
Lucy duduk di bangku paling belakang di kelasnya. Selama pelajaran Lucy tak fokus memperhatikan, selain karena masih kesal karena Alex pagi tadi, juga karena hari ini benar-benar turun hujan. Lucy hanya menatap sendu ke luar jendela, memperhatikan buliran hujan yang jatuh.
"Ssttt...Lucy" seorang gadis yang duduk di sampingnya tiba-tiba membuyarkan lamunan Lucy.
"Ah..Lenna, kau mengagetkanku saja" Gerutu Lucy.
"Habisnya dari tadi kau diam saja, ku kira kau kerasukan "
"Dasar bodoh, mana mungkin. Aku hanya sedang kesal pada pria bodoh yang ku temui pagi ini" jelas Lucy.
"Seorang pria? apakah dia tampan?" Lenna tiba-tiba bersemangat.
"Sstt...pelankan suaramu" Sambil mendelik pada Lenna.
"Baiklah kelas hari ini sampai sini saja, jangan lupa kumpulkan tugas kalian minggu depan" Mr. Dion mengakhiri kelasnya.
Para murid segera berhamburan keluar kelas untuk istirahat.
"Lucy jelaskan padaku yang tadi, apa pria itu tampan?" Lenna yang sekarang sudah berpindah duduk di depan Lucy semakin bersemangat.
"Lucy, ku dengar kau kecelakaan pagi tadi, apa kau Baik-baik saja? " Mr. Dion tiba-tiba datang memotong percakapan Lenna dan Lucy.
"Aku baik-baik saja Mr, itu hanya kecelakaan kecil" Jawab Lucy sambil tersenyum.
__ADS_1
"Benarkah? syukurlah kalau begitu. Lain kali kau harus lebih hati-hati, jangan sampai terluka" ucap Mr. Dion penuh perhatian.
"Ehh..Terima kasih banyak Mr. Dion" Lucy salah tingkah.
"Tidak usah sungkan, aku pergi dulu" Mr. Dion pergi meninggalkan kelas.
"Waahhh...apa itu tadi? Mr. Dion sangat perhatian padamu" Lenna heboh sendiri.
Mr. Dion adalah guru paling tampan di sekolah Lucy. Tubuhnya tinggi, berhidung macung, karismatik, pintar, kacamatanya membuat kesan yang lembut padanya. usianya baru 27 tahun dan masih single, tak heran banyak siswi yang mengidolakannya.
Bahkan banyak para siswi di kelas Lucy yang saling berbisik karena iri.
"Sudahlah, itu bukan apa-apa. Wajar bila seorang guru mengkhawatirkan muridnya" jelas Lucy dengan santai.
"Sadarlah, Mr. Dion tak pernah melakukan hal seperti ini pada yang lain" Lenna semakin heboh.
"Baiklah, jadi tadi pagi aku terserempet mobil hingga terjungkal, dan kau tau pria itu sangat menyebalkan bahkan cenderung gila!" Lucy kembali kesal karena menceritakan kejadian yang di alami tadi pagi.
"Heyy..jawab pertanyaan intinya, apa dia tampan?" Lenna terus mendesak Lucy.
"tidak. menurutku dia adalah pria paling jelek dan menyebalkan yang pernah ku temui!"
"Lalu apa yang kau lakukan padanya?"
__ADS_1
"Aku minta ganti rugi 10 juta padanya" jawab Lucy santai.
"Apa?!..10 juta untuk kau yang bahkan tidak terluka?" Lenna membuat seisi kelas mendengar suaranya.
"Memangnya kenapa?" Lucy tak peduli.
"Lucy, kau memeras orang, bukan meminta ganti rugi, apa kau gila? "
"Heyy...kenapa kau yang protes? dia saja sama sekali tak keberatan".
"Benarkah? dia pasti orang yang kaya" Lenna terus menerka-nerka.
"Aku tidak tau dan tidak peduli".
"Tapi Lucy, aku tidak percaya kalau kau bilang dia jelek, kau pasti berkata bohong karena kesal" Lenna masih penasaran dengan sosok pria yang membuat Lucy kesal.
"Baiklah, sejujurnya secara fisik dia memang tampan. hidungnya mancung, kulitnya putih, matanya lebar, senyum yang menawan dengan gigi kelinci yang imut, aku tak tau tingginya karena dia duduk di mobil. tapi sayangnya dia gila" Jelas Lucy.
"Aku sangat penasaran dengan pria itu, dia pasti sangat tampan, apa kau tau namanya? ".
"Namanya Alex" Jawab Lucy singkat.
"Hah! Alex?!" Lenna tiba-tiba bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Tolong bantu Like dan komen ya..
Terima kasih♡