
...Bab 16 \= Sebuah Kebenaran....
...\=\=\=...
Siluet berbentuk manusia itu perlahan mendekati Aliesha, hingga tinggal tersisa beberapa senti saja jaraknya. Dengan senyumannya yang menyeringai, diiringi dengan tawa menakutkan yang menggema. Siluet itu berhasil membuat Aliesha bungkam disertai rasa takut yang mulai menjalar.
“ ck ck ck... ternyata Silvia punya anak perempuan secantik kamu.. bisa-bisanya dia nyembunyiin berlian seindah ini! ” ucapnya menyeringai, sembari mengelus pipi mulus milik Aliesha.
“ cih!!!.. apa maksud kamu??!! kenapa kamu tau nama mama??!! ” ketus Aliesha.
Ingin sekali Aliesha menepis kuat tangan siluet menyebalkan itu dari pipinya. Aliesha sangat tidak mengizinkan laki-laki siapapun yang berani menyentuhnya. Namun aneh, seluruh tubuh Aliesha mati rasa. Dia sama sekali tidak bisa menggunakan tubuhnya dengan bebas.
“ ya, jelas aku tau siapa Silvia! ”
“ cih!! sebenernya dia siapa?! kenapa dia tau mama?!... ” gumam Aliesha didalam hatinya.
“ apa kamu.. orang yang bunuh mama??!! ” tanya Aliesha dengan nada penuh penekanan. Entah mengapa, tapi Aliesha merasa ini ada hubungan dengan kematian ibunya.
“ eumm.. soal itu..... ya. kenapa? ”
“ hah?!... 'kenapa' kamu bilang??!! ” ucap Aliesha terkejut bukan main.
“ DASAR BAJINGAN!!!! SETELAH APA YANG KAMU LAKUIN, KAMU CUMA BILANG KENAPA????!!!! BRENGSEKK!!! ”
Kini rasa takut Aliesha berganti dengan emosi yang meledak-ledak. Setelah mendengar apa yang dikatakannya, seketika amarah Aliesha meluap dengan begitu cepat disekujur tubuhnya. Sudah sedari lama, Aliesha menyimpan dendam kepada laki-laki yang sudah membunuh ibunya secara keji.
“ dasar iblis anjing bengis sialan!!! apa salah mama??!! kenapa harus dibunuh??? kenapa???!!! ” tanya Aliesha geram.
“ Silvia berhak mati. ”
“ apa??... apa kamu bilang???!!! dasar kurang ajar!!! apapun caranya aku bakal balasin dendam mama!! meskipun itu nyawa taruhannya!!!! kamu harus bayar semuanya!! camkan itu bajingan!!!! ”
“ hahahaha!! silahkan kalo kamu bisa.. dengan senang hati aku mempersilahkan. ”
“ coba bunuh aku sekarang, ayo?.... hah!! kenapa? gak bisa ya? ” ucapnya sembari tersenyum menyeringai.
“ ckk!!! sialan!!! ” ketus Aliesha, dengan rasa amarahnya yang semakin memuncak. Mengapa tubuhnya tidak bisa ia gerakkan sedikitpun.
Siluet itu kini menunjukan seluruh wujud tubuhnya. Seorang laki-laki yang ternyata pembunuh ibunya. Laki-laki itu mendekatkan wajahnya ke telinga Aliesha, dengan senyuman menyeramkan dikedua sudut bibirnya.
“ justru.. Silvia yang harus membayar perbuatannya. dan kamu.. sebagai bayaran dari semua perbuatannya.. Aliesha. ”
“ Degg!!!! ”
Lagi lagi Aliesha dibuat terkejut. Apa yang sedang terjadi padanya saat ini benar-benar membuat Aliesha merasa bingung. Aliesha benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi dimasa lalu.
“ ma—maksud kamu apa?! ”
Laki-laki itu kini menaruh wajahnya tepat dihadapan wajah Aliesha. Terlalu dekat hingga nafas Aliesha semakin terasa sesak.
“ jangan deket-deket, dasar bajingan!!!! ”
“ nyuutt!! ”
__ADS_1
“ akkhh!!!! ” gumam Aliesha merintih . Lagi lagi rasa sakit itu muncul di area kedua matanya.
Entah kenapa, saat Aliesha menatap tajam kedua mata laki-laki itu. Lagi lagi rasa sakit dan perih yang menyengat itu menyakiti kedua mata Aliesha. Sontak Aliesha pun menggeleng-gelengkan kepala karena kesakitan.
“ liat aku! ” ucap laki-laki itu sembari mengangkat dagu Aliesha dengan salah satu tangannya.
“ tssiinngg!!! ”
Aliesha tidak tahu apa yang telah dilakukan olehnya. Namun, Aliesha yang tadinya dikuasai oleh rasa amarah seketika langsung terdiam tak bergeming sedikitpun.
Aliesha merasa ada sesuatu yang aneh dirasakan olehnya. Seperti sebuah koneksi tapi Aliesha tidak tahu apa itu. Sekujur tubuh Aliesha semakin tidak bisa bergerak. Berbicara pun rasanya seperti ada sesuatu yang menutupi mulutnya. Yang bisa Aliesha lakukan hanyalah berkedip. Nafas Aliesha kini menjadi begitu sesak seperti dicekik. Tubuhnya seperti terkunci dengan begitu kuat. Membuat Aliesha tidak bisa bergerak bebas. Laki-laki itu berhasil membuat Aliesha merasa terdesak seperti ini.
“ sampai kapanpun, kamu gak akan bisa bunuh aku. sederhana aja... aku mau kamu dan semuanya selesai, Aliesha. ”
“ a—apa??!! sebenernya, apa maksudnya??!!.... cihh!! sialan!! aku gak bisa nafas.. ” gumam Aliesha didalam hatinya.
Aliesha sudah kehilangan nafasnya. Dia benar-benar merasa dicekik layaknya orang yang melakukan gantung diri. Aliesha sudah tidak lagi berdaya, dengan tubuhnya yang mulai melemah, Aliesha merasa seperti dirinya sudah bertemu dengan ajalnya.
“ Aliesha!! ”
“ DEG!!! ”
“ Elvano?! ”
•
•
•
Aliesha yang baru saja membuka matanya kini kembali dibuat terheran berat. Tampaknya Aliesha sudah kembali lagi ke dunia asalnya. Namun, Aliesha masih tidak mengerti sama sekali. Sebenarnya apa yang sudah terjadi padanya hari ini.
Aliesha sedikit terkejut, melihat Jeyno dan Elvano yang ternyata ikut berada disampingnya. Raut wajah mereka bertiga terlihat begitu panik, menatap ke arah Aliesha dengan begitu lekat. Aliesha pun segera mendudukan tubuhnya yang tadi tertidur disofa.
“ dasar bego!.. lo udah buat gue khawatir banget tau!!! ” ketus Naiya menatap Aliesha dengan begitu khawatir.
“ kamu gapapa?? ” tanya Elvano menatap Aliesha dengan raut wajahnya yang begitu khawatir.
“ Naiya nelpon gua minta bantuan buat bawain lu kerumah.. walaupun bukan gua yang gendong lu. tapi, lu gapapa? kita khawatir sama lu.. ” ucap Jeyno.
Aliesha menatap ketiga insan hidup dihadapan dan disampingnya. Mereka terlihat begitu panik dengan raut wajahnya yang begitu khawatir menatap Aliesha.
“ ini... dirumah? ” tanya Aliesha bingung, tanpa menghiraukan semua perkataan yang mereka lemparkan padanya.
“ iya, lo pingsan sha.. gue minta maaf.. seharusnya gue gak ninggalin lo tadi. soalnya, gue keinget sama ramen favorit kita yang lupa gue beli. jadi gue masuk lagi ke mall.. maafin gue.. ” ucap Naiya menyesal.
Aliesha hanya terdiam tak merespon Naiya, dia teringat akan peristiwa yang baru saja terjadi padanya.
“ pasirnya.. si bajingan itu..... mama?! ” gumam Aliesha sangat kebingungan.
“ hah? lo bilang apa sih sha? ” tanya Naiya sembari mengerutkan kedua alisnya.
“ tapi.. tadi— ”
__ADS_1
“ lo pasti mimpi yang aneh-aneh pas lagi pingsan sha... nih, minum dulu airnya.. ” sambung Naiya sembari membawa segelas air hangat ditangannya.
“ mimpi? tadi itu cuma mimpi? gak mungkin! tadi itu terlalu nyata.. ” gumam Aliesha didalam hatinya.
Aliesha pun menerima gelas berisi air yang diberikan Naiya dan meneguknya perlahan.
“ lo pasti mimpi buruk lagi kan..? tenang.. gue disini, lo udah aman sha.. ” ucap Naiya berusaha menenangkan Aliesha yang masih kebingungan.
“ bukan itu! aku— ...... argh!! lupain aja. ” ketus Aliesha. Aliesha merasa ingin menceritakan apa yang sudah dialaminya, namun dia berpikir bahwa Naiya tidak akan percaya dan itu akan sia-sia saja.
“ ada apa sha? lo kambuh lagi? apa lo mau cerita? ” tanya Naiya.
“ kambuh?! maksudnya apa?? jangan-jangan.. Aliesha punya riwayat penyakit?? ” gumam Elvano bertanya-tanya didalam hatinya. Entah mengapa, mendengar apa yang dikatakan Naiya itu membuat dada Elvano terasa sesak.
“ kenapa sha? cerita sama gue.. ” ucap Naiya semakin khawatir, melihat Aliesha yang hanya diam saja dengan wajahnya yang kebingungan.
“ gak ada apapa. ” ucap Aliesha sembari berdiri dari duduknya. Aliesha berniat ingin beristirahat di dalam kamarnya.
“ sha!! lo mau kemana?! jangan anggap gue gak ada!! gue disini!! sahabat lo. gue bakal selalu disisi lo sha. gue gak mau lo mendem semuanya sendiri!!! ”
“ aku gapapa. ” ucap Aliesha lalu beranjak pergi begitu saja.
“ gue tau lo nutupin sesuatu dari gue! jangan harap gue mau biarinin lo menderita sendirian sha!!! ”
“ bukan urusan kamu. ”
“ ckk.. Aliesha! ” panggil Naiya merasa geram dengan sikap sahabatnya itu.
“ Deg! ”
“ brukhh!! ”
Aliesha tiba-tiba merasakan rasa pusing yang begitu hebat diarea kepalanya. Aliesha melihat ke arah sekelilingnya yang menjadi berputar begitu cepat, sekujur tubuhnya terasa lemas. Aliesha kehilangan keseimbangan tubuhnya. Rasanya Aliesha seperti sudah melakukan kegiatan yang banyak menguras tenaganya.
“ Aliesha!!! ” teriak Naiya, Jeyno dan Elvano secara bersamaan.
Elvano yang melihat Aliesha terjatuh pun langsung berlari menghampiri Aliesha, disusul dengan Naiya dan Jeyno dibelakangnya.
“ lo bilang lo gapapa tapi keadaan lo sendiri kayak gini!! lo mau bilang apa sha?! ” kesal Naiya.
“ lo gak bisa paksain badan lu sendiri! ” sambung Jeyno yang ikut kesal dengan keras kepalanya Aliesha.
" sha.. kita kerumah sakit sekarang, ya? ” ajak Elvano dengan raut wajahnya yang semakin khawatir. “ ayo, aku bantu.. ” sambungnya sembari membantu Aliesha untuk berdiri.
“ cih.. gak usah! aku bisa sendiri. ” ucap Aliesha sembari menepis tangannya Elvano. Aliesha lebih baik memaksakan tubuhnya sendiri, dibanding harus disentuh oleh seorang laki-laki.
“ sha!! lo jangan kurang ajar kayak gitu!!! Elvano tuh udah gendong lo sampe rumah!! seenggaknya lo bilang makasih kek sama dia!! ” ketus Naiya menegur Aliesha.
“ aku gak minta. lagi pula aku gak pernah sudi disentuh sama lawan jenis! ” ucap Aliesha dengan nadanya yang begitu dingin dan tak peduli.
Tanpa mempedulikan tiga makhluk bernyawa itu, Aliesha pun langsung beranjak pergi menuju kamarnya sendiri. Meninggalkan seorang Naiya, Jeyno dan Elvano yang masih terdiam memaku ditempat.
...\=\=\=...
__ADS_1
...To be continued... »...