My Mafia Man

My Mafia Man
Episode 15.


__ADS_3

Lucy dan Ferro sampai di sebuah tempat di pusat kota. Lucy berdiri di depan sebuah bangunan dua lantai dengan pintu dan jendela kaca berwarna hitam, dengan gambar Harimau putih di atasnya. Di kanan dan kiri pintu berdiri dua pria berpakaian serba hitam sedang berdiri tegap dengan senjata api di tangan mereka.


"Ayo masuk" ajak Ferro.


"Tapi tempat apa ini?"


"Ini adalah tempat paling aman untukmu saat ini, kami masih belum tau berapa banyak komplotan mereka, dan ada di mana saja. Itu akan membahayakan nyawamu jika kau keluar dan terlihat oleh salah satu dari mereka sekarang, tunggu sampai Alex membereskan mereka dulu" jelas Ferro.


Lucy mengikuti Ferro masuk. Saat melewati pintu, terlihat sebuah meja panjang dengan beberapa gelas bertangkai dan beberapa botol, yang terletak jauh di depan. dengan rak yang berisi berbagai minuman alkohol di belakangnya. Ada juga mesin pembuat kopi dengan cangkir yang tertata rapi di raknya.


Di sisi kanan terdapat beberapa tempat duduk kayu dengan meja kecil di tengah, sedangkan di sisi kiri ada 4 buah meja Billiard. Dinding ruangan itu di lapisi oleh kayu yang terlihat kokoh, dengan beberapa lampu kecil berwarna kuning dan satu lampu kristal besar di tengah, terlihat tergantung di langit-langit. Dan tidak ada seorang pun di sana.


"Apakah ini sebuah Bar?" tanya Lucy sambil sibuk melihat sekelilingnya.


"Bukan, ini hanya tempat kami" jawab Ferro.


"Tempat kalian? maksudnya markas?"


"Emm..bisa dibilang begitu."


Lucy terus mengikuti langkah Ferro. Mereka melewati sebuah lorong yang agak gelap namun cukup luas.


Lucy terkejut saat melihat ke kanan dan kirinya. Di dinding lorong itu terlihat sangat banyak alat yang sepertinya di gunakan untuk menyiksa. Ada pisau kecil hingga besar yang di susun rapi, beberapa cambuk, borgol, rantai, besi-besi runcing dan banyak lagi. Lucy bergidik merinding melihat semua itu.


"Untuk apa benda-benda ini?" Lucy memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


"Oh...itu hanya beberapa koleksi mainan Alex" jawab Ferro santai.


"Hah?! Mainan?!"


"Mainan? apakah orang itu sudah gila?! oh aku lupa, dia kan memang gila" batin Lucy.


"Kau tidak perlu kaget, nanti seiring berjalannya waktumu dengan Alex, kau juga pasti terbiasa" jelas Ferro.


"Apa?! aku dan Alex? bersama? tidak!" Lucy menjawab dengan tegas.


"Haha jangan bicara begitu, walaupun dia kejam, tapi Alex itu pria yang baik. percayalah" Ferro meyakinkan Lucy.


"Kau kan temannya, sudah pasti kau membelanya, walaupun temanmu itu pria gila"


Setelah melewati lorong yang panjang dan menaiki tangga, mereka sampai di lantai 2.


"Silakan masuk, kau tunggu saja di dalam. Aku akan membawakan beberapa makanan untukmu"


Di dalam ada sebuah ranjang besar dengan dengan bed cover warna biru tua. Meja kecil di samping dengan lampu tidur di atasnya. Ada 1 lemari pakaian ukuran sedang yang terlihat elegan berbahan kayu. Di sampingnya terdapat cermin super besar yang menempel di dinding.


Lucy bercermin di sana, melihat tubuh mungilnya terbungkus jaket kulit milik Alex.


"Apa ini? aku terlihat sangat aneh. Jaket Alex menenggelamkan tubuhku, bahkan rok sekolahku tak terlihat sama sekali, tapi ini cukup nyaman hehe.."


puas berkaca, Lucy melompat ke ranjang besar yang ada di sana.

__ADS_1


"Hupp...ah nyaman" Lucy terus berbaring dan berguling seperti anak kecil.


"Tok..tok..tok, bolehkah aku masuk?" itu suara Ferro.


"Masuklah" Lucy segera duduk.


"Aku membawa beberapa camilan dan minuman untukmu,"


"Minuman?" Lucy teringat minuman alkohol yang dia lihat di bawah tadi.


"Jangan khawatir, ini hanya susu. Alex akan membunuhku kalau aku memberimu alkohol"


kata Ferro sambil meletakkan nampan yang penuh camilan di meja.


"Kau bisa beristirahat dan berbuat sesukamu di sini, aku sengaja menyuruh semua orang pergi agar kau merasa nyaman. Aku pergi dulu"


Ferro melangkah pergi dan keluar dari sana.


"Terima kasih! " Lucy berteriak dari dalam.


Lucy sangat senang. karena Kalau di rumahnya, Lucy tidak bisa berbuat sesukanya. Tidak boleh berteriak keras-keras, tidak bokeh makan cemilan sambil berbaring di ranjang, tidak boleh ini itu dan lain sebagainya. Karena Lucy harus mengikuti tata krama gadis bangsawan.


Haiii...bantu like dan komen ya


Terima kasih♡

__ADS_1


__ADS_2