Princess kecil kita sudah menjadi gadis, aku sampai tak mengenalinya" Ferro tertawa kecil.
.....
Lucy duduk di ranjangnya sambil memegangi sebuah figura.
"Kakak, aku merindukanmu. Kenapa kau pergi meninggalkan aku sendirian? hikss...ayo pergi makan ice cream bersama, ayo pergi jalan-jalan bersama, kakak sudah janji .." Lucy menangis tersedu sambil memandangi foto kakaknya.
Dia adalah Verron Xien, kakak laki-laki Lucy yang meninggal tiga tahun silam. Dia adalah kakak yang sangat menyayangi adiknya, Verron selalu membawa Lucy jalan-jalan saat dia tidak bekerja. Ayah dan ibunya selalu sibuk bekerja, jadi hanya Verron orang yang selalu membuatnya bahagia.
Lucy terlelap sambil memeluk foto kakaknya. Dia adalah pria yang tampan, berkulit sangat putih sama seperti Lucy, matanya agak sipit, dan yang paling khas adalah gummy smile nya yang manis.
dulu Lucy selalu bilang kalau kakaknya sangat tampan seperti pangeran.
Tolong bantu like dan komen ya..
Terima kasih♡
__ADS_1