My Mafia Man

My Mafia Man
Episode 16.


__ADS_3

Lucy melepas jaket Alex dan tasnya, lalu melemparkan nya begitu saja di ranjang.


"Emm...kira-kira bagaimana keadaan Alex sekarang? ah siapa peduli, biarkan saja."


Lucy bergumam sendiri sambil mulutnya terus mengunyah biskuit cokelat yang di bawakan Ferro.


"Tapi dia menyelamatkan ku tadi"


"Ah...tidak, bagaimanapun aku terkena masalah juga kan karena dia, jadi wajar saja jika dia melindungiku"


Lucy terus bicara sendirian dan melahap semua cemilannya sambil berbaring.


.


.


Alex kembali dengan beberapa anak buahnya.


"Lex, kau sudah kembali. Apa semuanya sudah beres?" Ferro segera berlari menemui Alex yang baru saja masuk.


Alex terlihat berantakan, tubuhnya basah kuyup oleh keringat. Ada beberapa goresan luka di tangan dan lecet di bibirnya.


"Aku membawa satu yang masih hidup, kurung dia di penjara. Kita akan menginterogasi dia saat dia sadar"


jelas Alex sambil meneguk segelas anggur.


"Lalu sisanya?"


"Tentu saja mati. Tapi aku khawatir akan sesuatu" Alex tiba-tiba terlihat cemas.


"apa yang kau khawatirkan? tidak biasanya kau mengkhawatirkan sesuatu"


"Ada tiga dari mereka yang berhasil lolos, mereka sudah melihat Lucy. Mereka tau Lucy adalah gadisku, aku takut mereka akan mengincar Lucy ke depannya."


"Jangan khawatir Lex, kita pasti bisa menjaganya dengan baik. Dan lagi Lucy bukan gadis lemah dan bodoh, kau ingat saat hari dimana kau di peras olehnya? haha."


Ferro tertawa mengingat Alex yang tidak berdaya di depan seorang gadis kecil.


"Benar, gadisku memang pemberani"


Alex terlihat menarik sudut bibirnya yang terluka.


"Ngomong-ngomong, di mana dia sekarang? "


"Dia ada di atas, di kamarmu"

__ADS_1


Alex langsung melompat dari kursi dan lari ke kamarnya.


Alex membuka pintu kamarnya dan masuk, dia mendapati Lucy tertidur pulas dengan bekas cemilan berserakan di sekitarnya.


"Dasar anak nakal, dia makan cemilan di atas ranjang lalu tertidur. Dia bahkan memporak porandakan tempat tidurku ck..ck"


Alex hanya menggelengkan kepala dengan kelakuan Lucy.


"Lihat bagaimana aku akan memberimu hukuman setelah aku mandi."


Alex segera menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.


.


.


Lucy terbangun dari tidurnya.


"Hah?! jam berapa ini?"


Lucy mencari-cari ponselnya di tas.


"Ya ampun! ini sudah sore sekali, aku harus segera pulang"


Lucy bangun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya yang kotor karena terkena cokelat saat dia tertidur.


Saat Lucy hendak membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba pintunya terbuka sendiri dan Alex yang hanya mengenakan handuk berdiri tepat di depannya.


"Gyaaaaaaa....aaaaa!! tolong..ada orang mesum!"


Lucy berteriak sambil berbalik dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Siapa yang kau sebut orang mesum hem?" Alex maju mendekati Lucy.


"Ke..kenapa kau di sini?"


Lucy masih menutupi wajahnya.


"Memangnya kenapa? ini kan kamarku"


Sekarang Alex memeluk pinggang Lucy dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu Lucy.


"Aaaaa!! lepaskan aku!" Lucy segera melepaskan diri dari Alex dan lari menuju pintu.


Tapi Alex lebih cepat, dia berdiri menghalangi pintunya sekarang.

__ADS_1


"A..alex apa yang kau lakukan? biarkan aku pergi"


"Tidak boleh" Alex malah mengunci pintunya dan menaruh kuncinya di atas lemari.


"Alex kau keterlaluan! apa yang kau lakukan? "


"Lihat dulu apa yang kau lakukan pada kamarku"


Lucy melihat sekelilingnya yang begitu berantakan karena perbuatannya.


"Aku akan membersihkannya, tapi tolong lepaskan aku"


"Tidak, aku akan menghukumu" Alex maju mendekati Lucy.


Sedangkan Lucy terus mundur hingga kakinya menabrak ranjang dan terjatuh.


Alex terus mendekat.


"Aaa...!"


Alex mendorong Lucy hingga tubuhnya terlentang. Lucy mencoba bangkit tapi Alex menahan kedua tangannya.


Sekarang Alex berada tepat di atas Lucy, Tubuh Seksi Alex terpampang tepat di depan wajah Lucy.


Alex mendekatkan wajahnya ke wajah Lucy.


"A..alex jangan macam-macam! apa yang kau lakukan?!"


Lucy mencoba berontak, tapi tenaga Alex jauh lebih besar.


Alex terus mendekatkan wajahnya dan menjilat cokelat di pipi Lucy.


"Emm..manis sekali"


"Lepaskan aku mesum!"


Lucy terus berteriak tapi Alex tak bergeming sama sekali.


"Ini hanya hukuman kecil untukmu sayang."


Alex berbisik di telinga Lucy lalu menggigit kecil telinganya.


Perlahan bibirnya turun menyusuri leher mulus Lucy.


"Emmhh..Alex lepaskaan."

__ADS_1


Haii..bantu like dan komen ya..


Terima kasih♡


__ADS_2