My.Nation-B

My.Nation-B
Chapter = Day one.


__ADS_3

...Bab 09 \= Hari pertama....


...\=\=\=...


“ chirp.. chirp.. ”


Air sungai nampak mengalir dengan tenang. Ditambah pula dengan suara burung yang kicauannya sudah menyerupai lirik-lirik lagu. Kali ini, memang setenang itulah hati Aliesha.


Aliesha menarik nafasnya dalam dalam. Suasana hatinya menjadi jauh lebih tenang dibanding menit sebelumnya. Aliesha berharap semoga ia bisa berlama-lama seperti ini. Saking terlalu tenangnya, seolah olah didunia ini tidak pernah ada sedikitpun beban.


Melihat spot sungai dari taman ini nampak begitu indah, Aliesha tiba-tiba teringat dengan sebuah kamera mini miliknya yang sengaja ia bawa ketika dirinya tengah bersiap-siap. Ia pun segera mengambil kameranya yang sudah berada didalam tasnya.


Dengan perlahan, Aliesha menelusuri setiap sudut bagian sungai dari taman ini dengan kamera yang sudah berada tepat didepan mata kanannya.


Semenjak kecil, mengambil gambar dari spot-spot indah dengan kamera miliknya sendiri itu adalah hal favoritnya. Meskipun dia bukanlah seorang fotografer handal, tapi hasil hasil foto-fotonya itu tidak kalah cantik dan sempurna.


“ tap.. tap.. tap.. ”


“ dia dimana ya? jalannya cepet banget ” gumamnya sembari mencari-cari seorang perempuan yang sempat ia temui dimenit sebelumnya.


Laki-laki itu terus menerus mencari seorang perempuan yang nampaknya sudah berada jauh didepan. Masih tetap mencoba untuk mencari batang hidung dari perempuan yang tengah dicarinya. Tekad dan semangatnya itu sama sekali belum menghilang dan masih tetap membara didadanya.


Dan entahlah, mungkin kali ini alam sedang berpihak padanya. Tepat beberapa senti meter dihadapannya, seorang perempuan yang tengah ia cari-cari sedari tadi, tengah berdiri didepannya.


“ Deg.. deg.. deg.. deg ”


Melihat Aliesha yang hanya berdiri beberapa senti dari pandangannya. Walaupun Aliesha tengah sibuk dengan kegiatannya. Entah mengapa, kali ini detak jantungnya berubah menjadi jauh lebih cepat dari sebelumnya.


Sesuatu yang seperti bergelojak dengan begitu tiba-tiba, mengganggu dadanya tanpa aba-aba. Sulit untuk dijelaskan, namun sesuatu yang mengganggu dadanya itu begitu candu untuk dirasakan.


Laki-laki itu sudah jelas menyadari apa yang tengah menimpa hatinya. Tepat dimulai dari menit pertemuan sebelumnya, dia jatuh hati pada seorang perempuan bernamakan Aliesha.


Sebelum Aliesha melihat ke arah dirinya, dia mencoba untuk menarik nafasnya dalam dalam. Tengah berusaha untuk menenangkan hatinya terlebih dahulu sebelum nanti semakin berguncang.

__ADS_1


“ huufftt.... tenang! lo pasti bisa! tahap awal itu harus kalem. ntar kalo udah ada lampu ijo itu baru ngebut. ” gumamnya didalam hati, dan kini ia sudah siap untuk menyaksikan pemandangan indah dihadapannya itu.


“ satu... dua.... ”


“ Deg!! ”


Ketika Aliesha berbalik dan menemukan dirinya yang tengah berdiri mematung, dadanya mulai kembali berdegup kencang. Kali ini dia sedang tidak ingin menatap wajahnya sendiri. Karena dia yakin, bahwa wajahnya itu pasti sudah memerah sejak tadi.


Namun berbeda dengan Aliesha yang nampak biasa saja ketika mendapati seorang laki-laki asing tiba-tiba tertangkap oleh lensa kamera miliknya. Laki-laki itu tengah menatap Aliesha dengan senyuman begitu percaya diri. Dengan perlahan, Aliesha pun menurunkan kamera dari pandangannya.


“.... hai? ” ucapnya mendahului pembicaraan.


* [ Pic of \= First Meeting in the Pine Garden ] *




Aliesha terdiam sejenak, menatap laki-laki tak dikenal yang berada tepat dihadapannya dengan begitu lekat. Mencoba untuk mengerti situasi yang tengah menimpanya sekarang.


Setelah melihat respon Aliesha yang terlihat tak terlalu peduli, lelaki itu pun merasa sedikit kecewa. Namun tiga detik setelahnya dia tersenyum kembali. Meskipun hanya direspon dengan senyuman satu senti, tapi dia tetap bersyukur. Karena setidaknya sapaannya itu tidak diabaikan.


Walaupun begitu, nyatanya dia tetap saja merasa tidak puas. Karena sepertinya Aliesha sama sekali tidak terlihat menginginkan keberadaannya.


Namun karena gejolak dihatinya itu masih begitu menggebu-gebu. Wajar saja jika seseorang tidak begitu peduli ketika bertemu dengan orang yang tak dikenal. Karena itu, dia tidak akan pernah menyerah hanya karena penolakan diawal.


“ ehm... ” gumamnya berdeham, berharap Aliesha bisa kembali melirik ke arah dirinya yang masih tetap setia berdiri ditempat.


Namun nyatanya, respon Aliesha sangat jelas tidak sesuai dengan harapannya. Anak itu masih tetap sibuk dengan dunianya sendiri. Laki-laki itu pun menyadari bahwa sekarang dia benar-benar diabaikan. Tapi itu sama sekali tidak membuatnya berkecil hati.


“ plukk... ”


Seekor serangga hutan, terjatuh tepat dirambut lurus milik Aliesha. Namun Aliesha sepertinya tidak menyadari itu sama sekali. Perempuan berhati dingin itu masih begitu sibuk dengan kameranya sendiri.

__ADS_1


Melihat serangganya merayap, laki-laki itu sangat ingin menyingkirkan serangga itu dari rambutnya Aliesha. Dan tanpa banyak berpikir, dia langsung saja berjalan lebih dekat ke arah Aliesha, dengan niat ingin menyingkirkan serangganya.


Namun, Aliesha menyadari seperti ada seseorang yang tengah mendekatinya. Aliesha pun segera berbalik badan, dan...


“ Bukkhh!!! ”


“ AAKKHH!!! ”


“ jangan macem-macem!!! ” ketus Aliesha lalu pergi begitu saja, dengan raut wajahnya yang nampak kesal. Berjalan meninggalkan laki-laki itu yang kini tengah merintih kesakitan.


Ketika Aliesha membalikkan badannya, dia mendapati dada bidang yang berada hanya beberapa senti dari wajahnya. Dan karena itulah, pukulan spontan dari tangan Aliesha mendarat dengan lancar diperut laki-laki tak dikenal itu.


Laki-laki itupun terjatuh sembari memegangi perutnya sendiri dan terus merintih.


“ nyuuttt!!! ”


“ a-ah!! adu-duh!!! ” rintihnya kesakitan.


Rasa ngilu diperutnya saja belum hilang, dan sekarang ditambah pula dengan rasa sakit ditangannya. Dia lupa jika ditangannya itu ada seekor serangga yang tadi berada dirambutnya Aliesha. Dia pun segera menepis jauh serangga itu dari tangannya.


Ya, sebelum pukulan Aliesha mendarat diperutnya, dia sudah mengambil serangga itu dari rambutnya Aliesha.


Pertemuan pertama yang ia harap berkesan indah dan bahagia ternyata tidak begitu nyatanya. Ekspektasinya itu ternyata menghasilkan rasa sakit dibagian perutnya.


“ haahhh.... dia salah paham. bukannya pdkt, malah dapet smekdonnan. ternyata, dia cewe yang gak gampang ramah sama orang gak dikenal. wajar sih.. ”


“ hahaha, lampu merah diawal ya..? gapapa. ”


“ ngomong-ngomong... dia cewe, tapi dari tenaganya aja udah kayak reinkarnasi tsunade! haha.... gemes! ” gumamnya sembari tersenyum merekah. Karena merasa gemas dengan sikap Aliesha yang nyatanya tidak mudah untuk didekati.


Dia pun segera bangun, dan membersihkan bajunya. Dan karena dia melihat kemana perginya Aliesha, tanpa basa basi dia langsung beranjak pergi mengikuti kemana arah jalan yang Aliesha gunakan. Tentu dengan senyuman indah yang masih tetap terbentuk dikedua sudut bibirnya.


“ nyerah diawal itu cuma pecundang. dan gue bukan pecundang.. jadi gak akan nyerah gitu aja!! ”

__ADS_1


...\=\=\=...


...To be continued... »...


__ADS_2