My.Nation-B

My.Nation-B
Chapter = Dating?


__ADS_3

...Bab 08 \= Jadian?...


...\=\=\=...


- [ 09.24 ] -


“ sha..? ”


“ hmm..? ” seru Aliesha dengan nadanya yang serak khas orang bangun tidur.


“ bangun ” suruh Naiya.


“ jam berapa? ” tanya Aliesha sembari melihat ke arah jam dengan matanya yang masih menyesuaikan cahaya.


“ setengah sepuluh. tadi gue gak tega bangunin lo, soalnya gue tau semalem lo pasti gak bisa tidur. tapi ini udah siang.. jadi gue bangunin lo.. ” ujar Naiya.


Aliesha mengerutkan kedua alisnya, melihat Naiya yang nampak sudah bersiap dengan setelan bajunya. Aliesha sudah menduga bahwa Naiya pasti akan mengajaknya lagi untuk pergi dari rumah ini.


“ mau kemana? ” tanya Aliesha.


“ sebenernya gue baru mandi sih, jadi gue belum dandan. lo cepetan mandi gih sha.. gue udah laper banget. sekalian kita pergi lagi ke taman pinus itu! ” ujar Naiya tampak bersemangat.


“ taman pinus lagi? ”


“ iya.. pokonya gue mau kesana! titik gak pake koma titik dua ato strip!! cepetan mandi sha! ”


Naiya pun kembali masuk ke kamarnya, meninggalkan Aliesha yang masih nampak terduduk lesu diatas sofa. Masih mencoba untuk mengumpulkan semua nyawanya yang belum terbangun sepenuhnya.


Aliesha tiba-tiba teringat dengan buku kuno yang ia pakai semalam. Karena ternyata Aliesha tertidur tanpa ia sadari. Aliesha mendapati buku itu diatas sofa yang ditidurinya. Nampaknya Aliesha tertidur menindihi bukunya sendiri.


Aliesha melihat buku itu masih tetap terbuka pada halaman yang sama. Namun, ada sesuatu yang sama sekali tidak Aliesha kenali. Tampak beberapa tulisan asing dan angka yang tertera jelas bergaris tebal disana.


“ *13 — h's Ash. ( ! ) — *ine gard'n > 0324 - Caut*. ”


Angka tiga belas yang tertera disana tertulis dengan tinta berwarna merah, dan empat angka lainnya itu tertulis dengan tinta berwarna kuning.


Aliesha tidak pernah merasa menulis itu. Tapi mengapa tulisan itu bisa tertulis jelas disana? Aliesha sempat berpikir mungkin ini adalah ulahnya Naiya, namun Aliesha merasa itu tidak mungkin. Karena buku itu ditindih Aliesha ketika tidur, dan disisi lain tulisan itu bukanlah tulisannya Naiya. Tapi siapa yang menulis itu? karena jelas-jelas dirumah ini tidak ada siapapun selain Aliesha dan Naiya.


Aliesha dibuat resah dan bingung oleh tulisan asing itu. Terdapat ada angka tiga belas bertinta merah yang terpampang disana. Ya, Aliesha tahu tentang rumor angka tiga belas yang berarti sial dan kematian. Namun Aliesha tidak mengerti dengan sisanya.


Aliesha sempat berpikir mungkinkah itu sebuah pertanda, peringatan, atau bahkan ancaman. Tapi Aliesha mencoba menepis kembali pikiran buruknya itu.


“ bangun Aliesha! ” gumam Aliesha sembari menepuk pelan kedua sisi pipi miliknya.


Aliesha berusaha untuk tidak menghiraukan itu dan menutup bukunya. Berharap semoga itu hanya hayalannya sendiri.


Aliesha pun segera pergi menyimpan buku itu dikamarnya lalu pergi membersihkan diri.


...***...


Setelah dirasa sudah cukup kenyang menyantap sajian makanan diresto terenak dikota. Akhirnya Aliesha dan Naiya pun kembali berwisata ke taman pinus yang sempat mereka kunjungi kemarin.


Walaupun sudah pernah berkunjung, tapi Aliesha dan Naiya tidak pernah merasa bosan dengan pemandangan indah yang disuguhkan dari taman ini.


“ kemarin gue gak puas selfinya.. jadi hari ini gue mau selfi lagi! lo harus iku— ”


“ gak. ” ucap Aliesha menyela Naiya.

__ADS_1


“ tapi kalo selfi bareng lo itu gue jadi ikutan cakep tau gak! lo harus ikut sama gue, supaya foto gue tu bisa estetik! ” ujar Naiya nampak memohon pada sahabatnya itu.


“ sendiri bisa kan? ” seru Aliesha lalu pergi begitu saja, meninggalkan Naiya yang masih berdiri ditempat.


“ ih! lo mah gitu yah! kalo gue lagi ngomong tu pasti main nyelonong aja.. kampret lu!! ” ketus Naiya menggerutu.


“ emang susah ye ngomong ama kulkas berjalan! lo mau kemana sih, sha?? ” tanya Naiya masih tetap menggerutu.


“ ke sungai. ”


“ gue ikut! tungguin!! ”


“ bekicot! ”


“ hih?! enak aja lu!! jalan lo tuh, yang kayak naruto lagi lari tau gak!! tungguin gue ke, sha astaga!! ”


“ bisa lari kan? ” ucap Aliesha sembari melirik kebelakang, berniat melihat Naiya yang ternyata masih saja berdiri ditempatnya.


“ HIIIHHH??!! bener bener ya!! sini lu!!! ” Naiya merasa geram dengan sikap dingin dari satu sahabatnya itu.


Dengan sergap Naiya langsung melempar tas mini miliknya itu ke arah Aliesha. Namun Aliesha pun tak kalah sigap untuk segera menghindar dari serangan mendadak dari Naiya.


“ wiiinnggg~~~ ”


“ DAAKKHH!!! ”


“ aduh!!! ”


“ e—eh??!! laahhh!!! ko malah kena orang si??!! argh!! harus tanggung jawab kan gue?! ah elah!!! dasar!!! ” gumam Naiya terkejut ketika serangannya itu mengenai kepala laki-laki dibelakang Aliesha.


Naiya pun segera berlari untuk menghampiri orang yang tidak sengaja terkena lemparannya itu.


“ setan!!! siapa sih ini yang lempar tas ke gua??!! kurang ajar tu orang!!! awas aje lu!!! ”


“ gue ”


“ eh?? lu yang.. lempar tas ke gua? ”


“ iya. maaf ya.. gue gak sengaja. seharusnya tas itu kena sahabat gue.. tapi malah jadi kena lo. sekali lagi gue minta maaf.. ” ujar Naiya sembari mengambil tas miliknya yang terdampar diatas tanah.


“ eh.. i—iya, gapapa.... tadi.. gua kira, cowo yang lempar tasnya ke gua.. ”


“ dih? lo gak liat? ini kan tas cewe... ya masa aja tas kayak begini dipake cowo..? aneh! ” ujar Naiya mengerutkan kedua alisnya.


“ oiya... gimana kepala lo? sakit? ” tanya Naiya sedikit mengkhawatirkan keadaan kepala laki-laki itu. Karena Naiya yakin, banyak barang yang ia simpan ditasnya itu. Jadi tidak mungkin jika itu tidak menyakitkan.


“ lumayan sih.. ” jawabnya.


“ oh.. gitu yah? lo mau gue tanggung jawab kayak gimana? lo mau gue anter ke rumah sakit? gue sih bisa aja, tapi gue gak ada duit lebih.. gimana? ”


“ eh? gak usah, gapapa... kepala gua udah biasa dijadiin samsak sama ibu gua ko.. jadi, masih okelah... ”


“ yakin? ”


“ ya. it's okey. ”


“ udah kelar kan, masalahnya? aku duluan. ” ucap Aliesha lalu langsung pergi begitu saja meninggalkan Naiya.

__ADS_1


Naiya dan laki-laki itu sempat terdiam sejenak, menatap Aliesha yang mulai pergi menjauh dari mereka.


“ itu.... sahabat yang lu maksud? ”


“ anggap aja kulkas berjalan. kerjaannya emang suka ninggalin orang. ” jawab Naiya menatap punggung Aliesha yang semakin menjauh.


“ hmm.. pantes aja, hawanya kek kutub utara! ”


“ siapa namanya? ” tanya seorang laki-laki yang sedari tadi berdiri disamping laki-laki yang terkena lemparan Naiya.


“ Aliesha ” jawab Naiya dengan spontan.


“ ada apa bro? ko tiba-tiba nanya nama tu cewe? ”


“ gapapa.... namanya cantik. ”


“ yang lu maksud tu namanya atau orangnya? ”


“ ya, sepaket sama orangnya ”


“ hmm... gua tau nih.. ketimpa lope kan lu?? ”


“ gue pergi dulu ya jey..? do'ain! ” ucapnya dengan penuh semangat lalu berlari menyusul Aliesha.


“ sikat bro!! ”


“ gue do'ain juga supaya lo jadian!! ”


“ apa??!! gua?? jadian??!! ame siapee??? ”


“ samping lo jey!!! ” teriaknya yang sudah menjauh.


“ ehh?? ” kaget Naiya dan laki-laki itu bersamaan.


Dengan spontan, Naiya dan laki-laki itu pun saling bertemu pandang. Masing masing dari mereka sudah mengerti apa yang dimaksud oleh laki-laki yang mengejar Aliesha.


Namun, entah kenapa.. mereka nampak seperti seorang profesional yang sudah terbiasa dijodohkan oleh orang lain. Tidak ada rasa canggung sedikitpun diantara mereka, layaknya teman yang sudah bersahabat bertahan-tahun lamanya.


“ gua Jeyno.. ” ucapnya lebih dulu.


“ panggil gue Naiya. ” balas Naiya.


“ oke... ” serunya sedikit tersenyum. “ hah... cakep juga lu ” sambungnya sembari mengalihkan pandangan.


“ dih?! haha.... lo juga. ” seru Naiya tersipu.


“ mau ke kedai? ” ajak Jeyno pada Naiya.


“ ayo! ” timbal Naiya dengan spontanitas.


Naiya dan Jeyno pun mulai beranjak pergi menuju satu kedai yang berada didalam taman ini. Sesekali Naiya melihat kebelakang, berharap sahabatnya itu bisa baik-baik saja tanpanya.


“ bagus deh... gue bakal izinin tu cowo buat deketin sahabat gue. gue berharap dia bisa bebasin Aliesha dari masa lalunya sendiri. tapi.... kalo dia sampe berani macem macem sama sahabat gue.. hah, tangan gue udah gatel gak gorok orang. ” gumam Aliesha didalam hatinya.


Naiya menaruh harapan pada lelaki itu untuk bantu membebaskan sahabat satu-satunya. Karena baru kali ini, setelah bertahan-tahun, ada lagi yang berani untuk mencuri hatinya Aliesha. Naiya berharap semoga lelaki itu bisa jauh lebih kuat untuk menghadapi sikap dinginnya Aliesha yang melebihi Antartika.


...\=\=\=...

__ADS_1


...To be continued... »...


__ADS_2