My.Nation-B

My.Nation-B
Chapter = Hidden Garden.


__ADS_3

...Bab 12 \= Taman tersembunyi....


...\=\=\=...


Setelah beberapa menit berjalan kaki, akhirnya Elvano menghentikan langkahnya tepat didepan sebuah pintu baja hitam bertebing tinggi.


Dilihat dari tampilannya, pintu baja itu tampak sedikit menakutkan, ditambah pula dengan letaknya yang berada diujung taman.


Melihat dari tampilannya saja, pintu itu membuat perasaan Aliesha menjadi tidak enak. Aliesha mulai berpikir yang tidak-tidak, karena Elvano mengajaknya ke sebuah tempat yang tidak pernah ia kunjungi sebelumnya.


“ disini? ” tanya Aliesha sembari menunjuk pintu misterius itu dengan satu jari telunjuknya.


“ jangan takut, tampilan luarnya emang nipu... tapi kita gak akan pernah tau gimana dalemnya kalau kita gak masuk kan?? ” ucap Elvano sembari membuka pintunya.


“ kamu duluan.. ” ucap Elvano mempersilahkan Aliesha agar masuk ke dalam sana lebih dulu.


Namun Aliesha tampak terdiam saja, ia melihat Elvano dengan tatapan mengintimidasi. Aliesha terlihat jauh lebih berhati-hati dari sebelumnya.


Melihat Aliesha yang seperti itu, Elvano sedikit tertawa. Namun dia paham, dia tahu bahwa Aliesha tidak akan mudah untuk mempercayai orang lain. Terlebih lagi orang yang baru dikenal seperti Elvano.


“ yaudah, aku duluan. ” ucap Elvano lalu masuk lebih dulu, meninggalkan Aliesha yang masih terdiam memaku.


Sebenarnya Aliesha memang penasaran, merasa ingin tahu apa yang ada dibalik pintu bertebing itu. Melihat dari wajah dan gerik Elvano sepertinya memang tidak ada yang mencurigakan sama sekali. Bahkan laki-laki itu tampak gembira seperti anak kecil yang ingin menunjukan sesuatu pada ibunya.


Disisi lain Aliesha teringat akan apa yang telah ia lakukan pada Elvano dipertemuan pertama mereka. Bahkan Aliesha tidak meminta maaf sedikitpun hingga detik ini. Karena Aliesha tidak ingin dihantui rasa bersalah, setidaknya hari ini dia sudah mengikuti ajakan Elvano.


“ mau nyampe kapan berdiri disitu? ” tanya Elvano.


Aliesha pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam pintu raksasa berbahan baja itu. Kali ini Aliesha mencoba untuk mengabaikan rasa gelisah hatinya. Meski begitu, Aliesha masih tetap waspada untuk hal-hal buruk yang kemungkinan akan terjadi.




“ wuuusshhh.... ”


“ chrip... chrip... ”


Aliesha baru saja melangkah masuk, namun hembusan angin dengan kicauan indah dari burung-burung cantik sudah menyambutnya lebih dulu.


Ketika Aliesha masuk ke dalam sana, Aliesha disuguhi oleh pemandangan atas bukit yang begitu cantik nan indah. Dengan rumput yang lebat berwarna Smooth Red, ditambah pula oleh bunga favorit Aliesha. Baby Breath putih tampak terlihat cantik menghiasi rumputnya.


Terlebih lagi diujung bukit sana, tumbuh sebuah pohon tinggi dan besar dengan warna daun yang sama dengan rumputnya. Pohon itu terlihat sangat cantik dengan daun Smooth Rednya yang lebat nan berguguran. Pohon itu seperti kebalikan dari pohon beringin yang ditemui Aliesha waktu itu.

__ADS_1


Burung-burung cantik tampak begitu riang mengepakkan sayapnya di udara, dengan kicauannya yang saling bersahut-sahutan dan menyatu dengan suara riuhnya angin. Rambut Aliesha yang panjang terurai tampak terbang melayang karena hembusan angin yang menabrak rambutnya.


Tanpa disadari, sebuah senyuman terbentuk dibibir Aliesha. Aliesha tidak pernah merasa setenang ini dihidupnya. Dan lagi, Aliesha tidak pernah melihat taman seindah ini dari sekian banyaknya taman yang pernah ia kunjungi.


Taman ini terlalu cantik untuk diungkapkan. Bahkan mungkin seperti surganya dunia. Aliesha benar-benar terlarut oleh pemandangan dari taman ini. Terbelalak dengan matanya yang membulat sempurna.


Aliesha mengakui, apa yang diucapkan Elvano itu benar. Jika tadi Aliesha memutuskan untuk tidak masuk, mungkin Aliesha tidak akan pernah tahu keindahan yang ada dibalik pintu bertebing itu.


“ cantik! ” gumam Aliesha tak menyangka.


“ iya, kayak kamu! ” sahut Elvano dengan gembira.


“ apa? ” tanya Aliesha sedikit mengerutkan keningnya. Ia tidak terlalu mendengar jelas apa yang baru saja diucapkan Elvano.


“ iya itu.. pohonnya cantik! ” jawab Elvano dengan pipinya yang merah padam.


Aliesha pun kembali bermain dengan kameranya, ia mulai membidik setiap sisi dari taman ini untuk difoto olehnya.


Aliesha sudah kembali sibuk dengan aktivitas favoritnya itu, dan Elvano hanya terdiam memperhatikan Aliesha dengan senyumnya yang merekah.


Entah seperti sedang melayang atau apa, tapi kali ini Elvano merasa jauh lebih bahagia dari menit sebelumnya. Apalagi dia sudah berhasil mengajak Aliesha ke tempat yang dimaksudnya.


“ kamu gak foto? ” tanya Elvano.


Aliesha terdiam sejenak sembari menurunkan kamera dan melihat-lihat hasil fotonya, namun setelah itupun dia kembali membidik spot yang lainnya.


“ gak. ” jawab Aliesha singkat.


“ kenapa? biasanya cewe suka foto foto.. tapi, dari tadi kamu cuma foto pemandangannya aja, gak sama kamunya.. kamu gak suka foto? ”


“ enggak. ”


“ kenapa? ”


Aliesha mendadak menghentikan aktivitasnya dan menatap Elvano dengan tajam. Seolah-olah memberi tanda pada laki-laki itu untuk berhenti berbicara.


Elvano yang menyadari itu malah tertawa ringan. Dia merasa gemas setiap kali melihat raut wajah Aliesha ketika kesal.


Melihat tingkah Elvano yang dirasa menyebalkan, Aliesha lebih memilih untuk beranjak pergi mendekati pohon didepannya, dengan kameranya yang tetap didepan matanya. Meninggalkan Elvano ditempatnya begitu saja.


“ hati-hati!! didepan jurang... ” ucap Elvano sedikit teriak, sembari berlari kecil menghampiri Aliesha.


Elvano tampak sedikit khawatir karena Aliesha yang terlalu sibuk dengan kameranya namun tanpa melihat sekeliling. Didepan pohon itu terdapat jurang yang cukup curam dan tidak dihalangi apapun.

__ADS_1


Aliesha mendengar apa yang dikatakan Elvano, ia langsung menurunkan kameranya dan melihat ke depan. Dan ternyata benar, ketika Aliesha melihat ada sebuah jurang tepat didepannya, dia pun langsung mundur beberapa langkah dari sana.


“ kalau foto itu liat-liat sekeliling. ini tuh bukit, bukan taman biasa.. ” omel Elvano.


Aliesha mendengar omelan Elvano. Namun dia tetap saja diam tak berkutik. Masih tetap sibuk dengan kamera mininya. Tanpa menghiraukan Elvano yang berdiri disampingnya.


Keduanya saling terdiam tanpa berbincang. Mereka begitu asik menghayati suasana taman ini hingga tidak sadar bahwa waktu terus berjalan. Aliesha sibuk dengan kegiatannya dan Elvano yang tengah menatap langit dengan senyumnya yang tidak pudar sedikitpun.


Sebenarnya Elvano masih merasa gugup. Hatinya yang berdegup berdebar-debar karena perempuan disampingnya itu. Meski Aliesha begitu cuek dan tidak peduli sedikitpun, tapi itu sama sekali tidak membuat perasaan Elvano menghilang. Bahkan sebaliknya, Elvano berjanji dengan dirinya sendiri untuk berjuang lebih keras hingga Aliesha menerima dia dihidupnya. Walau sekecil apapun kesempatannya.


Elvano merasa begitu canggung, namun entah dengan Aliesha. Bongkahan es bernyawa itu tampak biasa saja dengan wajahnya yang datar tak bereskpresi.


“ sekarang kamu tau kan? kalau pintu yang tampilannya nyeremin itu gak selalu gudang isinya? ” ucap Elvano memecah rasa canggungnya sendiri. “ kamu juga sama... ” sambungnya.


Mendengar itu Aliesha langsung menghentikan aktivitasnya. Aliesha tidak mengerti dengan apa yang baru saja dibicarakan Elvano padanya. Ia melihat Elvano dengan kedua alisnya yang berkerut mantap. Aliesha hanya menunjukan ekspresi bingungnya tanpa berkata apapun.


Elvano yang melihat ekspresi bingung Aliesha hanya tersenyum.


“ aku tau.. kamu yang sebenernya itu gak sekejam penampilan kamu.. ”


“ cih!!! kamu gak tau apa-apa tentang aku! ” ketus Aliesha.


“.... taman ini gak perlu nama, dia punya ciri khasnya sendiri buat diinget. dia punya keindahan tersendiri yang ditutup paksa. sama halnya kamu. ”


Aliesha menghela nafasnya, ia membalikkan tubuhnya perlahan ke arah Elvano sembari menatap dengan tatapan dinginnya. Aliesha masih tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Elvano.


“ hhh.... kamu ngomong apa sih??! ” tanya Aliesha mulai merasa kesal karena ucapan Elvano yang semakin melantur entah kemana.


Elvano tampak terdiam sejenak, senyuman yang terbentuk dibibirnya seketika mulai menghilang. Laki-laki itu membalikkan badannya ke arah Aliesha. Dia menatap perempuan dihadapannya itu dengan penuh arti.


“ aku.... ”


Perkataannya itu tiba-tiba terhenti, Elvano menarik nafasnya kuat-kuat. Lalu ia membuang muka dan kembali membalikkan tubuhnya.


“ cinta sama kamu... Aliesha. ”





...\=\=\=...

__ADS_1


...To be continued... »...


__ADS_2