My Mafia Man

My Mafia Man
Episode 6.


__ADS_3

Lucy menatap pria itu lekat-lekat.


"Bukankah itu si pria gila?"


"Kau mengenalnya?" tanya Lenna penasaran.


"Itu dia, yang membuatku jatuh pagi ini, si brengsek Alex" jelas Lucy.


Sementara itu pria tadi di seret ke depan Alex.


"Tolong ampuni aku tuan aku mengaku bersalah" pria itu berlutut sambil memohon.


"Bukankah sudah ku bilang sejak awal, bahwa mengkhianatiku bukanlah hal yang baik untuk nyawamu?" tanya Alex sambil menginjak puntung rokoknya.


"Ku mohon beri aku satu kesempatan lagi tuan" pria itu terisak sambil memenangi kaki Alex.


"Sayangnya kau memohon pada orang yang salah, aku tak akan pernah memberikan kesempatan kedua pada siapapun. Kau tau akibat pengkhianatan mu kan?" Alex menjawab dengan dingin dan nyaris tanpa ekspresi. Berbeda sekali dengan Alex yang Lucy temui pagi ini.


Suasana dalam toko yang tadinya ramai, sekarang berubah mencekam, semua orang ketakutan dan tak berani bersuara. Lagi pula siapa yang berani mengacau saat Alex sedang marah.


"T..tuan, aku akan melakukan apapun untukmu, tolong jangan siksa aku" kali ini pria itu bahkan mencium sepatu Alex.


"Oh benarkah?" tanya Alex yang kemudian mengangkat kakinya dan menginjak leher pria itu.

__ADS_1


"Uhukk..uhukk..be benar tuan, tolong ampuni aku, aku berjanji tak akan mengkhianati mu lagi" pria itu hampir kehabisan nafas karena lehernya terus di tekan.


"Berdiri!" Bentak Alex.


Pria itu berdiri lemas sambil terus menunduk, tak berani menatap wajah Alex sedikitpun.


"A..ampuni aku tuan" pria itu kembali memohon dengan suara yang bergetar.


"Karena kau mengakui kesalahanmu, aku akan membuat ini mudah untukmu, aku tak akan menyiksamu" ucap Alex.


"Apa..apa kau mengampuniku tuan?" tanya pria itu penuh harap.


"Kemari dan peluk aku" Alex membuka tangannya lebar-lebar.


"Sudah ku bilang aku tak akan menyiksamu, tapi aku ingin kau langsung mati saja" Alex berbisik di telinga pria itu sambil menodongkan pistol ke kepalanya.


Mata pria itu membelalak kaget dan


tiba-tiba "Doorrr.." Peluru Alex menembus kepla bagian belakangnya, pria itu jatuh dari pelukan Alex dengan banyak darah di kepalaya dan matanya masih terbuka lebar.


"Buang mayatnya ke tengah laut, setidaknya tubuhnya masih berguna untuk makanan ikan" ucap Alex sambil sibuk membersihkan tangannya dengan sapu tangan.


Lucy yang menyaksikan kejadian itu dari awal kaget tak percaya, ada banyak hal yang lalu lalang di otaknya.

__ADS_1


Lucy jadi teringat pada kakak laki-lakinya yang juga mati terbunuh di depan matanya tiga tahun silam.


"Lucy apa kau baik-baik saja?" Lenna yang khawatir melihat lucy mengajaknya duduk.


"A..aku aku takut sekali" Suara Lucy bergetar dan tangannya dingin.


Lenna yang tau akan trauma Lucy berusaha menenangkan nya.


"Tenanglah Lucy, jangan takut. Aku ada di sini" Lenna memeluk Lucy yang mulai menangis.


"Lex, bukankah itu gadis kecil yang memerasmu pagi ini? dia terlihat ketakutan" Ferro menyadari keberadaan Lucy di sana.


Alex kaget saat dia tau Lucy melihat semuanya. "Sial, aku tak tau dia ada di sini" batin Alex.


Alex segera menghampiri Lucy.


"Lucy, apa kau baik-baik saja?" tanya Alex lembut. Alex yang tadi sangat kejam tiba-tiba berubah begitu lembut di depan seorang gadis kecil.


"Pergi! jangan mendekat!" Lucy berteriak histeris sambil mendorong Alex.


Tolong bantu like dan komen ya..


Terima kasih♡

__ADS_1


__ADS_2